
"Kau!" pekik orang itu secara bersamaan. Jelas sekali kalau mereka sangat terkejut melihat pria yang baru saja dilantik menjadi presdir sudah berdiri di hadapan kedua orang asing itu. Sebenarnya ini kesempatan buat mereka karena dengan sendirinya, orang yang mereka incar malah datang sendiri menemui mereka.
Kedua orang itu mengincar Rafi dengan tujuan agar Rafi mau bekerja sama dengan perusahaan bos mereka, lalu Rafi akan mereka pengaruhi agar mau berkhianat kepada Moreno. Kedua orang asing yang awalnya berwajah tegang, setelah saling tatap satu sama lain, wajah mereka malah terlihat melembut. Bahkan mereka malah tersenyum, sampai membuat Rafi merasa heran.
Jika dua orang asing itu berpikiran kalau mereka akan menggunakan kesempatan itu untuk membujuk Rafi, berbeda dengan pemikiran pemuda itu. Rafi berpikir kalau orang asing itu bersikap tenang karena di tangan mereka ada Angela yang saat ini jadi tawanan. Rafi pun harus bisa mencari cara agar Angela tetap aman.
"Kenapa kalian tersenyum?" tanya Rafi dengan menunjukkan waja bingungnya. Tentu saja itu hanya pura pura agar mereka tidak curiga kalau Rafi sedang mencari cara untuk menyelamatkan Angela.
"Apa kamu bisa berbahasa inggris? Aku nggak tahu kamu ngomong apa?" salah satu dari mereka melempar pertanyaan dan Rafi langsung menggeleng karena dia maksud dengan pertanyaan yang terlontar untuknya.
__ADS_1
Kening orang asing itu berkerut. Sepertinya mereka akan kesulitan karena Rafi tidak bisa menggunakan bahasa inggris. Sebenarnya bukan tidak bisa, tapi tidak lancar. Jadi Rafi sengaja menggeleng saat mereka menanyakan hal itu. Wajah kedua orang itu nampak sedang berpikir.
Di saat keduanya terdiam, Rafi langsung saja bergerak menuju ke salah satu kamar. Tentu saja gerakan tubuh Rafi mengejutkan keduanya dan mereka juga langsung bergerak untuk menghalangi langkah pemuda itu. Rafi berpikir gerakan mereka akan melakukan perlawanan, tanpa pikir panjang Rafi langsung memasang kuda kuda.
Melihat sikap Rafi yang sudah bersiap untuk bertarung, membuat kedua orang asing itu terperangarah, tapi tak lama setelahnya mereka malah menyeringai. Tubuh Rafi yang lebih kecil dan lebih pendek membuat senyum kedua orang asing itu terlihat sangat meremehkan. Keduanya saling pandang dan dengan gerakan kepala sebagai kode, salah satu diantara mereka langsung menyerang Rafi.
"Hiyyaat!"
Sudah pssti rekan dari bule itu juga sangat syok dengan apa yang menimpa temannya. Diapun langsung ikut menyerang Rafi. Orang asing bertubuh kekar dengan jambang itu kembali dibuat terkejut karena meski tubuh Rafi kecil, tapi orang itu dibuat tersungkur dengan tendangan dan hantaman yang mampu membuat mulut musuh mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Gimana? Masih mau bertarung?" kini gantian Rafi yang tersenyum penuh dengan ejekan kepada dua orang bule yang terkapar. Dua orang bule itu saling pandang dan Rafi yang melihatnya langsung bergerak cepat mengambil senjata yang dia sembunyikan. "Sekarang, kalian masuk kesana!" ancam Rafi sambil menunjukan sebuah kamar kecil. "cepat!"
Dengan segera dan rasa takut yang menjalar, dua orang asing itu tertatih menuju ruangan yang di tunjuk Rafi. Ruangan itu adalah sebuah kamar mandi dimana di sebelah kamar mandi ada tumpukan batang kayu dan juga beberapa gulung kawat dan tali. Rafi lansgung bergerak menggunakan balok kayu dan tali itu untuk mengikat keduanya.
Sekarang dua orang asing itu terlihat seperti orang yang sedang dipasung. Tangannya terbentang ke kanan dan ke kiri dengan pergelangan yang terikat tali plastik. kedua kakinya hanya di ikat biasa. Awalnya kedunya akan di masukkan ke toilet, tapi setelah melihat keadaan, akhirnya mereka di pisahkan dalam ruangan berbeda agar tidak saling membantu untuk meloloskan diri.
urusan dengan orang asing selesai, Rafi langsung melangkah menuju salah satu kamar dimana Rafi sangat yakin kalau Aengela berada di sana. Tebakan Rafi benar, Angela masih terbaring dan belum sadarkan diri di atas kasur busa. Rafi sempat menggelengkan kepalanya begitu melihat keadaan Angela. Yang membuat Rafi menggeleng adalah, salah satu bukit kembar Angela keluar dari pakainnya dan itu terlihat sangat menggoda.
"Apa bule itu habis menikmati bukit kembar ini? Sialan! Aku aja belum icip icip, malah keduluan," gerutu Rafi sembari membelai pucuk bukit kembar itu.
__ADS_1
...@@@@@@...