
Keesokan harinya, Rafi bsgitu terkejut ketika melihat layar ponselnya. Di sana, banyak sekali pesan masuk dan juga panggilan yang tidak terjawab. Rafi membaca satu persatu pesan dari orang orang yang Rafi kenal. mereka pada terkejut dan tentunya juga ikut merasa senang dan bangga dengan keadaan Rafi sekarang. Ternyata berita tentang Rafi yang menjadi presdir telah meluas, bahkan sampai ke kampungnya. Sungguh, perkembangan tehnologi saat ini memang sangat mengejutkan.
hari ini tidak ada kegiatan yang berarti yang harus Rafi lakukan. Setelah pesta semalam, Moreno meliburkan semua karyawananya sampai tiga hari kemudian. Rafi akan menghabiskan waktunya bersama keluarga barunya. Rencananya keluarga Moreno akan pergi liburan hari ini, dan sudah pasti Rafi dan Marisa akan turut serta.
Seperti biasa, setelah bangun pagi, Rafi akan melakukan olahraga di ruangan khusus yang ada di kamarnya. Seperti biasa pula dia hanya memakai celana kolor setiap kali melakukan pembentukan badan agar terlihat semakin bagus.
Di saat Rafi hendak mulai melakukan olah raga, pikirannya kembali teringat dengan ucapan dua wanita panti. Rafi langsung memikirkan, apa maksud ucapan mereka berdua. Yang menjadi pertanyaan dalam benak Rafi adalah kenapa jadi dua orang? Padahal Rafi ingat betul kalau dia iseng mengatakan tentang bayar hutang hanya pada satu orang, tapi kenapa justrru yang mau membayar malah jadi dua orang.
Di saat bersamaan, Rafi yang saat itu baru akan turun dari ranjangnya, matanya tak sengaja melihat ponsel jadul yang tergeletak di atas meja. Saat itu juga Rafi kembali teringat dengan misi yang belum dia kerjakan, karena terlalu sibuk dengan urusan yang lain. Rafi pun meraih ponsel jadul tersebut dan tidak ada pesan satu baru terlihat di sana.
Namun saat Rafi akan meletakkan ponsel itu, tiba tiba matanya membelalak. "jangan jangan gadis panti itu .."
Sementara itu di kampungnya Rafi.
__ADS_1
"Ayah! Yah!"
"Ada apa sih, Rin? Teriak teriak! Ayah belum budeg!" sungut seorang pria paru baya baru saja keluar dari kamar, untuk menemui anaknya yang berteriak memanggilnya. Tanpa mempedulikan kekesalan yang ditunjukan ayahnya, si anak malah mendekat dan memperlihatkan layar ponsel miliknya.
"Yah, coba lihat, Yah. lihat! Ayah lihat ini," ucap anak itu sambil menunjukkan ponselnya.
"Lihat apa?" tanya sang Ayah sembari melangkah menuju kursi yang ada di sana.
"Lihat dulu, pasti Ayah bakalan kaget," desak si anak. Mau tidak mau pria itu mengambil alih ponsel dari tangan anaknya dan melihat layar ponsel yang menayangkan sebuah video. Awalnya raut wajah pria itu biasa saja, tapi lama lama, raut wajah pria itu berubah menjadi wajah yang sangat terkejut.
"Iya, Ayah, dia Rafi. Sekarang dia jadi presdir Falcano grup. Gila apa! Siapa yang nggak kenal dengan perussahaan itu coba?"
"Mana mungkin!" seru seorang wanita dari arah dapur. Sepertinya wanita itu juga sangat terkejut dengan apa yang dia dengar dari mulut anak dan suaminya. Wanita itu melangkah mendekat ke arah suaminya dan mengambil alih ponsel yang di pegang sang suami. "Iya, ini Rafi. Wahh! Jadi dia diangkat menjadi anak orang kaya?"
__ADS_1
"Aku juga kaget tadi pas melihatnya, Bu. Mana manggilnya Mommy Daddy lagi, keren banget kan?" sahut si anak perempuan. "Gimana nih, Bu, Yah?"
"Gimana apanya?" tanya sang Ayah.
"Rafi sekarang sudah jadi orang kaya dan terkenal. Jabatannya pun nggak main main, aku mau balikan sama dia," rengek si anak. "Coba aja, dulu Ayah dan Ibu nggak nolak lamaran Rafi, pasti aku saat ini menjadi wanita paling bahagia di kampung ini."
"Ya kan dulu Ayah mana tahu kalau dia akan seperti ini. kalau Rafi akan jadi orang terpandang kayak gini, sudah pasti Ayah akan terima lamaran dia," ucap pria itu sedikit merasa menyesal.
"Ya udah, Rin, Rafi kan kayaknya dulu cinta banget sama kamu, kenaapa kamu ngagk coba deketin dia aja?" usul sang Ibu. "Ibu sih yakin, kalau dia masih ada rasa sama kamu, dia pasti bakalan luluh."
Wajah wanita bernama Arinda seketika berubah sumringah. "Bener kata Ibu, dulu tuh Rafi bucin banget sama aku. Aku yakin, pasti dia masih ada cinta untuk aku, Bu. Baiklah, Bu, aku akan coba mendekatinya kembali."
"Baguslah, Ayah sangat mendukung kamu."
__ADS_1
Senyum Arinda langsung merekah dan dia sangat yakin akan mendapatkan Rafi kembali.
...@@@@@@...