SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Bertemu Keluarga Moreno


__ADS_3

"Apa perlu, Daddy nyuruh orang orang Daddy untuk menyelidiki latar belakang ayah kamu?"


"Jangan dulu, Dad," tolak Rafi. "Aku pengin lihat dulu apa yang akan mereka lakukan. Yang pasti aku ingin membuat mereka merasakan sesuatu yang tidak terduga, atau mungkin sangat menghancurkan harga diri mereka."


Moreno kembali mengangguk tanda mengerti. "Ok, Daddy percaya sama kamu dan Daddy pasti sangat mendukung dengan semua rencana kamu."


Rafi pun langsung tersenyum senang. Sungguh sikap Yang Moreno tunjukan, mengingatkan Rafi dengan sikap orang tuanya yang selalu mendukung anak mereka setiap akan melakukan sesuatu. Pembicaraan pun berakhir dan mereka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka di kamar masing masing.


Hingga hari berganti lagi, kini undangan pesta telah Moreno sebar. Tentu saja para calon tamu undangan sangat antusias menantikan acara besar tersebut. Hanya dengan mendapat undangannya saja, banyak pihak yang merasa bangga karena mereka merasa dikenal oleh pemilik perusahaan kelas dunia tersebut. Mereka akan melakukan persiapan yang paling spesial dalam menghadiri acara pesta nanti.


Untuk para orang tua yang memiliki anak gadis, tentu saja berita pesta yang akan diadakan oleh Folcano grup menjadi ajang yang akan mereka manfaatkan untuk menarik simpatik dari pemilik perusahaan tersebut. Kabar yang tersebar kalau pesta itu adalah pesta pengangkatan anak dari Moreno untuk menjabat sebagai pimpinan tertinggi, tentu saja menjadi daya tarik para orangb tua untuk menawarkan anak gadis mereka dengan harapan bisa menjadi bagian dari keluarga Folcano grup.


Begitu juga orang orang dari pihak Cahaya gumilang, nama perusahaan yang dimiliki oleh orang yang telah membuang orang tua Rafi. Mereka sangat antusias dengan adanya pesta tersebut. Mereka sudah merencanakan sesuatu yang mereka yakini akan membuat hati Rafi luluh dan mau mengakui kalau mereka adalah keluarga Rafi. Dengan begitu, mereka akan banyak mendapat keuntungan atas aksi yang akan mereka lakukan nanti.

__ADS_1


"Fi, kamu urus kantor sebentar ya? Daddy mau jemput istri dan anak anak Daddy," ucap Moreno di sela sela jam kerjanya.


"Mereka akan datang jam berapa, Dad?" tanya Rafi yang cukup terkejut mendengar permintaan serta kabar dari moreno.


"Kemungkinan nanti saat jam makan siang, kamu bisa kan?"


"Bisa, Dad, tenang aja. Tapi keluarga Daddy akan tinggal di rumah kita kan?"


"Tentu. Mereka juga ingin mengenal dengan anak angkat Daddy."


Hingga waktu terus melaju dan saat sang waktu sudah menunjukkan sore hari, Rafi pulang dengan perasaan yang cukup was was. Menurut kabar, keluarga Moreno saat ini sudah ada di rumahnya. Sepanjang perjalanan pulang, hati Rafi sangat tidak tenang hingga mobil yang membawa dirinya kini memasuki pelataran rumahnya. Dengan mengatur degup jantungnya yang berdetak lebih cepat, Rafi segera keluar dari mobil dan melangkah memasuki rumah mewahnya.


"Oh, ini yang namanya Rafi?" seorang wanita nampak sumringah saat melihat Rafi datang dan diperkenalkan oleh Moreno. Rafi sendiri cukup terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang. Selain keluarganya Moreno yang terlihat bersikap hangat, Rafi melihat dua sosok waniat muda yang begitu sangat akrab. Dibalik rasa terkejutnya, hati Rafi sontak bertanya tanya, kenapa Marisa terlihat begitu akrab dengan wanita muda berparas bule itu.

__ADS_1


"Iya, nyonya, saya Rafi," balas Rafi dengan perasaan yang sangat canggung.


"Loh, kok malah manggilnya Nyonya?" wanita itu nampak terkejut. "Panggil Mommy juga dong, Nak, sama kayak lain."


Rafi masih menunjukan senyum canggungnya lalu dia mengangguk serta mengiyakan, memanggil wanita itu dengan sebutan Mommy. Rafi juga berkenalan dengan ketiga anak Moreno, dua laki laki kembar dan satu wanita yang sedari tadi terlihat sangat akrab dengan Marisa. Ternyata apa yang dikhawatirkan Rafi beberapa saat tadi, tidak terjadi. Istri dan anak anak Moreno malah bersikap hangat dan mau menerima Rafi sebagai bagian dari keluarga mereka. Sungguh Rafi dibuat terharu dengan sikap hangat yang mereka tunjukkan.


Setelah saling berbagi cerita sejak Rafi pulang kerja sampai selesai makan malam bahkan sampai waktu hampir menjelang larut, kini saatnya mereka untuk istirahat. Satu persatu dari mereka beranjak ke kamarnya masing masing yang memang sudah disediakan.


"Nggak nyangka ya, Fi, ternyata anaknya Om Moreno adalah teman kuliahku," ucap Marisa begitu mereka berada di kamar.


"Tadi aku juga sempat kaget saat melihat kamu akrab dengan Angela. Eh nnggak tahunya malah udah saling kenal terlebih dahulu," ucap Rafi yang memang sudah diceritakan tentang alasan akrabnya Marisa dengan anaknya Moreno tadi saat ngobrol ramai ramai.


"Kamu tahu nggak, Fi, kalau Angela ..." Marisa langsung membisikan sesuatu yang membuat mata Rafi langsung membelalak.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2