SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, setelah acara lamaran ala kadarnya itu, satu bulan kemudian, pernikahan yang begitu mewah antara Rafi dan Marisa pun terlaksana. Banyak yang turut merasa senang dengan pernikahan tersebut karena mereka merupakan bagian dari orang orang yang namanya memang cukup terkenal.


Pernikahan yang menelan dana cukup fantastis tersebut, banyak mengundang rasa kagum dan juga iri. Rafi dan Marisa benar benar pasangan yang terlihat sangat serasi. Selain tamu dari kalangan pejabat dan orang penting, Rafi juga mengundang para penghuni panti dan juga warga dari kampungnya. Para wanita yang pernah dijebol segelnya oleh Rafi juga turut hadir dan memberikan selamat.


Sudah bisa dipastikan, setiap ada yang meraih bahagia, tentu saja akan ada orang merasa iri dengan kebahagiaan tersebut. Begitu juga dengan yang terjadi dipernikahan Rafi, banyak yang iri, terutama kaum wanita karena Rafi yang namanya sudah sangat terkenal, tidak bisa mereka miliki. Ada juga yang menyesal karena sosok Rafi.


Salah satunya adalah Arinda, Dia bahkan bertingkah seperti wanita yang tidak waras saat mendengar dan menyaksikan pernikahan Rafi yang ditayangkan melalui televisi. Begitu juga dengan orang tua Arinda. nampak sekali penyesalan dari raut wajah mereka karena dulu pernah menolak pria pedagang cilok keliling yang sekarang menjelma menjadi pangeran.


Selain keluarga Arinda, ada juga keluarga yang sangat menyesal kala mendengar acara pernikahan Rafi yang sangat mewah. Dialah keluarga Cahaya Gemilang, yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju kemiskinan. Setelah menantunya kabur membawa aset aset penting milik perusahaan, keluarga itu benar benar mengalami hidup yang sangat sulit. Mereka sekarang hanya bisa berandai andai jika dulu tidak mengusir orang tuanya Rafi, mungkin mereka akan semakin jaya.


Nasib orang memang tidak ada yang tahu ke depannya bagaimana. Bahkan seorang Rafi yang dulunya bukan siapa siapa, dalam waktu yang cukup singkat, dia berubah menjadi orang besar dan berpengaruh. Bahkan dia berhasl membungkam mulut orang orang yang pernah meremehkaannya.


Setelah rangkaian acara pernikahan selesai, Rafi dan Marisa langsung menikmati perjalanan bulan madu mereka di palau pribadi, hadiah pernikahan dari Moreno dan juga Alexander. Pasangan pengantin baru itu kini sedang menikmati malam mereka di atas ranjang yang sengaja di taruh di tepi kolam renang dalam Villa pribadinya. Mereka benar benar ingin menikmati malam pertama yang berbeda. Malam pertama di halaman belakang Villa dengan ditemani bulan dan bintang.


"Sepertinya kamu sudah sangat siap dimasukin, sayang," ucap Rafi yang saat ini sudah bersimpuh di antara kaki Marisa yang membentang sambil membelai si montok yang bersih dari bulu.


"Tentu saja aku sudah sangat siap, Sayang. Udah sih cepat dimasukin, udah gatal banget punyaku."


"Iya, iya," Rafi benar benar di buat gemas. "Tahan ya kalau sakit." Marisa hanya mengangguk karena memang sudah sangat siap untuk disodok sodok oleh pria yang sudah resmi jadi suaminya.


Rafi menggesekkan ujung batangnya di pintu celah lubang istrinya. Setelah siap lahir batin, Rafi mulai menekan batangnya dan mendorong secara perlahan memasuki lubang yang benar benar makin sempit


"Akhhh~~" lenguhan panjang kesakitan Marisa menghadirkan rasa tidak tega pada diri Rafi. Tapi Rafi tidak punya pilihan lain lagi selain meneruskan penyodokannya. Semua wanita yang masih bersegel memang harus melewati rasa sakit sebelum mereka mendapatkan rasa nikmat yang sangat membuat ketagihan.


Beberapa saat setelah batang Rafi perlahan masuk, kini Rafi merasakan benteng bertahanan sedang menghalangi ujung tombaknya di dalam lubang Marisa. Rafi tahu apa itu dan juga tahu apa yang harus dia lakukan. Rafi diam sejenak, menenangkan hati dan pikirannya agar lebih fokus, lalu menghentak pinggangnya dengan keras.

__ADS_1


Bless!


