
"Apa!" pekik Moreno. "Rafi dan Angela menghilang?"
"iya, Dad, Mereka tidak terlihat dimanapun," jawab maxi yang ditugaskan untuk memanggil anak kandung dan anak angkatnya, karena sedari beberapa waktu yang lalu, mereka tidak menampakan diri. Moreno dan yang lain langsung panik dan mereka segera saja pergi ke lobby tempat mereka menginap.
"Aduh, Ron, kalau terjadi apa apa dengan Angela gimana? Ini bukan negaranya, pasti dia nanti akan sangat kesulitan," rengek Mommy dengan pikiran yang sudah kemana kama karena terlalu khawatir.
"Nggak mungkin, Mom. Angela pasti baik baik saja. Kalau dia saat ini bersama Rafi, pasti dia aman," Aron berusaha menenangkan Ibunya. Tapi yang namanya orang tua, mereka tidak akan tenang sebelum mendengar sendiri kabar dari anaknya yang hilang.
Setelah berada di bagian informasi, Maxi langsung memberi tahu informasu tentang keluarganya kepada petugas yang ada di sana. Dengan sigap peetugas langsung bergerak dengan beberapa petugas keamaan, menuju pintu lainnya yang merupakan bagian dari tempat penginapan tersebut.
"Loh, petugas yang ada di sini pada kemana?" seru salah satu petugas. Mereka tercengang karena di pintu masuk lain, tidak nampak satupun petugas hotel maupun pihak keamaaan yang terlihat di sana. Semua langsung panik dan mencarinya.
"Sial! Mereka merusak cctv!" petugas keamanan berseru saat melihat kamera pengawas yang terpasang di salah satu sudut, telah terpotong kabel penghubungnya.
__ADS_1
Mereka lantas kembali mencari petugas yang menghilang. ternyata setelah beberapa lama mencari, para petugas ditemukan. Mereka disekap di dalam salah satu kamar, menurut keterangan dari mereka, ada dua orang asing yang awalnya menginap di sana, tapi tak lama setelahnya mereka satu persatu diserang dan diancam dengan menggunakan senjata api.
"Dad, jaangan jangan ..."Aron tidak meneruskan katanya. Dia dan Ayahnya cukup terkejut, begitu mendengar keterangan para petugas.
"Daddy ngerti," ucap Moreno yang rahangnya sudah mengeras. Dia sudah tahu ini perbuatan siapa.
"Apa di sini ada yang bernama Moreno?" tiba tiba seseorang muncul dari luar pintu akses masuk, membuat semua yang berkumpul di sana cukup terkejut melihatnya termasuk Moreno.
"Saya Moreno, ada apa?" tanya Moreno dengan tatapan penuh selidik kepada orang yang wajahnya sangat asing dan sudah dipastikan dia adalah penduduk lokal pulau ini.
Ada perassaaan lega saat Moreno mendengar kabar tersebut. Dia sangat yakin, itu pasti Rafi. Moreno lantas mengiyakan kalau yang meminjam motor orang itu adalah anaknya. Moreno lalu menjanjikan kalau motornya tidak kembali, maka akan diganti dengan yang baru. Orang itupun nampak senang mendenganya.
Sementara di tempat kejadian dimana Angela disekap, wanita itu baru saja tersadar dari obat bius. "Rafi!" pekik Angela begitu matanya terbuka dan menangkap sosok yang sedang terbaring menghadapnya. Angela langsung bangkit dan duduk di di tempat yang sama. "Aku ada dimana?"
__ADS_1
Rafi menelantangkan tubuhnya. "Entah ada dimana, tapi kamu selamat dari penculikan," jawab Rafi yang memang dia tidak tahu ada di daerah mana mereka saat ini.
Kening Angela berkerut dan otaknya langsung mengingat kejadian yang dia alami. Tak lama setelahnya dia menoleh ke arah Rafi lalu menidih tubuh pemuda itu. "Aku takut," sembari memeluk erat erat.
Rafi tentu saja sangat kaget dengan tingkah Angela saat ini. Apa lagi bukit kembar Angela yang besar dan kenyal sangat terasa berada di dada Rafi, membuat pemuda itu harus menahan jiwa liarnya. "Nggak perlu takut, semua aman. Musuh udah aku kalahkan."
Angella sontak mendongak dan menatap Rafi dengan tatapan tak percaya. "Benarkah?" dengan sangat yakin, Rafi mengngguk. "Makasih," tanpa diduga Angela langsung menempelkan bibirnya dalam waktu yang cukup lama, membuat Rafi terkejut, tapi dia tidak bisa menolaknya.
"Lebih baik kita kembali ke hotel, Daddy pasti saat ini sangat khawatir," ajak Rafi lalu dia hendak bangkit dari berbaringnya.
"Nggak mau," diluar dugaan, Angela malah menolaknya. Bahkan wanita itu menahan tubuhh Rafi agar tidak bangkit dengan memeluknya dan menaruh kepalanya di ceruk leher pemuda itu.
"Kenapa nggak mau? Daddy dan yang lain pasti sudah sangat khawatir, Angela," suara Rafi agak meninggi.
__ADS_1
Sebelum mengeluarkan suaranya, Angela melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan Rafi. "Ini sudah sangat malam, Rafi, udah jam sepuluh lebih. Akan bahaya jika kita keluar malam malam begini. Di sini bukan daerah kita. Lebih baik kita tunggu sampai pagi dan malam ini kita habiskan waktu berdua mumpung ada kesempatan."
...@@@@@...