SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Menenangkan Marisa


__ADS_3

"Harusnya kamu itu tetap cerita sama aku. Udah tahu aku dengan Amanda saudaraan, kamu malah diam aja. Kalau dia juga menginginkan kamu bagaimana? Aku nggak mau berebut cowok dengan saudara," sungut seorang wanita, meluapkan kekesalanya kepada pria yang saat ini duduk di tepi ranjang bersamanya.


"Aku kan nggak kepikiran kesitu Sha. Lagian aku ketemu dia juga hanya dua kali, jadi buat apa aku cerita sama kamu," pria yang sedang disalahkan oleh si wanita masih berusaha membela diri. Dia tentu saja harus bisa memberi penjelasan sejelas jelasnya agar wanita itu tidak salah paham dengan apa yang terjadi dengan dirinya dan wanita lain bernama Amanda.


Wanita yang sedang marah dan memunggungi si pria, tiba tiba teringat sesuatu dan dia langsung menatap tajam pria yang sedari tadi memberi penjelasan. "Pasti kamu sudah tidur dengan Amanda? Iya kan? Ngaku!"


Tatapan tajam dan pertanyaan yang dilontarkan Marisa, seketika membuat pria itu memnbelalakan matanya. Pria bernama Rafi saat itu langsung dilanda dilema. Dia ingin menyangkal, belum tentu wanita di hadapannya dengan mudah akan percaya begitu saja. Tidak ada pilihan lain lagi, Rafi lantas mengangguk sambil cengengessan.


"Astaga, Rafi! Kok kamu rakus gitu sih? Masa saudaraku, kamu makan juga. Apa nggak ada cewek lain? Nanti kalau dia ketagihan dan minta jatah sama kamu gimana? Nanti kalau kita jadi nikah dan dia godain kamu gimana? Otomatis karena kita saudara, nanti kita bakalan sering ketemu. Apa lagi Om Sergio menyerahakan semua aset yang akan dipegang oleh Amanda, pasti nanti dia akan minta tolong sama kamu, Rafi."

__ADS_1


Rafi sendiri ternganga. Ucapan Marisa merepet seperti rangkaian petasan yang sedang dibunyikan. "Ya ampun, Sha. Aku kan melakukannya karena dia katanya butuh uang untuk pergi dari kota ini. Dia dan keluarganya itu butuh ketenangan karena dia nggak mau keluarganya mengingat terus dan melihat Sergio bahagia dengan istri barunya. Apa lagi kedua adiknya juga kena bully. Jadi ya aku saat itu hanya berniat untuk menolongnya. Lagian saat Amanda muncul, aku juga saat itu sedang dalam misi yang aku emban, ya udah aku gunakan aja kesempatan itu."


"Astaga! Jadi hal buruk terjadi sama Tante Leticia?" Rafi sontak mengangguk. "Kamu kenapa nggak langsung cerita sih?"


"Ya kan aku udah jelasin tadi. Aku nggak kepikiran untuk cerita ke kamu. Lagian setelah aku tidur dengan Amanda, kita benar benar nggak pernah berhubungan sama sekali. Aku nggak tahu dia pergi kemana. Sampai kemarin pas aku pulang kampung, aku nggak sengaja ketemu dia dan keluarganya. Rumah Amanda di dekat hotel tempat aku menginap."


"Tapi kan itu kejadian sebelum kita menikah, Marisa. Lagian kan kamu pernah bilang, aku boleh main sama wanita manapun sebelum kita nikah," Rafi benar benar terus berusaha membela dirinya agar tidak selalu disalahkan.


"Tapi dia saudaraku, Rafi. Saudaraku! Kalau dia sudah sangat terobsesi dengan isi celana kamu bagaimana? Itu aja kamu nggak bisa nolak pas Amanda ngajakin main. Lalu bagaimana ke depannya? Kalau dia hanya mau tidur sama kamu gimana? Aku yakin setelah dia kehilangan mahkotanya, dia tidak tidur dengan pria lain, iya kan?" Rafi lagi lagi menggeleng dengan polosnya. "Tuh kaaannn!"

__ADS_1


"Udah sih, jangan terlalu mengkhawatirkan sesauatu yang belum terjadi. Udah ya? Kamu jangan kemakan dengan pikiran dan dugaan dugaan buruk dalam pikiran kamu, yang nantinya akan terjadi apa apa di antara kita. Aku nggak mau, apa yang kamu khawatirkan malah membuat kamu dan aku tertekan dan akhirnya kita tidak saling percaya."


"Aku cuma takut, Fi. Aku nggak mau nasib rumah tangga aku nantinya kayak Om Sergio dan orang lain yang hancur gara gara orang ketiga. Salah satu aku membiarkan kamu puas puasin main wanita sebelum kita menikah, karena aku nggak mau nanti setelah menikah, kamu akan mencari kesenangan lain di luaran sana. Apa lagi statusmu sebagai presdir. Akan banyak wanita yang dengan sadar mendekati kamu dengan cara apapun."


"Aku, tahu. Maka itu, mungkin aku memang tidak bisa berjanji sama kamu, tapi aku akan selalu berusaha membuktikan, jika kita nikah nanti, cukup kamu saja wanita yang akan aku tiduri. Aku tahu, godaan akan sangat banyak menghampiri, maka itu aku tahu apa yang harus aku lakukan. Semoga kamu tetap percaya sama aku ya?"


Marisa hanya terdiam. Rafi pun mengerti dan dia memeluk erat wanita itu dengan segala kehangatannya.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2