SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Saat Pesta Masih Berlangsung


__ADS_3

Sergio terkesiap mendengar ucapan Rafi yang begitu tenang. Pria itu menatap tajam ke arah Rafi lalu tak lama kemudian dia pergi begitu saja meinggalkan seluruh anggota keluarganya yang masih terpaku setelah mendengar cerita dari mulut pemuda yang baru menerima sebuah jabatan tertingi dan sangat berkelas.


Tanpa mempedulikan sang istri yang terus memanggil namanya, Sergio berjalan cepat menuju ke arah mobilnya dan langsung menancapkan gas begitu tubuhnya telah berada di dalam mobil. Amarahnya kian berkobar serta mulutnya tidak berhenti mengumpat dan mengucap sumpah serapah yang pastinya dia tujukan kepada Rafi. "Dia pikir dia siapa! Kita lihat saja, siapa yang akan hancur, Rafi! Aku pastikan akan memberi kamu pelajaran, sebelum kamu sempat membalaskan dendammu sendiri."


Dan memang inilah yang diinginkan Rafi. Sudah pasti Rafi memperhitungkan segalanya. Lagian akan sangat percuma Rafi membawa kasus kematian ayahnya melalui jalur hukum. Meskipun Rafi sudah memiliki kekuasan, bukan berarti Rafi akan menggunakan kekuasan untuk membalas Sergio lewat jalur hukum. Namun Rafi ingin membalas perbuatan Sergio dengan cara lain yang sudah dia pelajari melalui apa yang dia tonton.


Sedangkan di dalam gedung itu sendiri, pesta masih berlangsung. Saat Rafi turun dari panggung, hampir semua tamu langsung menyambutnya dan memberi selamat atas jabatan yang baru saja Rafi miliki. Tak sedikit pula yang menunjukan rasa simpatik dan prihatinnya dengan kisah yang dialami ayahnya Rafi.


Keluarga Cahaya gemilang sendiri saat ini sudah tidak kelihatan satu orang pun. Mereka pergi tak lama setelah Sergio meninggalkan mereka. Mereka terlanjur sangat malu karena perbuatan mereka sendiri, jadi mereka memilih pulang terlebih dahulu tanpa berpamitan kepada tuan rumah.


"Sial! Ternyata Rafi memang sengaja ingin mempermainkan kita," umpat wanita tua di dalam perjalanan menuju ke rumahnya.


"Ya lagian ibu terlalu gegabah dan tidak membaca situasi," sahut Lupita yang numpang di mobil orang tuanya karena telah ditinggal oleh Sergio. "Coba kalau ibu percaya dan pura pura mau menerima Rafi apa adanya, pasti ceritanya nggak bakal kayak gini."

__ADS_1


"Tapi kan ibu nggak tahu kalau Rafi hanya sandirawa. Ngomongnya aja sangat meyakinkan begitu," Ibu tetap tidak mau di salahkan.


"Sudah, tidak usah berdebat," sang ayah yang duduk di belakang melerai anak dan istrinya yang duduk di depan. "Sekarang kita sudah tidak punya harapan lagi untuk jadi bagian dari Falcano grup. Harapan kita saat ini ada pada Burhan."


"Tapi kan, Burhan sendiri tergantung bisa ngajak kerja sama Rafi atau tidak, Pak," ucap Lupita dengan tatapan lurus ke depan karena dia yang memegang kendali mobil.


"Ya udah, kita lihat aja nanti usaha dia gimana. Bukankah dia juga sangat gegabah? Langsung mengungkap masa lalu Mail segala. Bikin malu aja."


Dua wanita beda usia langsung saling terdiam. Biar bagaimanapun mereka memang menyalahkan Burhan atas tindakannya yang membuka keburukan orang tuanya. Burhan sendiri saat ini berada di mobil lain bersaama anak istrinya. Mereka juga sedang membahas perisrtiwa yang mereeka alami di pesta tadi.


"Nggak usah terlalu dipikirkan, sebentar lagi papih akan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang tidak kalah dengan Folcano grup," balas Burhan terlihat sangat begitu yakin. Matanya lurus memandang arah depan mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.


"Bagaimana caranya? Bukankah syarat yang mereka ajukan, Papih harus bisa ngajak Rafi kerja sama?" tanya Sonya, istri dari Burhan yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Tenang saja, kita bisa cari cara lain untuk meluluhkan Rafi." pria itu masih terlihat sangat yakin. istri dan anaknya hanya bisa diam, tidak meneruskan obrolan lagi. Mereka berharap keyakinan yang Burhan tunjukkan benar benar bisa terwujud.


Di tempat pesta sendiri, suasananya masih terlihat meriah. Rafi dan yang lainnya masih terlibat dalam obrolan tentang dunia yang baru saja Rafi masuki. Di tengah obrollannya, mata Rafi melihat wanita yang dia kenal, Rafi memutuskan untuk mendekat ke arah wanita itu.


"Bagaimana? Anak anak panti datang semua kan?" tanya Rafi kepada dua wanita muda yang tadi sedang membimbing beberapa anak kecil.


"Datang semua, Tuan, tapi maaf, Ibu tidak ikut karena keadaannya belum stabil," jawab salah satu dari dua wanita muda itu.


"Nggak apa apa, yang penting kalian hadir, saya sudah senang," balas Rafi bijak.


"Tuan."


"Ya, ada apa?"

__ADS_1


"Kami berdua siap membayar hutang kami kepada anda, Tuan. kami siap membayarnya dengan apa yang kami miliki."


...@@@@@...


__ADS_2