SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Di Sebuah Hotel


__ADS_3

Ting!


sebuah nada terdengar dari sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja. Seseorang yang sedang berdiri di dekat jendela, menikmati pemandangan luar bangunan dimana orang itu berada di dalamnya, langsung melangkah dengan anggunnya dan memungut ponsel tersebut. Senyum orang itu langsung merekah tatkala tahu siapa pengirim pesan dan juga pesan yang di sampaikannya. "Wahh! Target sudah datang rupanya," gumam orang itu.


Dia langsung membalas pesan yang datang dan dia yakini kalau itu adalah nomer ponsel milik target. Karena menurut orang itu, yang tahu nomer dan tempat keberadaannya saat ini hanya si target. Tak membutuhkan waktu lama, orang itu kembali mendapat balasan pesan dari si target. "Wah! Dia ada di kamar sebelah rupanya. Apa Moreno tahu kalau aku berbohong?" orang itu jadi bertanya tanya dalam benaknya.


Kembali orang itu membalas pesan si target yang dia yakini kalau pesan itu memang berasal dari Moreno. "Moreno meminta aku datang ke kamarnya?" orang itu yang tak lain adalah Lupita cukup terkejut dengan balasan yang baru saja dia terima. "Apa dia juga sebenarnya tertarik sama aku?" tiba tiba wanita itu pikirannnya berkelana kemana mana. "Kalau Moreno memang tertartik, ngapain dia dulu nolak aku sih?" wajah Lupita langsung berbinar dan dia memutuskan untuk menemui Moreno di kamar sebelah.


"Apa itu untuk penghuni kamar ini?" tanya Lupita, begitu dia keluar dari kamar yang dia sewa dan melihat ada pelayan yang berdiri di depan pintu kamar sebelah dimana nomer itu adalah nomer kamar yang tercantum di dalam pesan dari orang yang mengaku sebagai Moreno.


"Benar, nyonya, ini untuk Tuan Moreno," jawab pelayan itu. "Katanya minuman ini untuk wanita spesialnya."


Wajah Lupita langsung berbinar sangat ceria. Sudah pasti kalau minuman itu untuk dirinya. "Baiklah, biar aku yang membawanya," Lupita langsung mengambil alih nampan berisi sebotol anggur mahal dan juga dua gelasnya yang sudah terisi anggur juga.


"Tuan Moreno lagi ada di bawah, Nyonya, tadi saya di suruh masuk saja karena Tuan Moreno sedang memilih makanan."

__ADS_1


"Nggak apa apa. Biar aku yang bawa. Wanita spesialnya aku kok. Kamu tolong buka pintunya ya?"


Mendengar ucapan Lupita, nampak pria itu terlihat lega. Dia menyerahkan nampan itu kepada Lupita, lalu membuka pintu kamar dengan kartu akses yang memang sudah diamanatkan kepada si pelayan. Setelah Lupita masuk, pelayan itu pergi untuk menemui seseorang yang berada tidak jauh dari tempat pelayan berada.


Ting!


Kembali suara ponsel berbunyi. Setelah meletakkan nampan di atas meja, Lupita langsung membaca pesan itu yang kebetulan ponselnya tetap dia pegang meski membawa nampan tadi. Lupita kembali tersenyum setelah menbacaa itu. "Baiklah, aku akan menunggumu dengan senang hati," gumam Lupita sambil membalas pesan dari Moreno.


Sambil menunggu Moreno datang, Lupita memilih memainkan ponsel terlebih dahulu. Dia sudah memakai pakaian yang cukup seksi. Bahkan dua bagian tubuh pentingnya tidak dia tutup kain tambahan. Hanya satu kain yang menempel pada tubuh wanita itu yaitu pakaiannya. Lupita meraih salah satu minuman yang ada sudah tersedia, karena dia beranggapan minuman itu memang untuknya.


Namun senyum Lupita langsung menghilang begitu matanya menangkap sosok yang datang. "Kamu siapa?" tanya Lupita dengan wajah terkejut bukan main.


Sosok itu langsung menyeringai. "Saya Moreno."


"Jangan bohong!" bentak Lupita. "Kamu siapa, hah!" Lupita semakin kegerahan dan tiba tiba merasakan resah secara perlahan.

__ADS_1


"Saya Moreno. Bukankah yang mengetahui anda berada di hotel ini hanya saya?"


Mata Lupita langsung membelalak. "Brengsek! Aku ditipu!" Lupita langsung melangkah menuju pintu hendak keluar dari kamar. Namun tak lama kemudian, wanita itu malah kembali lagi. "Buka pintunya cepat!"


Sosok itu makin menyeringai. "Loh, bukankah ini yang anda inginkan, Nyonya? Saya sudah datang. Sesuai dengan keinginan anda."


Lupita semakin melotot. Tapi emosinya tidak stabil karena hawa lain juga saat ini sedang menyerang tubuhnya. Ada yang bergejolak kuat dan Lupita tahu apa itu. "Kenapa tubuhku jadi begini?"


"Kenapa? Apa anda tiba tiba ingin merasa dipuaskan?" pertanyaan yang keluar dari orang yang mengaku Moreno, tentu saja semakin menambah rasa terkejut wanita itu. Dan rasa terkejut Lupita semakin bertambah saat Lupita melihat pria itu memainkan gelas tapi tidak meminum isinya sambil menyeringai.


"Kamu telah memberi aku obat perangsang dalam minuman itu? Hah!"


"Ternyata anda cukup cerdas juga, Nyonya!"


"Sialan!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2