SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Satu Lawan Satu


__ADS_3

"Bukankah mereka ..." Rafi memekik saat gerombolan orang orang yang mengikuti mobilnya, maju mendekat dan wajahnya mereka semakin kelihatan jelas.


"Kamu kenal?" tanya Aron yang bediri di sisi Rafi dan sedikit terkejut dengan ekpresi wajah yang ditunjukkan Rafi.


"Mereka orang orang yang kemarin berkelahi denganku di suatu tempat," jawab Rafi. Jelas sekali dia sangat ingat wajah beberapa orang yang pernah bertarung dengan dirinya.


"Punya nyali juga kamu!" seru salah satu dari gerombolan orang orang yang saat ini sudah dekat dengan tempat keberadaan Rafi dan mereka memilih berhenti saat jarak keduanya tinggal beberapa langkah saja. "Apa kamu siap menghadapi kekuatan kami yang sebenarnya?"


Semua mata langsung tertuju pada Rafi, begitu juga dengan Aron dan Maxi. Rafi sempat terkejut, tapi itu tak berlangsung lama. Rafi malah menyeringai dan menunjukan kalau dia tidak takut sama sekali dengan gerombolan orang itu.


"Apa saat di panti kemarin, kalian masih kurang puas sudah aku hajar?" Rafi malah menanggapinya dengan enteng. "Di bayar berapa kalian untuk mengikutiku? asti sangat murah, kan?"


Tentu saja ejekan yang keluar dari mulut Rafi sangat melukai harga diri musuhnya. Wajah para musuh yang awalnya penuh kesombongan, seketika berubah menjadi rasa marah dan ingin segera memberi Rafi pelajaran karena berani meremehkan mereka.

__ADS_1


"Yakin masih mampu menghajar kami?" salah satu dari mereka nampak maju dan dia adalah orang yang tidak ikut bertarung di panti asuhan kemarin. Pria berbadan lebih tegap dengan tubuh yang lebih besar dan kekar itu menunjukan wajah angkuhnya. Dialah yang mengajak rekannya untuk kembali memberi pelajaran pada Rafi.


Dan diantara mereka juga kemarin ada yang tidak ikut bertarung, jadi saat melihat tubuh Rafi yang lebih kecil dari mereka, para musuh sedikit kurang percaya dan tidak yakin kalau rekan kerja mereka bisa tumbang hanya melawan satu anak yang tubuhnya sangat tidak sebanding dengan tubuh mereka.


"Tidak perlu banyak omong. Kalau pengin merasakan kepalan tangannku ya maju aja sini," dengan entengnya Rafi membalas ucapan kepada wajah baru diantara para musuh. Dan tidak perlu bantahan lagi, pihak musuh yang diremehkan langsung saja naik pitam.


"Kalian, diam saja disini! Cukup aku saja yang akan menghancurkan kesombongan anak itu!" tanpa menunggu persetujuan, pria itu langsung mengarahkan serangannya kepada pemuda yang meremehkannya. Denngan senang hati, Rafi langsung menyambutnya. Dia juga memerintahkan Si kembar Aron dan Maxi untuk minggir terlebih dahulu, menyaksikan pertarungan satu lawan satu tersebut.


Dengaan kekuatan penuh yang diliputi amarah, sang musuh langsung melayangkan tinjunya. Di luar dugaan, Rafi dengan tangkas menahan kepalan tangan musuh dengan telapak tangannya, lalu telapak tangan yang lain dengan cepat menghempas dada musuh hingga tersentak dan terpental beberapa langkah.


"Akhh!"


Bug!

__ADS_1


Dakh!


Dezziig!


"Akhh!"


Berkali kali sang musuh berteriak merasakan sakit saat beberapa bagian tubuhnya mendapat serangan dari Rafi. Musuh tak pantang menyerah meski dirinya sudah terlihat sangat kewalahan. Sedangkan Rafi nampak masih segar bugar, seperti tidak mengeluarkan tenaga sedikitpun. Dua kubu yang menyaksikan pertarungan satu persatu juga nampak tercengang melihat pertarungan yang terjadi di depan mata mereka.


Dari kubu Rafi, Aron dan Maxi nyaris tidak bisa berkedip melihat ketangguhan Rafi dalam memberi perlawanan. Senyum keduanya bahkan terkembang, menyaksikan musuh yang masih berusaha memberi perlawanan meskipun dia sendiri tahu kondisinya sudah sangat mengenaskan. Berbeda dengan ekrpesi kubu para musuh. Mereka tentu saja sangat geram melihat rekan kerja yang terkenal memiliki kekuatan lebih besar dari mereka, justru kalah oleh pria yang tubuhnya lebih kecil.


"Astaga! Cuma segitu kekuatan kamu?" tanya Rafi dengan tatapan penuh ejekan dan meremehkan pada pria yang baru saja tersungkur dengan memegangi wajahnya yang telah lebam. Mata pria itu manatap tajam, penuh dengan amarah kepada pria yang mengejeknya.


Rafi mengalihkan pandangannya ke musuh musuh yang lain dengan tatapan yang sangat meremehkan. "Apa ada lagi yang ingin bernasib sama dengan orang ini!" seru Rafi terdengar sangat meremehkan.

__ADS_1


Dan sudah bisa ditebak, para musuh sudah pasti sangat tidak terima dengan sikap Rafi yang sangat meremehkan mereka. Para musuh saling tatap dan mereka nampak saling memberi kode lewat tatapan mata mereka. Tak lama setelahnya, salah satu dari mereka langsung berseru dengan lantang. " Serang!"


...@@@@@...


__ADS_2