SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Saling Masuk Perangkap


__ADS_3

"Astaga, Nggak percaya? Orang aku aja sampai ingin memegangnya kok."


Mendengar ucapan Dito, seketika senyum wanita itu merekah begitu lebar. "Yakin mau memegangnya?" dengan sangat semangat Dito langsung mengiyakan. "Tapi sebelum memegang bukit kembarku, aku boleh minta tolong nggak, Mas?"


"Minta tolong apaan?" tanya Dito dan dia kembali merasa terkejut dengan penawaran wanita itu.


"Aku minta tolong, Mas parkirkan mobilku yang ada di depan kost, gimana?"


Senyum Dito seketika terkembang. Mana ada kesempatan bagus seperti itu. Tanpa pikir panjang, Dito langsung menyetujuinya. Wanita itu segera meraih kunci yang ada di dalam tasnya dan menyerahkan kunci itu kepada pemuda di hadapannya. Derngan sangat semangat, Dito langsung menyambar kunci mobil dan keluar kamar tersebut.


Wanita itu sontak menyeringai. Melihat tergetnya sudah keluar kamar, wanita itu langsung saja beraksi. Dia mengambil beberapa kamera kecil yang dia bawa dan dipasang di beberapa titik yang menurutnya sangat strategis untuk mengambil adegan yang akan dia lakukan dengan pria yang dianggapnya sebagai Rafi.


"Loh, kok kamu sendirian? Dinda mana?" tanya Dito saat dia melihat Rafi sedang duduk sendirian di post jaga.

__ADS_1


Rafi juga cukup terkejut melihat kedatangan Dito, tapi dia memilih menjawab pertanyaan pria itu terlebih dahulu. "Dia udah pulang, baru beberapa menit yang lalu."


"Loh, kenapa pulang? Apa kamu menolak penawarannya?"


"Enggak. Kita sudah sepakat ketemu besok lagi, "jawab Rafi dan sepertinya Dito mengerti dengan apa yang Rafi ucapkan, "Kamu sendiri gimana, Dit? Kok kamu keluar?"


Wajah Dito seketika berbinar. "Tentu saja sebentar lagi berhasil dong. Sekarang aja aku keluar untuk memarkirkan mobil wanita itu sebelum kita berhubungan badan. Kenapa? Kamu pengin ikut juga?"


"Nggak lah, buat kamu aja. Aku udah cewek di kamar, kasihan dari tadi dia sendirian."


Tak lama setelah itu, Begitu mobil terparkir di tempat yang ditunjukkan Rafi, Dito juga langsung menuju kamar dimana ada wanita yang sudah menunggunya. Mata Dito sedikit membelalak saat melihat wanita yang menunggunya sudah tidak memakai handuk lagi, tapi menutup tubuhnya dengan selimut. "Loh, kok malah ditutupin dengan selimut? Katanya aku boleh megang bukit kembar kamu?" protesnya.


Wanita itu tersenyum senang dan perlahan dia membuka selimut yang menutup bagian atasnya. "Wow!" mata Dito kembali berbinar melihat apa yang ada dibalik selimut. Tanpa perlu membuang waktu lebih lama, Dito segera mendekat dan menurukan tubuhnya di samping tubuh si wanita. Tangannya dengan sigap meraih dua bukit kembar yang tersaji untuknya. "Indah banget, Mbak," puji Dito dengan jari tangan yang mulai melakukan pemijatan dengan lembut.

__ADS_1


Wanita itu hanya tersenyum dan di dalam hatinya dia bergumam kalau rencana menjebak pria yang disangka Rafi, sukses tanpa kendala yang sangat berarti. Wanita itu bahkan mulai merintih kenikmatan saat merasakan mulut Dito juga ikut campur memainkan bukit kembarnya.


Dito menyingkap selimut yang menutupi tubuh wanita di hadapannya dan sekarang tersajilah tubuh indah tanpa busana tergeletak pasrah di hadapannya. Salah satu tangan Dito bergerak menyusuri perut si wanita dan berhenti tepat di lubang nikmat berumput tipis, lalu dengan lincah jari jari Dito menekan dan memberi gesekan pada celah nikmat itu hingga pemiliknya langsung menggeliat keenakan.


Puas memainkan bukit kembar, kini mulut Dito yang sudah mahir dalam memberi kenikmatan pada wanita, menyusuri perut wanita itu hingga berhenti tepat dicelah nikmat yang harum baunya. Dengan sangat rakus, Dito memainkan lubang itu dengan mulutnya hingga tidak butuh lama, tubuh wanita mengejang hanya karena permainan lidah yang dilancarkan Dito.


"Ya ampun, Mas, kamu hebat banget! Belum apa apa sudah bikin aku meraih puncak, lidahmu sangat enak, Mas," puji si wanita tak lama setelah tubuhnya sudah normal kembali.


"Tenang saja, Sayang, aku akan membuat kamu tidak pernah lupa dengan permainan kita malam ini," ucap Dito sembari memassukkan lubang nikmat si wanita itu dengan salah satu jari tangan kanannya.


"Benarkah?" wanita itu nampak sangat bersemangat. "Aku sudah tidak sabar menunggunya, Sayang."


Dito sontak menyeringai, "Sekarang kamu mainkan punyaku dengan mulutmu, Sayang. Setelah itu aku akan membuat kamu tidak bisa berjalan besok pagi," tanpa pikir panjang, wanita itu langsung menyetujuinya dan tanpa sadar dia sendiri yang terjebak dalam permainan Dito.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2