
"Ini serius, video pacar kamu dan sahabat sahabat kamu?"
Perempuan berwajah cantik itu menggangguk. Wajahnya yang terlihat putih mulus dan sangat glowing, tersirat dalam sorot matanya, seluruh rasa yang bercampur jadi satu. Sudah pasti, marah, sedih dan kecewa menghiasi hati Lingze saat ini.
Rafi yang mendapat jawaban penuh kesungguhan, masih ternganga tak percaya dengan apa yang terjadi pada wanita itu. Memang jika dilihat dari beberapa video yang ada, Rafi melihat wajah waita yang berbeda dengan satu lelaki yang sama. Yang membuat Rafi semakin heran, sepertinya video itu memang sengaja dibuat tapi entah oleh siapa.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa mendapat semua video ini?"
Linze tersenyum tipis dan terlihat sangat getir. Wanita itu lantas menceritakan awal mula dapat video tersebut. Lingze bercerita kalau dia dapat video itu dari ponsel pacarnya. Itu saja dia dapatkan secara tidak sengaja saat ponsel milik kekasihnya ketinggalan di rumahnya.
Padahal video itu sudah tersimpan sangat rapi dan tersembunyi, tapi yang namanya lagi sial sang pacar, Lingze melihat jejak video itu dari sebuah riwayat aplikasi apa saja yang sudah digunakan kekasihnya. Dari sanalah Lingze melihat video tak pantas itu. Dan yang lebih menyakitkan, lawan main dari kekasihnya itu adalah ketiga sahabatnya sendiri dalam kamar yang berbeda beda.
"Aku yakin kalau ketiga sahabatku juga nggak tahu kalau mereka juga dipermainkan satu sama lain. kamu lihat, kan? Tempat bermainnya berbeda tempat semua?" ucap Lingze diakhir certanya yang cukup panjang.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan? Kenapa kamu nggak membongkarnya saja?"
"Terlalu drama, males. Paling nanti dia akan ngomong, aku akan jelaskan, ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Seperti sinertron saja," balas Lingze. "Aku ingin mempermalukan mereka saja nanti disaat hari pernikahnku."
__ADS_1
"Pernikahan? Kamu akan tetap nikah sama pria seperti itu?"
"Nggak. Sebelum sah, aku akan membongkarnya."
"Hahaha ... ide bagus sih. Berarti yang beneran sahabat kamu Nancy doang yah?"
Lingze zontak mengangguk. "Padahal dia yang paling miskin, tapi aku nggak nyangka kalau dia sangat tulus. Nancy sebenarnya sudah memberi tahu aku kalau dia curiga dengan pacarku, tapi aku abai, eh malah omongannya benar."
Rafi tertawa lirih. "Lah terus kenapa kamu mau jual mahkota kamu? Bukankah lebih baik kamu putus dari kekasihmu dan mencari yang lebih baik?"
"Cari cowok baik baik jaman sekarang susah. Apa lagi keturunan etnis kayak aku. Percuma kan, aku menjaga diri aku baik baik tapi aku dapatnya barang bekas celup sana sini."
"Nggak usah mahal mahal, dua puluh juta aja. Kamu juga pasti merasa nggak rugi kan mendapat mahkota dari wanita cantik."
"Hahaha ... baiklah, aku setuju. Tapi maaf, aku nggak bisa main sekarang?"
"Loh kenapa?" Lingze cukup terkejut. "Kenapa nggak langsung main saja sih?"
__ADS_1
Rafi pun berpikir mencari alasan yang tepat dan masuk akal. Biar bagaimanapun dia tidak enak karena masih ada Kalina di kamar kost. Rafi takut Kalina salah paham saat melihat Rafi dengan wanita lain. Meskipun tidak ada hubungan spesial diantara mereka, Rafi juga tidak mau dianggap sebagai laki laki brengsek.
Rafi lantas memberikan alasan yang cukup masuk akal dan sepertinya Lingze mau menerima alasan tersebut. Tapi wanita itu juga berkata kalau dia tidak mungkin pulang dan bolak balik ke tampat ini. Akhirnya Rafi mengijinkan wanita itu menginap di tempat itu dalam semalam. Mereka berdua kembali terlibat obrolan yang cukup seru sampai malam menjelang larut.
Sampai saatnya waktu kembali berganti, pagi pagi sekali Kalina beserta wanita yang membawa seorang anak telah bersiap siap untuk pergi dari tempat kost. Mereka hanya menunggu travel yang akan mengantarkan mereka ke kampung tempat tinggal Rafi.
"Kalian jangan pikirkan soal uang ya? Aku akan bantu semampu aku," ucap Rafi saat Kalina dan wanita bernama Minem duduk di post jaga menunggu jemputan dari travel.
"Nanti kalau suami saya mencari saya, gimana, Mas? tanya Minem. Wajahnya terlihat cukup bingung.
"Mbak tenang saja. nanti aku buat alasan yang masuk akal. Yang penting Mbak dan anak Mbak aman dulu."
"Mbak, anak mbak kayaknya buang air deh, kok bau,"celetuk Kalina sambil mendengus endus bau yang tiba tiba menyengat.
Minem langsung mengecek popok anaknya dan ternyata benar. Wanita itu lantas minta ijin untuk pergi ke toilet. Beberapa menit setelah Minem pergi, terlihat sebuah motor masuk ke halaman tempat kost tersebut. Dua orang yang memakai motor tersebut langsung turun begitu motor terparkir dan mendekat ke arah Rafi dan Kalina berada.
Di saat Rafi hendak menyapa kedatangan dua pria itu, mata Rafi membulat dan wajahnya terlihat sangat terkejut saat melihat punggung tangan salah satu pria yang meletakkan tangannya di atas meja. "Tato itu lagi!"
__ADS_1
...@@@@@...