SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Kembalinya Wildan


__ADS_3

Masih di tempat yang sama yaitu area komplek tempat kost, tapi di dalam kamar yang berbeda. Dua wanita nampak baru saja membuka matanya dari tidur lelap yang mereka lakukan. Meski sama sama baru saja melakukan permainan panas bersama laki laki, dua wanita itu, juga memiliki tujuan yang sama yaitu mau melakukan hubungan ranjang dengan pria yang baru mereka kenal demi sejumlah uang.


Dua wanita bernama Dinda dan Melda memang rela memasrahkan dirinya untuk laki laki demi uang. Tapi yang membuat berbeda adalah, niat keduanya. jika Dinda melakukannya demi mendapat uang untuk membeli sebuah hunian, Melda melakukannya untuk mendapatkan uang demi memenuhi gaya hidup dirinya.


Dinda bangkit dari berbaringnya. Wanita itu termenung sesaat dan memikirkan apa yang baru saja dia lakukan. Ada rasa sesal sedikit dalam benak wanita itu. Dinda tidak menyangka kalau dia bisa melangkah sejauh ini. Tapi rasa sesal itu Dinda tepis karena Dinda sadar, ini sudah menjadi resiko yang harus Dinda tanggung yaitu kehilangan mahkota berharganya. Dinda segera saja merapikan diri dengan memunguti pakaian miliknya dan langsung mengenakannya.


Berbeda dengan Melda, wanita itu justru langsung bangkit dari berbaringnya, memunguti beberapa kamera yang dia sembunyikan. Setelah semua kamera terkumpul, Melda langsung mengambil memori yang ada dalam kamera tersebut dan memindahkannya ke dalam ponsel miliknya. Senyum Melda terkembang dengan sangat sempurna. Hatinya bersorak kegirangan karena merasa rencananya telah berhasil.


"Loh, Dinda! Kamu disini?" seru Dito saat melihat wanita yang dia kenal mendekat ke arah post dan Rafi berteriak agar wanita itu masuk ke tempat ruang tamu dimana dua pria itu sedang berada di sana. Dito langsung melayangkan tatapannya kepada Rafi. "Kamu dan Dinda sudah ...?" Dito tidak melanjutkan ucapannya.


Meski ucapan Dito terpotong, Rafi mengeri dengan apa yang dimaksud dari pertanyaan tersebut. Dengan santainya Rafi langsung mengangguk sambil cengengesan. "Astaga!" pekik Dito. "Sejak kapan?"

__ADS_1


"Ya tadi pagi sih sekitar pukul sembilan," jawab Rafi. Sedangkan Dinda yang sudah duduk satu kursi dengan Dito hanya bisa diam sembari menahan malu. Dito pun terlihat mengangguk beberapa kali karena dia cukup mengerti keadaanya. Ketiganya kembali melanjutkan obrolan mereka, hingga tak lama setelahnya, Dinda pamit pulang dan beberapa menit kemudian Dito juga ikutan pamit.


Setelah keduanya pergi dari tempat kost tersebut, Rafi langsung mentransfer sejumlah uang untuk Dito dan Dinda. Beruntung Dinda masih memilki rekening aktif karena dia sempat membuatnya saat bekerja di salah satu perusahaan konveksi rumahan beberapa bulan yang lalu. Kalau Dito memang sudah lama memiliki rekening.


Hampir di waktu yang sama, sebuah mobil mewah masuk ke area tempat kost tersebut. Rafi tahu siapa yang datang saat ini. Terlihat Wildan dan Kalina serta Alisa, turun dari mobil mewah tersebut, diikuti dua pengawal dan mereka semua melangkah menuju ke arah keberadaan Rafi. Sebelum Wildan dan Kalina menceritakan keberhasilannya, dua pengawal itu terlebih dahulu memberi laporan.


"Syukurlah kalau kalian berhasil," ucap Rafi begitu Widan menceritakan semua yang terjadi di kampung wanita yang bersamanya. Setelah dua pengawal selesai memberi laporan lalu pergi, Rafi memang meminta Widan dan Kalina untuk menceritakan semuanya yang terjadi. "Lalu setelah ini, apa yang akan kalian rencanakan? Aku pikir Kalina akan tetap tinggal di kampung untuk merawat rumah orang tuanya."


"Enggaklah. Yang ada nanti aku dalam bahaya, Fi," balas Kalina. "Ini saja, Paman masih tidak terima saat aku usir. Aku takut terjadi sesuatu yang lebih membahayakan lagi."


Rafi nampak mengangguk beberapa kali. Di saat dia hendak mengeluarkan suaranya untuk membalas ucapan Wildan, mata Rafi melihat seorang wanita baru saja turun dari lantai dua di salah satu gedung kamar kostnya. Rafi sempat menyeringai melihat wanita bernama Melda itu. Rafi benar benar menunggu saat wanita itu terkejut dengan kebenaran yang Melda tahu.

__ADS_1


"Mau kemana, Mbak?" tanya Rafi ramah saat jarak wanita itu lebih dekat dengan keberadaanya.


"Ini, Mas mau nyari makan," jawab wanita itu lalu pergi begitu saja tanpa ada basa basi menyapa orang yang bersama Rafi saat ini.


"Penghuni baru, Bang?" tanya Wildan yang memang tidak tahu dengan kedatangan wanita bernama Melda.


"Ya, baru kemarin sore dia datang," jawab Rafi dengan mata masih menatap ke arah Melda yang sedang memasuki mobil pribadinya. "Kalian tahu nggak, dia siapa?"


"Ya nggak tahu lah, Bang," jawab Wildan dan hal itu sontak membuat Rafi terkekeh.


"Dia itu temannya wanita yang kemarin berniat melakukan hal buruk."

__ADS_1


"Hah!"


...@@@@@@...


__ADS_2