
Rafi cukup terkejut mendengar pengakuan dari Kalina. Dia tidak menyangka kalau dua orang yang dia tolong, sedang dalam hubungan serius. Rafi tentu saja sangat mendukung dua orang yang saat ini sedang membutuhkan bantuan dari dirinya. Bahkan Rafi sempat mengucapkan selamat pada Kalina begitu wanita itu mengungkapkan hubungannya dengan Wildan.
Meski begitu, ada suatu perasaan yang mengganjal di dalam hati Rafi. Bukan karena Rafi cemburu atapun iri dan sebagainya, Rafi takut jika mereka berjodoh, Wildan akan kecewa dengan keadaan Kalina yang sudah tidak suci lagi. Bahkan rasa khawatir Rafi bertambah besar saat membayangkan betapa besar rasa kecewa Wildan jika dia tahu siapa pria yang telah merenggut kesucian Kalina.
Seandainya memiliki banyak waktu, Rafi ingin mengatakan apa yang mengganggu pikirannya saat ini pada Kalina. Tapi sayang, waktu yang sudah menunjukkan semakin siang membuat Kalina dan Wildan harus segera berangkat untuk menuntaskan masalah wanita itu. Setelah semuanya siap, Wildan dan Kalina berangkat dengan membawa dua pengawal dan memakai salah satu mobil mewah yang dibawa oleh pengawal Rafi.
"Apa mereka akan berhasil?" tanya Marisa begitu mobil yang membawa Wildan sudah hilang dari pandangan.
"Ya kita doakan saja semoga misi mereka berhasil," jawab Rafi. Keduanya lantas memilih menujku ke seberang jalan untuk membeli cemilan dan sekalian menyapa para pedagang.
Orang orang yang sedang mencari rejeki di seberang kost, sontak saja pada heboh melihat kedatangan Rafi. Mereka terlihat antusias menyambut kedatangan pemuda itu. Meski baru beberapa waktu tidak bertemu, mereka sudah sedikit takjub dengan penampilan Rafi saat ini. Kata para pedagang, Rafi sudah terlihat seperti orang yang sangat kaya.
__ADS_1
Rafi pun terlihat merasa senang bertemu para pedagang. Biar bagaimanapun, merekalah orang orang yang pernah menemani Rafi saat baru datang ke kota ini. Sebagai ungkapan syukur, Rafi juga membagikan rejeki yang dia dapat, dan hal itu sangat disambut antusias oleh para pedagang. Puas bercengkrama dengan para pedagang, Rafi memutuskan kembali ke tempat kost bersama Marisa.
"Fi," teriak seseorang begitu Rafi sedang ngobrol dengan Marisa di post jaga sambil menikmati beberapa cemilan yang tadi mereka beli. Rafi dan Marisa sempat menoleh ke sumber suara, dan terlihat seorang pria yang Rafi kenal sedang mendekat. "Gila! pindah rumah nggak bilang bilang."
Rafi sontak tersenyum lebar, "Sorry, Dit, mendadak banget, kita duduk di dalam aja yuk," ajak Rafi dan dia beranjak menuju ruang tamu bersama Dito, meinggalkan Marisa yang katanya akan menyusulnya nanti. "Biasanya kamu jam segini lagi tidur, Dit," tanya Rafi lagi begitu mereka duduk di ruang tamu.
"Udah tadi," jawab Dito. "tadi aku mendengar kamu ada disini, jadi ya aku langsung saja ke sini. padahal niatnya mau beli makan, tapi gampanglah nanti."
"Hahaha ... emang nggak lapar?" tanya Rafi yang masih menikmati cemilannya berupa cireng bumbu kacang.
"Ada perlu?" Dito mengangguk. "Ada perlu apaan? Kayaknya penting banget sampai mau nunda rasa lapar?"
__ADS_1
"Hahaha ..." Sebelum menjawab, Dito malah terbahak sendiri karena tingkah anehnya. "Kamu masih nyari wanita bersegel nggak?"
Rafi yang hendak memasuksin cireng isi ayam suwir di siram saus kacang seketika menghentikan gerakan tangannya. Rafi sedikit terkejut dengan pertanyaan yang diajukan teman di hadapannya. "Ya masih sih. kenapa?" tentu saja Rafi masih membutuhkan gadis bersegel karena dia kembali mendapat pesan berupa misi yang sama.
"Aku ada kenalan, cewek. Tempat kerjanya nggak jauh dari tempat kerjaku. Katanya lagi butuh duit. Kalau satu juta dua juta sih aku mau aja bayar, tapi dia minta harga seratus juta. Gila nngak tuh," Dito nampak bersemangat dalam menjabarkan informasi yang dia bawa "Katanya dia sangat butuh uang itu, makanya aku teringat sama kamu. udah tiga hari ini loh aku mencari kamu."
"Kenapa kamu nggak telfon aku aja?"
"Telfon darimana? Nomer kamu aja aku nggak punya. Mau minta penjaga kost yang baru agak segan. Anaknya kayak susah diajak buat akrab."
Rafi mengangguk mengerti. "Ya udah nanti aku kasih nomer telfon aku. Kamu bilang sama itu cewek, suruh menghubungi aku dulu biar akrab."
__ADS_1
Dito seketika langsung mengacungkan salah satu jempolannya sebagai tanda kalau dia akan mematuhi perintah pria di hadapannya. Di saat bersamaan, Rafi mendengar suara Marisa berteriak. Karena terlalu asyik ngobrol dengan Dito, Rafi sampai lupa kalau Marisa masih berada di depan kost. Rafi segera saja beranjak menuju post jaga dan wajahnya terkejut saat melihat apa yang terjadi di sana.
...@@@@@@...