SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Ajakan Kerja Sama


__ADS_3

Rafi terlihat cukup terkejut saat mendengar sesuatu yang diceritakan pria yang sedang putus asa itu. Rafi tidak menyangka pekerjaan yang dilakukan pria itu berdampak besar pada kelangsungan hidup dirinya dan juga orang orang yang hidup bersama pria itu. Lagi lagi Rafi ditunjukkan kalau uang bisa merubah segala keadaan sesuai keinginan pemiliknya.


Rafi masih terdiam. Telinganya masih setia mendengar kata demi kata yang keluar dari pria yang terlihat lelah dalam menjalani kisah buruknya. Ada rasa kasihan dalam diri Rafi dengan keadaan pria itu, tapi Rafi mencoba menepis perasaan kasihan demi mendapat keuntungan dari pria yang terlihat sedang lemah.


"Lalu, apa rencana anda selanjutanya?" tanya Rafi begitu pria itu selesei bercerita.


"Yang pasti aku ingin lepas dari jaringan yang sudah mengikatku. Aku ingi menjalani kehidupan normal setelah lima tahun ini aku terbelenggu karena dosa dosa yang aku lakukan," jawab pria itu dengan mata yang berkaca kaca. "Semua ini demi masa depan yang lebih baik untuk anakku."


"Tapi bukankah hal itu akan sangat sulit? Kecuali jika anda mau melawan agar bisa lepas dari jaringan yang anda ikuti?"


"Aku tahu. Maka itu satu satunya jalan agar aku bebas ya aku harus menghilang."


"Hahaha ..." Rafi terkekeh. "Tidak menjamin cara itu akan menyelesaikan masalah anda, pak."


Pria itu berdiri lalu berpindah tempat duduk ke tembok yang ada di sisi kanan Rafi. Matanya lekat menatap pemuda yang saat ini sesekali menatap layar ponselnya. "Dari pembicaraan kita sejak tadi, sepertinya kamu tertarik dengan jaringan yang aku ikuti?"

__ADS_1


Rafi tersenyum lebar sembari memandang pria disebelahnya. "Gimana nggak tertarik? jaringan yang anda ikuti semacam mafia gitu. Tapi disaat anda ingin bebas, anda malah kesulitan mencari jalan keluar. Bahkan nyawa anda dan anak anda juga ikur terancam. Aneh bukan?"


Pria itu terkekeh. "Selucu itu ya? tapi kalau tidak ada orang orang berduit, jaringan ini juga tidak akan berjalan. Maka itu biasanya untuk mendapat keuntungan, kita akan mengancam kepada orang yang menggunakan jasa kita."


Kening Rafi langsung berkerut. "maksudnya?"


Pria itu tersenyum masam. "Kamu tahu jika kita akrab dengan sebuah kejahatan, semua akan senang dan kompak jika kita dalam keadaan aman dari kejahatan yang kita lakukan. Tapi percayalah, akrab dengan kejahatan, selamanya tidak akan tenang. Sama seperti orang orang yang membayar kami, mereka akan aman dan senang bisa menjalani hidup selama tidak ada yang berani membongkar kejahatan mereka. Tapi sekali ada yang mengancam akan membongkar kejahatan yang mereka perbuat, mereka akan melakukan apa saja agar kejahatan mereka tetap aman, termasuk mengirim sejumlah uang atau melenyapkan barang bukti temasuk orang yang mangancam."


Rafi terdiam dengan pikiran mencerna ucapan dari pria dihadapannya. Apa yang dikatakannya memang benar. "Apa anda mengenal pengusaha yang bernama Alxander wallington, pengusaha keturunan dari Amerika?"


"Aku mantan pekerjanya," balas Rafi berdusta. "Aku dengar dia diserang saat baru pulang kunjungan dari salah satu pabriknya. Aku juga dengar kalau orang orang anda yang menyerangnya? Apa anda termasuk?" entah dapat keberanian darimana, Rafi bisa mengatakan hal itu, tapi dari nada bicaranya, Rafi terlihat sangat tenang. Mungkin dia percaya kalau pria ini memang akan berubah.


"Aku tidak ikut dalam pekerjaan itu. Justru pada saat itu terjadi, aku sedang sibuk mencari tempat untuk persembunyian anak dan istriku. Aku cuma mendengar, ada saksi atas kejadian itu, salah satunya supir yang bersama Alexander."


Rafi kembali terkejut mendengarnya. Dugannya benar karena ayahnya adalah saksi, jadi sang ayah harus disingkirkan oleh mereka. "Apa ada saksi yang lainnya?"

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada. Memang penyerangan itu dirancang agar seolah olah dilakukan oleh perampok. Tapi tujuan sebenarnya adalah untuk melenyapkan Alexander. Saat jaringanku beraksi, aku ada dikota lain bersama anak dan istriku."


Rafi mengangguk dan terus berusaha bersikap tenang. Dia sekarang harus mencari cara agar bisa memanfaatkan orang ini untuk bekerja sama. "Apa anda mau bekerja sama untuk membongkar kasus yang menimpa Tuan alexander?"


Kening pria itu berkerut. "Maksud kamu?"


"Saya mengajak anda untuk bekerja sama membongkar kejahatan jaringan yang anda ikuti, gimana?"


"Hahaha ..." pria itu malah terbahak. " Kamu siapa? Kamu nggak bakalan sanggup melawannya. Meski jaringan yang aku ikuti hanya berjumlah enam orang dengan saya, tapi mereka punya orang belakang yang sangat kuat."


Rafi seketika tersenyum sinis. "Maka itu, kita harus bisa mengambil alih semua bukti yang dimiliki jaringan yang anda ikuti. Anda tidak perlu khawatir, karena anak dan istri anda, saat ini berada di tempat yang aman."


"Apa!"


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2