SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Kejadian Ditengah Perjalanan


__ADS_3

"Sepertinya dua mobil di depan, berusaha sedang menghalangi mobil kita?" ucap Aron saat menyadari ada dua mobil yang lajunya sangat aneh. Dua mobil berwarna hitam itu berjalan lebih lambat, tidak seperti laju mobil yang lainya, yang berada di jalur satu arah dengan kecepatan cukup tinggi. "Lihat, mobil itu membiarkan mobil lain yang melewati kita, tapi dia seperti menghalangi saat aku akan melewatinya."


Semua mata yang berada dalam satu mobil dengan pria bule yang memiliki bola mata agak kebiru biruan itu langsung memperhatikan laju dua mobil di depan mobil mereka. Setelah diperhatikan, ternyata yang diucapkan si pemegang kemudi memang benar. "Sepertinya benar, mobil itu menghalangi jalan kita?" ucap Marisa yang duduk diantara Angela dan Maxi.


"Lihat! Di belakang juga ada!" seru Angela dan beberapa mata langsung menoleh ke arah yang ditunjuk adik dari Aron itu kecuali Aron sendiri yang memang harus fokus melihat ke arah depan jalanan.


"Ah iya, benar. Sepertinya kita memang ada yang mengikuti. Gimana ini?" Maxi langsung merasa khawatir mewakili rasa khawatir yang lainnya. "Apa musuh Daddy juga ada di negara ini?"


"Mana mungkin!" bantah Angela. "Kalau pun mereka ada di sini, nggak mungkin juga mereka mengikuti kita. Bukankah tidak ada yang tahu kepergian kita ke negara ini?"


Aron dan Maxi setuju dengan apa yang diucapkan angela baru saja. Berbeda dengan Marisa dan Rafi. Dua orang itu saling tatap dan seakaan tatapan mereka berbicara kalau kemungkinan orang orang itu adalah orang oranng Sergio.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya mereka ingin menguji kita," ucap Aron tiba tiba dengan diirungi seringaian yang terlihat menyeramkan. Dua saudaranya juga langsung menyeringai yang membuat Marisa dan Rafi cukup terkejut.


Aron langsung menaikan kecepatan laju mobilnya dan berusaha mencari celah untuk mengecoh mobil mobil yang dicurigai sedang mengikuti mereka. Setiap ada peluang dari arah berlawanan, Aron berusaha memancing mobil itu dan nyatanya, setiap mobil yang dikendarai Aron bergeser, mobil di depannya ikut bergeser.


"Ron, hati hati, di sini sepertinya jalur sempit," ucap Rafi memperingati. "Daripada kita membahayakan diri kita dan orang lain, mending kita cari tempat lapang untuk berhenti. Kita ajak bertarung aja mereka."


Tentu saja Aron sangat setuju, begitu juga dengan Maxi. Mata mereka memperhatikan sisi kira jalan, mencari tempat yang enak buat melampiaskan kekesalan mereka karena ada yang mengganggu kesenangan anak anak muda itu. Aron menyetujui usulan Rafi karena ini juga bukan di negaranya. Jadi agar semuanya aman terkendali, adu jotos memang pilihan yang sangat menarik daripada ngebut di jalan raya, yang bisa membahayakan pengguna jalan lain yang tidak bersalah.


Sementara itu di mobil lain, semua mata memperhatikan laju mobil yang dikendarai Rafi. Selain orang orang yang memegang kemudi, semua mata yang tersebar di beberapa mobil terus memperhatikan mobil targetnya sambil berkomunikasi lewat pesan grup diantara mereka.


"Benar, mereka menepi," sahut si pengemudi saat melihat mobil yang mereka ikuti mengambil arah ke sisi kiri. Tentu saja komplotan mereka juga menyadari hal itu dan mereka langsung sepakat mengikutinya sampai mobil yang mereka ikuti berhenti.

__ADS_1


"Sepertinya mereka tahu sedang diikuti, makanya berhenti," salah satu penjahat kembali berucap.


"Bukankah itu lebih bagus. Kita akan lebih mudah membalas dendam kita," yang lain menimpali.


"Benar, sebaiknya kita turun." Dan semua nampak turun hampir bersamaan.


Di sisi mobil yang lain, Aron, Maxi dan Rafi juga cukup terkejut saat melihat orang yang mengikuti mereka jumlahnya lebih banyak. Mereka bertiga memutuskan untuk keluar, menghadapi orang yang tidak mereka kenal dan tidak tahu tujuannya apa mengikuti mereka. Sedangkan Angela dan Marisa lebih memilih bertahan di dalam mobil dan bersiap diri untuk memanggil bantuan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Sepertinya mereka memiliki nyali yang sangat tinggi," salah satu dari kumpulan penjahat bersuara saat melihat tiga pria keluar dari mobil si target. "Apa mereka sangat meremehkan kita?"


"Sepertinya begitu. Apa lagi salah satunya adalah target kita, bisa jadi dia sudah memberitahukan ke temannya kalau dia memiliki kekuatan lebih," rekan yang berada di sebelahnya menimpali.

__ADS_1


"Dia belum tahu aja tentang kekuatan kita yang sebenarnya," salah satu dari mereka ikut mengeluarkan keangkuhannya juga. "Sebaiknya kita serang mereka sekarang juga." Dengan senang hati mereka langsung serentak menjawab satu kata tanda setuju dan mereka langsung bergerak maju.


...@@@@@...


__ADS_2