SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Tamu Pak Rt


__ADS_3

"Apa!" seru Rafi dengan suara yang cukup kencang. Dia sangat terkejut begitu mendengar kabar dari Madi tentang apa yang terjadi di kampungnya. Sang asisten juga ikut terkejut melihat sikap Rafi yang wajahnya nampak berubah. didengar dari pembicaraaannya, sang asisten tahu ada sesuatu yang mungkin saja adalah berita yang buruk.


"Baiklah, nanti kabari aku lagi," Rafi terlihat mengakhiri sambungan telfonnya. Dia menoleh ke arah sang asisten dan meminta ijin mengakhiri pelajarannya karena konsentrasi Rafi benar benar terganggu saat ini. Sang asisten pun memberikan ijin dan dia langsung merapikan bahan pelajaran dan meninggalkan ruangan Rafi.


Rafi kembali fokus menatap layar ponselnya untuk mencari informasi tentang dua pria anggota tato tulang ikan yang saat ini berada di kampungnya. Orang yang pertama Rafi hubungi adalah pak Rt. Rafi tahu di jam jam segini orang yang menjadi pemimpin warga di komplek rumah Rafi berada, biasanya sudah ada di rumah.


Di saat ponsel Pak rt berdering, di saat itu pula, dua pria anggota tato tulang ikan mengucapkan salam. Sambil meraih ponselnya yang sedang mengeluarkan suara dering yang cukup keras, Pak Rt melangkah menuju pagar rumah dan melihat dua pria berdiri di depan pagar rumahnya. Sebelum membuka pintu pagar, Pak rt terlebih dahulu mengegeser tombol hijau dan meletkan ponsel di tangannya menempel ke telinga.


"Sebentar, Fi, aku ada tamu, kamu chat aja," ucap Pak rt dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak, membuat Rafi semakin bertambah panik.


"Pak Rt ada tamu? Jangan jangan ..." Rafi tak meneruskan ucapannya, tapi apa yang dia pikirkan saat ini benar adanya. Dua orang yang sedang Rafi pikirkan saat ini memang sedang berada di rumah Pak Rt. Rafi segera saja mengirim chat dan berharap Pak rt tahu siapa tamu yang ada di rumahnya.

__ADS_1


"Iya, Mas., ada apa ya?" tanya Pak rt begitu pintu pagar telah dia buka.


"Maaf Pak saya menganggu," ucap salah satu dari tamunya. "Apa di komplek ini ada warga yang bernama Rafi?"


Kening Pak Rt langsung berkerut. Entah ini kebetulan atau bagaimana, baru saja Rafi menelponnya dan sekarang dua pria di hadapannya juga menanyakan tentang Rafi. Sedangkan nama Rafi yang ada di kompleks ini hanya ada satu. "Iya benar, tapi sayangnya Rafi nggak ada di sini," jawab Pak rt lalu dia mengecek ponselnya karena dia mendengar ada nada khusus yang berbunyi jika ada pesan masuk.


Pk Rt cukup terkejut saat membaca pesan dari Rafi. Tanpa berniat untuk membalasnya, Pak Rt langsung menatap ke arah dua pria di hadapannya. "Kalau boleh tahu, kalian siapanya Rafi, Mas?" tanya Pak Rt yang mulai beraksi setelah mendapat sebuah kabar.


Sebuah pertanyaan aneh yang cukup mencengangkan bagi Pak rt. "Emang saya harus tahu saat ini Rafi berada di mana? Apa seorang Rt harus tahu warganya pergi kemana saja gitu?"


Jawaban Pak Rt tentu saja membuat kedua pria itu salah tingkah. "hehehe ... maaf," ucap salah satu pria itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kali aja bapak tahu keberadaannya. Lalu rumah Rafi itu yang mana ya, Pak?"

__ADS_1


"Ya rumah Rafi tak jauh dari rumah saya. Kalau boleh tahu kalian itu siapanya Rafi?" pertanyaan Pak rt sontak membuat kedua pria itu bingung untuk menjawabnya. Tidak ada pilihan lain, mereka menggunakan cara klasik pada umumnya. Mereka mengaku sebagai saudara Rafi, tapi pengakuan dua pria itu memnbuat Pak rt terkekeh. "hehehe ..,. yakin kalian saudara Rafi?"


Sontak saja kedua pria itu kembali dibuat terkejut dengan pertanyaaan yang dilontarkan Pak rt. "Yakin, Pak. Kami memang suadaranya," salah satu pria dengan tenang berusaha meyakinkan.


"Setahu saya, Rafi itu tidak punya saudara. Kebetulan dia dan orang tuanya itu sudah lebih dari lima belas tahun tinggal di sini."


mendengar jawaban Pak rt tentu saja membuat dua pria itu tercengang. Mereka menyadari kalau mereka itu salah langkah. "Benarkah? Tapi serius kalau kami itu saudaranya, Pak. Kami memang sudah terpisah cukup lama karena sebuah kesalah pamahaman," salah satu pria itu ternyata masih bisa mencari alasan untuk meyakinkan Pak rt.


"Benar, Pak, kami kesini karena ingin meluruskan masalah yang terjadi pada keluarga kita," rekannya ikut menimpali.


Pak Rt nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. "Kalau boleh tahu, kalian saudaranya Rafi dari pihak ayah atau ibunya?"

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2