
Seperti yang sudah direncanakan, Rafi hari ini terpakas membatalkan pergi ke kantornya setelah menyanggupi permintaan Moreno. Rafi yang sudah rapi, terpaksa berganti pakaian rumahan karena akan menemani dua wanita muda yang ada di rumah itu. Padahal berangkatnya nanti saat agak siang, jadi Rafi terpaksa akan menghabiskan waktu untuk kegiatan lain.
Setelah kepergian Moreno dan mengobrol sejenak dengan keluarga ayah angkatnya, Rafi memutuskan kembali ke kamar. Karena tidak ada kegiatan, Rafi memilih melakukan olahraga. Dari sikap yang ditunjukan oleh anak anak Moreno, tidak ada yang iri ataupun mengintimidasi dengan keberadaan Rafi. Maka itu pemuda itu merasa tenang berada di rumah mewah itu. Seperti biasa, jika olah raga, Rafi cukup mengenakan celana kolor saja.
"Apa yang sedang kamu lakukan, Rafi?" sebuah suara membuyarkan kefokusan Rafi yang saat ini sedang melakukan angkat beban. Posisi Rafi saat ini sedang berbaring di atas alat olah raga dengan kedua tangan menangkat sebuah beban. Rafi cukup terkejut dengan kemunculan wanita bule berpakaian seksi yang tiba tiba udah berdiri di hadapannya.
Sebelum menjawab, Rafi langsung melepas alat angkat bebannya dan bangkit lalu duduk di tempat yang sama. "Sedang olah raga," jawab Rafi tentunya dengan bahasa inggris yang cukup terbata.
Wanita bernama Angela itu tersenyum lebar dan langsung duduk di sebelah Rafi. Sangat dekat sampai tubuh mereka menempel dan hal itu membuat Rafi agak salah tingkah. Di mata Rafi, keadaan wanita itu saat ini sungguh membuat jiwa liar laki lakinya meronta. Ingin rasanya Rafi melahap habis bukit kembar yang nampak tersiksa karena jeratan kain yang dipakai Angela terlihat sangat kencang.
"Marisa mana?" tanya Rafi sedikit bingung mencari bahan obrolan karena pikirannya lebih fokus ke tubuh wanita yang menempel padanya.
"Marisa lagi mandi, Sepertinya dia lagi berendam," jawab Angela yang nampak seperti sedang memamerkan bukit kembarnya karena dia menjawab pertanyaaan Rafi dengan membusungkan dadanya. Tentu saja Rafi hanya bisa menelan ludah.
"Mommy sama kakak kakak kamu mana?" tanya Rafi yang terus berusaha mengontrol keadaan dirinya agar bisa menguasai jiwanya yang sedang meronta ingin melahap habis benda kembar yang sangat indah itu.
__ADS_1
"Mommy sama kakak katanya mau ke kantor, pengin lihat lihat. Bukankah tadi sudah cerita?" jawaban Angela yang langsung menatap Rafi membuat pemuda itu semakin salah tingkah dan sedikit menimbulkan rasa malu.
Rafi langsung cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Oh iya, aku lupa."
"Kamu kenapa? Kok kayak grogi gitu?" tanya Angela yang merasa aneh dengan sikap pria yang duduk di sebelahnya.
Rafi sontak tergagap dan dia langsung menggeleng. "Tidak apa apa. Aku hanya bingung saja karena tidak terlalu pandai ngobrol dengan bahasa inggris, jadi bingung mau ngomong apa," jawab Rafi yang sebenarnya sedikit ada dustanya.
Angela sontak tersenyum lebar dan dia semakin membusunngkan badannya dengan kepala menatap ke langit langit ruang itu, membuat jiwa Rafi semakin meronta saja. "Apa kamu ada hubungan istimewa dengan Marisa?"
Tentu saja Rafi langsung tergagap. "Eh apa?" Rafi malah bertanya, dan hal itu membuat angela jadi tekekeh.
"Hahaha ... kamu lucu. Diajak ngobrol malah melamun, apa yang kamu pikirkan?" kini Angela tidak membusungkan dadanya lagi tapi matanya seperti menyelidik pemuda di sampingnya yang sedang cengengesan karena kebingungan. Angela agak terkejut saat melihat bagian bawah tubuh Rafi ada yang terlihat mengembung dibagian tengah celana kolor yang Rafi pakai. Wanita itu lantas tersenyum dan mendekatkan sedikit wajahnya ke arah Rafi. "Punya kamu sedang tegang itu."
Rasa terkejut Rafi langsung berlipat ganda. Selain terkejut karena Angela yang mendekatkan wajahnya, dia juga terkejut dengan apa yang dikatakan wanita itu. Secara reflek Rafi malah menunduk melihat bagian tubuh bawahnya yang memang sudah menegang di balik celana kolornya sedari tadi. Wajah Rafi langsung memerah.
__ADS_1
"Pantas tadi kamu melamun, apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang nakal?" suara Angela yang lirih malah terdengar seperti sedang menggoda pria di sebelahnya. Terdengar sangat seksi.
"Em, tidak," Rafi memilih membantahnya. Bukannya munafik, karena Rafi menganggap Angela adalah adiknya.
Angela lalu terssenyum, dia tahu pria itu sedang berbohong. "Katanya batang cowok negara ini ukurannya kecil ya?"
"Kata siapa?" Rafi cukup terkejut mendengar pertanyaan Angela, tapi dia juga terlihat tidak terima.
"Banyak yang bilang, punya kamu juga pasti sangat kecil kan?"
"Enak aja! Gede dong!"
"Benarkah? Boleh aku lihat?"
"Waduh."
__ADS_1
...@@@@@...