SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Tamu Di Pagi Hari


__ADS_3

Pagi itu, sekitar pukul tujuh, terlihat empat orang pria sedang berbincang santai di dekat post jaga. Kabar gembira yang baru saja terdengar dari dua pria dinatara mereka, membuat keduanya sedikit lupa kalau mereka sebenarnya ingin pergi ke dapur sekedar membuat kopi sembari menunggu waktu berangkat kerja.


Di saat bersamaan, empat orang pria itu melihat sebuah motor matic masuk ke area kost tersebut. Tentu saja kehadiran motor di pagi itu menjadi perhatian, lantaran yang mengendarainya adalah dua orang wanita. Mereka penasaran ada perlu apa dua wanita itu datang ke tempat kost di pagi hari seperti ini.


Salah satu dari empat pria itu tertegun, begitu dua wanita itu melepas helm dan wajahnya jelas terlihat. Yang membuat pria bernama Rafi tertegun adalah, salah satu wanita yang datang, wajahnya sama persis dengan wajah wanita yang dia lihat di dalam layar ponsel milik seorang wanita yang semalam tidur bersama dengan Rafi.


"Mas, pacarnya datang tuh," celetuk salah satu pria pada pemuda bernama Rafi karena pria itu pernah melihat salah satu wanita itu beberapa hari yang lalu. Rafi lantas tersenyum dan membantahnya.


"Hahaha ..." dua pria itu malah tertawa dan salah satunya kembali bersuara. "Orang aku pernah lihat dia keluar dari kamar kamu kan, Mas?"


Kali ini Rafi tidak bisa mengelak. Nyatanya apa yang dikatakan pria itu benar, salah satu dari wanita itu pernah berada di dalam kamar bersama Rafi. Karena dua wanita itu semakin dekat, dua pria yang tadi hendak membuat kopi langsung undur diri meneruskan niatnya. Sedangkan satu pria yang bertugas menjaga post, tetap berada di tempatnya memperhatikan interaksi Rafi dan dua wanita itu.


"Hai, Fi, apa kabar?" sapa salah satu wanita sembari mengajak Rafi untuk berjabat tangan.

__ADS_1


Rafi pun menyambut uluran tangan wanita itu. "hai juga, Lingze, kabar aku ya lumayan baik. Kamu sendiri gimana?"


"Kurang baik, makanya aku kesini ingin bertemu kamu," jawab wanita cantik yang akrab dipanggil LIngze.


Kening Rafi berkerut. Namun sebelum Rafi melanjutkan obrolannya, pemuda itu mengajak dua wanita tamunya untuk duduk di kursi tamu yang ada disana. "Kurang baik? kenapa bisa begitu?" tanya Rafi sambil melangkah menuju kursi tamu dan tak butuh waktu lama Rafi dan dua wanita tamunya sudah duduk di sana.


"Hehehe ... sebenarnya yang kurang baik ini sih, temenku. saking kurang baiknya, dia ngajaki aku pagi pagi banget kesini," jawab Lingze. "Kenalin nih, Fi, Amanda, anak pengusaha kaya raya."


Rafi pun tersenyum tipis dan mereka saling berjabat tangan. Rafi sudah pasti tahu nama dan anak siapa wanita bernama Amanda itu. Baru semalam dia dan Marisa menceritakan nama wanita itu, dan pagi ini wanita itu malah datang sendiri ke tempat Rafi. Jika datangnya bersama Lingze, apa mungkin dia akan menjual mahkotanya? Kalau benar, inilah saatnya yang Rafi tunggu.


Rafi kembali dibuat tertegun dengan ucapan Lingze. "kamu gosipin aku?"


Lingze langsung tertawa kecil. "Ya kan aku ngomongin apa adanya, Fi. Dia tidak percaya gitu waktu aku cerita tentang kamu dan dia ngotot pagi pagi minta datang kesini tadi."

__ADS_1


"Kok naik motor? Nggak naik mobil? Bukankah rumah kamu jauh?"


"Kebetulan kami baru aja habis menghadiri pesta lajang teman kami di hotel deket sini. Kita bawa mobil kok. Cuma karena kalau pagi macet, ya kami terpaksa pinjam motor staf hotel. Lagian ini cewek disuruh kesini siangan dikit, nggak mau. ngebet banget pengin kesini."


"Apaan sih, Ling. Nggak gitu juga kali," Amanda terkesan tidak terima dengan apa yang dikatakan Lingze. Tapi dari raut wajah yang terlihat, wanita itu sebenarnya malu karena Lingze mengatakan semuanya dengan jujur kepda Rafi.


"Emang ada tujuan apa sampai segitunya kalian dibela belain pagi pagi kesini?" tanya Rafi mski dia yakin kalau dua wanita itu datang kesana pasti ada hubungannya dengan uang dan ranjang.


"Amanda lagi butuh duit, Fi.Dia pengin jual diri sama kamu. masih segel katanya," Lingze mangatakan semua itu tanpa beban. Beruntung, di sana sudah tidak ada penghuni kost yang datang. Bahkan dua pria yang tadi sempat membuat kopi sudah pergi, jadi pembicaraan mereka kali ini aman.


"Yakin masih segel?"


"Ya buktiin aja lah, Fi. Jalan satu satunya kan melakukannya agar terbukti masih segel atau tidak?"

__ADS_1


Rafi tampak manggut manggut. Rafi pun mendadak punya ide sendiri menghadapi anak dari Sergio itu.


...@@@@...


__ADS_2