SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Fakta Yang Harus Digali


__ADS_3

"Di sini ada pekerja yang bernama Mail bukan?" tanya Sergio pada dua orang yang berdiri di balik gerbang. Dua pria itu mengerutkan keningnya lalu mereka saling pandang. Sedangkan Sergio terlihat tidak sabar menanti jawaban dari dua orang di hadapannya.


Setelah berpikir cukup keras beberapa kali karena rasa penasaran, Sergio akhirnya teringat kalau di rumah Alexander ada pekerja yang bernama Mail. Dulu, lima tahun yang lalu, sebelum Sergio menikah dengan Lupita dan masih bersama dengan istri pertamanya, Sergio kenal dengan para pekerja di kediaman sang adik. Bahkan mereka cukup akrab satu sama lain.


Namun hubungan baik itu menjadi renggang setelah Sergio selingkuh dan melakukan kecurangan dengan kedua adiknya. Sergio sama sekali tidak pernah menyambangi rumah itu. Bahkan karena konflik yang terjadi juga, istri pertama Sergio dan anak anaknya ikut menjauhi keluarga Alexander karena merasa malu dengan perbuatan Sergio.


"Pak Mail sudah tidak bekerja disini lagi, Tuan," jawab salah satu penjaga.


Tentu saja jawaban itu cukup mengejutkan bagi Sergio. Bahkan dia terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan penjaga itu. "Mana mungkin? Kalian pasti bohong kan?"


"Buat apa kami bohong, Tuan. Pak Mail memang sudah tidak bekerja di sini sudah lama."


Meski masih tidak percaya, mau tidak mau Sergio memilijh mengalah. Dengan segala rasa kesal yang menderanya, pria itu pergi dengan tidak membawa hasil. Sergio melajukan mobilnya dengan pikiran yang masih bekerja. "Bukankah dulu, Bawor saat melakukan penyerangan ke Alexander, juga menyerang salah satu supirnya. Kenapa aku baru ingat? sial!" Sergio langsung menghubungi ketua genk tato tulang ikan TGM untuk mencari informasi tentang supir yang bersama Alexander.


"Apa!" pekik Sergio begitu mendapat informasi yang dia butuhkan. "Jadi supir yang tewas itu bernama Mail? Sekarang kalian cari tahu, dimana alamat rumah orang itu dan selidiki latar belakangnya!"

__ADS_1


Sementara itu anak dari pria bernama Mail, saat ini sedang bercengkrama dengan beberappa penghuni kost karena mereka sudah lama tidak bertemu. Rafi dan para penghuni saling bertanya kabar dan mereka cukup terkejut saat mengetahui dua orang yang berada di mobil mewah yang ada disana. Mereka ngobrol tidak terlalu lama, karena Rafi daan Marisa akan pergi mencari makan.


"Tuan muda mau kemana?" tanya salah satu pengawal saat melihat Rafi dan Marisa melangkah menuju pintu gerbang.


"Mau ke depan, Pak, kami mau cari makan," jawab Rafi dengan santainya.


"Baiklah. kami ikut," dua pengawal pun segera beranjak untuk mengawal tuannya. awalnya Rafi melarang, tapi demi rasa profesionalisme dalam bekerja, dua pengawal itu tetap memaksakan diri untuk ikut. Rafi pun pasrah dan dia segera saja pergi ke deretan pedagang yang ada di seberang kost.


Tak jauh dari keberadaan Rafi, tampak seorang pria menatap tajam ke arah Rafi dan Marisa. Pria itu terlihat kesal karena di sekitar Rafi terlihat dua orang berbadan tegap yang sudah dipastikan kalau mereka itu adalah pengawal pribadi. "Ah,sialan! kenapa Rafi dan Marisa pakai pengawal segala? Ini pasti suruhannya Moreno!" sungut pria itu.


Hingga beberapa menit kemudian, begitu Rafi dan Marisa selesai makan, mereka memilih duduk di post jaga. Tidak banyak yang dilakukan mereka berdua. Rafi dan Marisa hanya ingin menghabiskan waktu bersama dua pengawal mereka, saling berbagi cerita tentang kisah hidup masing masing serta hal hal yang lucu.


"Permisi, Mas," sapa wanita itu.


"Iya, Mbak, ada yang bisa saya bantu?" balas Rafi ramah.

__ADS_1


"Di sini tempat kost kan ya, mas? Masih ada kamar kosong nggak ya?"


"Oh masih, Mbak. ada beberapa kamar yang kosong. Mbak mau ngekos disini?"


"Rencananya gitu. Kalau boleh, apa saya bisa melihat kamarnya?"


"Tentu!" dengan sangat antusias, Rafi langsung mengambil kunci yang letaknya ada di laci meja post jaga. "Mari, Mbak ikut saya."


Rafi meninggalkan marisa dan dua pengawalnya menuju gedung yang masih ada sisa kamar kosong. Tak butuh waktu lama, kini Rafi dan tamunya sudah memasuki salah satu kamar. Rafi menjelaskan semua kelebihan tentang kamar kost tersebut. Tentu saja dengan segala peraturan yang ada.


"Beneran, Mas. kamar disini bebas?" tanya si wanita sambil melongok keadaan kamar mandi.


"Yah, disini memang cukup bebas. Mbak. Tapi setiap pukul sebelas malam gerbang udah saya tutup, Mbak. Buat jaga jaga dan untuk meminimalisir kejahatan, Mbak."


Wanita itu tampak tersenyum dengan mana terus jelalatan. "Berarti kalau aku ngajak penjaganya untuk tidur bareng, boleh dong?"

__ADS_1


"Waduh!"


...@@@@@@...


__ADS_2