"Akhh!" teriakan Marisa semakin kencang, sebagai tanda kalau mahkotanya sukses Rafi taklukan.


Beberapa puluh menit setelah permainan selesai.


"Ternyata enak juga ya, Sayang? Main di luar ruangan," ucap Rafi yang tubuhnya saat ini dibungkus selimut tebal sembari menatap langit langit. Marisa sendiri sedang merebahkan kepalanya di dada Rafi dengan tangan kanan yang tidak pernah lepas dari batang Rafi sejak permainan selesai.


"Ini juga impian aku, ingin bercinta di bawah sinar bulan, akhirnya terwujud juga," ucap Marisa. "Berarti kamu jadi dapat tujuh ratus lima puluh miliar dong, Yang. Kan kamu sudah berhasil menjebol mahkotaku."


"Pasti jadi, nanti aku cek. Ponsel jadulnya ada di dalam kamar."


"Apa misi akan terlanjut, Sayang?"


"Nggak tahu, sayang. Kalau masih berlanjut gimana? Kamu nggak apa apa?"


Rafi lantas tersennyum. "Ya udah, kita jalani aja dulu gimana kedepannya. Kita fokus aja sama bulan madu kita. Aku nggak mau suasana kebahagiaan kita rusak, Sayang."


"Ya udah, sekarang sodok lubangku lagi."


"Dengan senang hati, sayang."


Dan permaian pun berlanjut menuju ronde berikurnya.


Setelah malam pertama terlewati dengan sukses, kini saat siang tiba, Rafi dan Marisa akan mengelilingi pulau dengan kapal pribadi.

__ADS_1


"Kamu nggak apa apa menyerahkan dua gadis panti itu ke Dito dan Aryo?" tanya Marisa saat mereka sudah berada di atas kapal. Aryo adalah nama pria yang dulu ditolong Rafi karena dipukuli satpam dan pegawai supermarket, kakak dari Widuri, wanita yang pernah menjual segelnya kepada Rafi.


"Ya nggak apa apa, Sayang. Nanti aku juga akan membelikan tanah dekat panti untuk mereka berdua, agar Aryo dan Dito dekat dengan istrinya. Tempat kost juga aku akan serahkan ke Wildan dan Kalina untuk usaha mereka. Nanti temenani aku ketemu Amanda ya, Sayang. Buat nyerahin amanatnya Om sergio."


"Oke, Sayang." jawab Marisa. Mereka berdua berbaring di depan kapal tepat berhadapan dengan dua orang yang mengemudikan kapal itu.


"Nih, Yang, uang ini akan aku masukan ke rekeningku," ucap Rafi sambil memperlihatkan layar ponsel jadulnya kepada istrinya. Marisa memperhatikan dengan seksama, jari tangan Rafi yang sedang mengetik, mengikuti petunjuk yang terpampang di layar ponsel.


"Wuhh! Berhasil!" seru Marisa, "Wahh! selamat, Sayang," ucap Marisa lalu menempelkan bibirmya pada bibir Rafi. Di saat bibir itu sedang saling serang, tiba tiba ombak besar datang menghantam sampai airnya membuat Rafi dan Marisa basah kuyup. Karena panik, Rafi melepaskan tangan yang memegang ponsel untuk melindungi Marisa sampai ponsel itu tergelincir ke dalam laut.


"Yah! Ponselnya!" seru Rafi begitu kapal sudah berlayar normal.


"Pasti posnelnya jatuh ke laut!" seru Marisa. "Gimana nih, Sayang?"


"Ya gimana lagi, orang udah jatuh."


"Tapi misi kamu? Itu tadi lumayan loh misi selanjutnya satu sembilan ratus miliar."


"Ya masa harus nyempung ke laut? Udah biarian aja. Mungkin memang udah harus diakhiri misinya dan aku harus setia sama kamu, Sayang."


Kening Marisa sontak berkerut, tapi tak lama kemudian senyumnya terkembang. "Benar juga." Dan mereka kembali saling serang bibir, menikmati kebahagian mereka sendiri tanpa peduli dua orang yang melihat mereka sambil mengemudikan kapal.


》》》》》》 T A M A T 《《《《《《


Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung cerita ini, dan maaf jika ceritanya kurang memuaskan. Sebagai gantinya, othor sudah menyiapkan karya sistem terbaru yaitu SISTEM AROMA TUBUH. Sistem apakah itu? Ditunggu bulan besok ya? Makasih

__ADS_1



__ADS_2