SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Misi Penyelamatan


__ADS_3

Di saat Rafi hendak bergerak, dia melihat ada dua orang jalan kaki lewat di tempat Rafi berada saat ini. Dilihat dari wajahnya saja, sudah bisa dipastikan kalau dua orang itu adalah penduduk asli pulau yang terletak di paling timur negara ini. Rafi pun berinisatif untuk bertanya kepada orang tersebut guna mendapat informasi tentang tempat itu.


Dengan segala basa basi yang tidak penting, akhirnya Rafi tahu sebuah informasi yang cukup membuat dia kagum. Rumah yang baru saja dimasuki mobil itu adalah rumah yang biasa digunakan untuk pegawai proyek yang membangun infrastuktur di daerah ini. Rumah itu baru tiga bulan dikosongkan dan bisa digunakan untuk persewaan jika nanti ada proyek kembali. Ada beberapa rumah sejenis di daaerah itu.


Setelah mendapat infornasi dan dua orang itu pergi, Rafi terlebih dahulu menyembunyikan motornya di salah satu sisi rumah tersebut lalu dia mengendap mencari akses untuk masuk. Rafi kembali dibuat terkejut dengan keadaan rumah itu. Ternyata hanya tembok bagian depan saja yang bentuknya dibuat tinggi, bagian samping hingga ke belakang, tinggi tembok tak jauh beda dengan tinggi tubuh Rafi. hanya ada selisih sekitar beberapa senti meter saja.


Tidak butuh berpikir terlalu lama, Rafi lantas mencari sisi tembok yang bisa dia panjat. Tak butuh waktu yang lama juga, Rafi menemukan apa yang dia butuhkan saat ini. Mungkin karena anak kampung, Rafi terlihat sangat tangkas memanjat tembok tersebut dan turun dengan sangat mudah tanpa mengeluarkan bunyi. Begitu sudah masuk ke area dalam, Rafi tinggal mengendap mencari jalan masuk ke dalam rumah.


Sementara itu di dalam rumah tersebut.


"Ah, sial! Kenapa nggak ada sinyal satupun sih?" salah satu dari orang asing tersebut nampak begitu kesal karena sedari tadi dia tidak bisa menghubungi bos mereka tapi tidak bisa karena terhalang sinyal.

__ADS_1


"Coba cari di luar rumah, kali aja ada," usul rekannya. Tanpa membalas perkataan itu, orang asing tersebut setuju dan dia keluar rumah hanya untuk mencari sinyal.


Tentu saja keluarnya orang asing itu membuat Rafi memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam rumah. Di saat orang asing itu naik ke atap mobil demi mendapatkan sinyal, Rafi langsung saja bergegas menyelinap masuk setelah melihat keadaan aman. Rafi langsung mengambil sisi ruangan gelap dan ada tembok penghalang sebagai tempat dia bersembunyi.


Untuk sementara, Rafi terdiam di sana sambil berpikir langkah yang akan dia ambil berikutnya. Tak lama setelahnya, Rafi melihat orang itu masuk dan mendengar mereka berbicara dengan bahasa inggris. Rafi cukup terkejut saat mendengar kata yang memilki arti alat penyadap menempel pada ponsel salah satu anak Moreno. Rafi langsung berpikir keras mencari cara agar bisa mengatasi situasi ini dengan mudah.


"Apa Angela masih tidak sadarkan diri? Kenapa aku tidak mendengar suaranya?" gumam Rafi. Apa yang Rafi pikirkan memang benar, Angela masih tidak sadarkan diri akibat obat bius. Wanita itu berada di dalam salah satu kamar yang ada di rumah itu. Rafi mengintip dari celah yang menghubungkan tempatnya berada dengan ruang dua orang asing itu.


Lama menunggu kesempatan, akhirnya Rafi memiliki peluang untuk menjalankan rencananya. Terlihat diruangan sebelah, dua orang asing meninggalkan ruangan itu dan melangkah ke kamar yang berbeda. Kemungkinan yang satu hendaak tidur dan yang satu menengok keadaan tawanannya. Begitu dua orang masuk ke dalam kamar tujuan masing masing, Rafi langsung bergerak dan mengambil benda penting yang tergeletak di atas meja.


Setelah mengamankan dua buah senjata api dan menyembunyikannya di salah satu ruangan gelap, Rafi tinggal memutuskan akan mengatasi musuh yang mana terlebih dahulu. Karena Rafi tidak tahu di kamar mana Angela berada saat ini. Namun tak lama setelahnya, Rafi melihat salah satu orang itu keluar dari dalam kamar. Rafi yakin di sanalah saat ini Angela berada.

__ADS_1


"Jack! Senjataku di bawa ke kamar apa?" tanya orang asing saat kembali duduk di sofa yang ada di sana dan menyadari senjatanya sudah tidak ada di atas meja.


"Apa!" terdengar pekikan dari dalam. "Bukankah senjata ada di atas meja!"


"Tidak ada!" sahut orang yang duduk. Tak lama setelah dia menjawab, rekannya yang berada di dalam kamar langsung keluar dengan menunjukkan wajah terkejutnya.


"Tadi masih di sini?" tunjuk orang yang baru saja keluar kamar.


"Sial! Apa ada penyusup!" tebak orang yang tadi duduk dan saat ini sudah berdiri.


"Apa yang sedang kalian cari?" suara Rafi yang tiba tiba muncul, membuat dua orang itu terperangah seketika.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2