SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Mengecoh Musuh


__ADS_3

"Tadi kamu lihat motor masuk ke rumah target nggak?"


"Lihat, kenapa?"


"Kok nggak keluar lagi?"


"Mungkin itu orang yang bekerja di sana. Udah, kita tungguin aja."


Pria yang duduk di samping rekannya hanya mengangguk. Mata dua orang itu selalu tertuju pada rumah dengan pintu gerbang yang cukup tinggi. Sudah cukup lama dua orang yang saat ini duduk di dalam mobil, berada di kawasan rumah elit tersebut. Demi sejumlah uang yang cukup banyak, mereka rela menunggu seseorang keluar dari pintu gerbang yang mereka tatap sejak tadi.


"Lihat! pintu gerbangnya terbuka!" tunjuk pria yang duduk disebelah rekannya dengan sangat anutusias. Wajahnya berbinar dan nampak bersemangat. Sementara itu satu pria lainnya yang duduk sambil memegang alat kendali mobil sontak menyeringai.


"Waktunya kita beraksi, Bro!" pria pemegang kendali juga turut terlihat senang.


Memang benar, pintu gerbang yang lumayan tinggi itu terbuka dan sebuah mobil nampak keluar dari sana. Dua pria itu langsung menghidupkan mesin mobilnya dan bersiap untuk mengikuti mobil tersebut. Tak selang berapa lama setelah mobil yang keluar telah meluncur cukup jauh dari rumah, mobil yang dikendarai dua pria itu bergerak, melaju mengkiti mobil target. Saat mobil yang berisi dua pria itu melewati rumah yang tadi, seorang pria yang mengintip dari post jaga rumah mewah itu langsung menyeringai.


Dari dalam mobil, mata dua pria itu terus memandang lurus ke arah mobil yang dia ikuti. Sudah sejak beberapa menit yang lalu mereka belum menemukan waktu yang tepat untuk menghentikan laju mobil di hadapannya, karena jalan yang dilalui mereka cukup ramai. Sekitar tiga puluh menit kemudian, kening dua pria itu berkerut saat mobil yang mereka ikuti berbelok ke arah sebuah gedung supermall.

__ADS_1


"Kenapa mobil itu masuk ke sana?" tanya pria yang duduk di sebelah rekannya.


"Kita lihat saja. Mungkin mereka mau berbelanja," jawab pria yang mengemudikan mobil.


Mereka terus mengikuti mobil target hingga mereka sampai di tempat parkir khusus kendaraan roda empat atau lebih. Mobil dua orang itu juga terparkir tak jauh dari mobil target berada. Mata salah satu dari mereka terus mengawasi mobil itu karena rekannya sibuk memarkirkan mobil.


"Sepertinya wanita yang kita cari tidak ada," ucap pria yang matanya terus memperhatikan orang yang keluar dari mobil tersebut. "Lihat, hanya ada satu pria dan dua wanita!"


Rekan pria itu memandang ke arah yang ditunjuk rekannya setelah mobil terparkir dengan sempurna. "Ah, iya. Mereka nampak tua semua. Apa kita salah mengikuti mobil?"


Si pemegang kendali mobil nampak setuju, dan mereka menutup wajahnya dengan kain khusus agar wajah mereka tidak tertangkap kamera pengawas. Pelan tapi pasti, mereka terus mendekat ke arah mobil target. Di saat mereka sudah dekat, dua orang yang baru saja keluar dari mobil target, terlihat kembali ke mobilnya, dua pria itu langsung saja bersembunyi tak jauh dari mobil target.


"Bisa bisanya, dompet sampai kelupaan," gerutu seorang pria sambil membuka pintu mobil.


"Maaf, Mas An, namanya juga lupa, hehehe ..." seorang wanita terlihat tertawa kecil dan merasa bersalah. Di saat pria itu mengambil tas milik si wanita, telfon dalam sakunya berdering dan dia segera mengangkatnya. Setelah beerbicara sebentar, sambungan telfon pun berakhir.


"Siapa?" tanya si wanita sambil menerima tasnya.

__ADS_1


"Itu, orang rumah ngabarin, kalau Nona Marisa dan Nyonya Ayudia sudah berangkat ke bandara." Jawaban pria itu tentu saja mengejutkan dua pria yang sedang bersembunyi tak jauh dari tempat itu.


"Brengsek! Kita ketipu!" makinya.


Ya, mereka memang kena tipu. Itu semua berkat ide Rafi beberapa saat yang lalu. Rafi sengaja menyuruh tiga asisten rumah tangga di tempat kerja tuan Alexander untuk memancing orang yang sedari tadi mengawasi rumah Marisa agar pergi dari komplek rumahnya. Selang beberapa menit kemudian, Nyonya Ayudia baru keluar dengan mobil lain menuju bandara dan Rafi beserta Marisa keluar dari rumah mewah itu dengan motor sewaannya.


"Gimana reaksi mereka ya, Fi?" tanya Marisa saat mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat kost.


"Yang pasti mereka bakalan terkejut banget. dah jangan terlalu dipikirkan."


"Ya pasti kepikiranlah, Fi. Nggak nyangka saja, Om sergio akan melakukan cara apapun untuk menguasai harta Daddy."


Rafi tak lagi menanggapi curhatan wanita yang duduk di belakangnya. Dia fokus menatap depan jalanan agar cepat sampai tujuan. Tapi saat mereka berada di jalanan yang cukup sepi, mereka dikejutkan dengan dua motor yang tiba tiba berjalan di sisi kanan dan kiri motor Rafi. Lalu pengendara motor itu mengeluarkan senjata tajam dan memerintahkan Rafi untuk berhenti.


"Fi, mereka siapa? Apa suruhan Om Sergio juga?" cicit Marisa nampak ketakutan.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2