SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Kehangatan Pagi


__ADS_3

"Eughh~~"


Lenguhan panjang dan berat terdengar dari dalam kamar. Suara khas seorang pria yang baru saja terbangun dari tidurnya, mengggema, sebagai tanda kalau pria itu baru sadar dari lelapnya. Pria itu perlahan membuka matanya dan saat mata itu terbuka, pria itu malah tersenyum.


Di sebelah pria itu nampak seorang wanita masih memejamkan matanya dengan posisi tubuh yang miring. Wanita yang semalam telah menyerahkan segalanya kepada si pria, terlihat begitu nyenyak setelah bertempur semalaman dengan pria itu.


Pria bernama Rafi menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah si wanita. Lalu dia membelai pipinya dengan lembut. Setelah itu tangan Rafi bergerak ke bawah masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh mereka berdua dan tangan itu berhenti tepat di salah satu bukit kembar yang belum terbungkus baju.


Rafi menyibak sedikit selimut yang menutupi tubuhnya dan tubuh wanita itu hingga ke pinggang. Matanya memandang bulatan kembar yang masih sangat kencang dan kenyal. Bulatan kembar yang bahkan tidak cukup saat digenggam oleh telapak tangan Rafi, nampak sangat menggoda di pagi itu. Rafi menggeser tubuhnya hingga wajahnya tepat di depan bukit kembar kemudian dia menenggelamkan wajah itu di sana.


Karena merasa ada yang mengusik tidurnya, wanita bernama Nadia itu juga ikut terbangun juga dari tidurnya. Meski matanya belum terbuka, dia merasa ada kepala yang sedang bermain di dadanya. Dengan mata masih terpejam, tangan Nadia bergerak dan membelai lembut kepala pria itu.


"Nggak bosen, Mas? Semalaman kamu sudah ngenyot lama," tanya Nadia dengan suara berat khas bangun tidur.


"Ya nggak lah, namanya juga enak," jawab Rafi sambil terus memainkan si kembar.


"Jam berapa sekarang? Kok Mas sudah bangun?"


"Baru jam enam kurang lima belas menit. Aku memang terbiasa bangun jam segini. Sebentar lagi aku mau buka gerbang."

__ADS_1


"Kalau gitu aku ikutan bangun juga. Takut ada yang lihat nanti."


"Jangan," tolak Rafi. "Kamu disini saja dulu sampai para penghuni kost pada berangkat, baru nanti akan aman."


"Oh gitu, Terus nanti kalau Mbak yang kemarin datang kesini gimana?"


"Dia paling kesininya sore. Nggak mungkin sepagi ini langsung kemari. Apa lagi ada ibunya."


"Ya udah terserah kamu aja. aku nurut."


"Oke. Kalau gitu aku mau keluar dulu. kamu disini saja. Jangan pake baju dulu. Aku masih mau main bukit kembarmu."


Wanita itu lantas tersenyum dan mengiyakan permintaan Rafi. Setelah memberi kecupan kepada pucuk bukit kembar, Rafi langsung bangkit dan memakai pakaiannya yang berserakan lalu dia segera keluar kamar. Sedangkan Nadia memilih mencoba memejamkan matanya kembali meski ujung ujungnya tidak bisa tidur.


Tugas pagi Rafi memang hanya membuka pintu gerbang saja, lalu dia kembali masuk ke kamar untuk rebahan. Berhubung kali ini ada wanita di dalam kamarnya, Rafi tidak hanya sekedar rebahan saja saat ini, melainkan kembali bermaian dengan benda kembar yang mendadak jadi benda favoritnya.


"Kok cepet?" tanya Nadia saat merasakan Rafi kembali menyentuh tubuhnya.


"Kalau jam enam ya memang buka gerbang doang. Nanti jam tujuh baru beres beres, nyapu dan lain sebagainya. Kalau jam tujuh kan sudah mulai pada berangkat tuh."

__ADS_1


"Ya udah nanti aku bantuin ya?"


"Emang luka kamu nggak apa apa?"


"Ya nggak apa apa. Semalam juga kamu lihat kan? Aku nggak kesakitan."


"Syukurlah. Tapi nanti kalau sepi, aku boleh nyodok lagi nggak?"


"Ya boleh. Sepuas kamu deh."


Senyum Rafi langsung melebar. bahkan dia langsung menenggelamkan wajahnya diantara bukit kembar Nadia hingga wanita itu merasa gemas dengan pria yang baru saja dia kenal kemarin.


Sementara itu di tempat lain, terlihat tiga orang pria berwajah seram nampak sedang ngobrol di dalam satu ruangan. Mereka seperti sedang terlibat pembicaraan yang sangat serius. sampai mereka tidak sadar kalau diantara mereka, ada seseorang yang pura pura tertidur bersama dua orang lainnya.


"Kamu sudah baca perintah dari Tuan Sergio?" tanya salah satu pria yang kelihatannya adalah pimpinan mereka.


"Sudah, kenapa?" jawab orang yang dilempar pertanyaan.


"Cari tahu tentang Nona Marisa. Katanya dia pulang ke rumahnya sejak kemarin. Awasi terus rumah itu."

__ADS_1


"Baiklah."


...@@@@@...


__ADS_2