SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Dua Tamu Wanita


__ADS_3

Siang itu, disana, di salah satu ruang yang berada di sebuah gedung perkantoran, Rafi nampak tertegun melihat dua orang yang menjadi tamu dari pria yang menganggapnya sebagai anaknya. Pria bernama Moreno, langsung menyambut kedatangan Rafi dengan penuh kehangatan seperti biasa. Sedangkan dua orang tamu dari si pemilik gedung nampak terpaku sejenak sebelum menunjukan senyum.


"Ada apa Daddy memanggilku ke sini?" tanya Rafi sesaat setelah dia duduk di atas sofa yang sama yang diduduki oleh Moreno.


"Sebenarnya tidak ada hal penting yang menyebabkan Daddy memanggil kamu, Nak. cuma dua orang ini katanya pengin kenal sama kamu," balas Moreno sambil jari tangannya menunjuk dua tamu yang sekarang sedang tersenyum manis kepada Rafi. Kening Rafi sontak berkerut dan tak lama setelahnya dia hanya mengangguk dengan ekpresi datar.


"Kenalkan, ini namanya Nyonya Lupita, istri dari Tuan Sergio yang kemarin datang kesini," ucapan Moreno seketika membuat Rafi terkejut. Pikirannya langsung tertuju pada foto wanita yang pernah dia lihat dalam ponsel pemberian Madi. Dalam hati Rafi bergumam, berarti wanita itu adalah tantenya. tapi kenpa terlihat masih sangat muda?


"Terus yang satunya adalah sepupu nyonya Lupita, namnya Tania," ucap Moreno lagi dan Rafi kembali dibuat terkejut. Meskipun begitu, Rafi berusaha bersikap biasa saja demi menutupi jiwa penasaran yang sedang menyerangnya saat ini. Rafi pun menjabat tangan dua wanita yang jika ditelusuri masih ada hubungan saudara dengan dia.


"Sepertinya Tuan Rafi anaknya pemalu ya, Tuan," goda Lupita dengan tingkah genitnya. Menyadari sikap Rafi yang memang lebih dingin dengan senyum yang dipaksakan membuat wanita itu tak tahan ingin menggodanya.


Moreno langsung menoleh dan tersenyum kepada pemuda di sebelahnya. pria itu tahu, Rafi bersikap dingin seperti itu pasti ada hubungannya dengan perbuatan Sergio. Itu menurut yang Moreno ketahui. "Yah, seperti itulah putra saya, Nyonya. dia tidak akan mudah bersikap hangat dengan orang yang baru dia kenal."

__ADS_1


Dua wanita yang ada di sana saling pandang dan nampak mereka saling melempar senyum. "Apa saya harus mengakrabkan diri agar tuan Rafi bisa bersikap hangat sama saya?" ucap Tania.


Rafi yang dipandang tania dengan Tatapan ceria dan penuh keakraban langsung tersenyum tipis. "Tidak perlu," jawab Rafi singkat tapi cukup mengejutkan bagi dua wanita yang ada di sana. Wajah keduanya seketika berubah, antara heran sekaligus kecewa tentunya.


"Kenapa? Apa Tuan tidak tertarik bersahabat dengan saya?" Tania semakin gencar melancarkan pendekatannya. Sepertinya penolakan Rafi yang baru saja dilakukan, membuat harga dirinya sebagai wanita terluka. Dia tidak terima ditolak langsung tanpa basa basi.


"Sama sekali tidak tertarik," jawab Rafi datar, namun mampu membuat dua wanita itu melongo. Rafi menoleh ke arah moreno. "Dad, sebaiknya aku kembali ke ruanganku ya?"


"Loh, kok Tuan pergi?" kini Lupita yang mengeluarkan suaranya hingga Moreno yang hendak membalas ucapan Rafi seketika terdiam dan dia langsung menoleh ke arah lupita.


"Kami kan datang ke sini sengaja memang ingin bertemu dengan anda, Tuan Rafi. Niat kami baik loh. jika Tuan Rafi berkenan, dia mau kok jadi teman akrab Tuan," ucap Lupita dengan antusias menunjuk ke arah Tania.


kening Rafi sontak berkerut sejenak mencerna ucapan wanita yang sebenarnya adalah tantenya itu. "Berarti anda datang kesini sengaja untuk mengganggu kami yang sedang bekerja?" jawaban Rafi kembali membuat kedua wanita itu terperangah.

__ADS_1


"Bu~bukan begitu. Maksud saya, ..."


"Maaf, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya terlebih dahulu," ucap Rafi memotong perkataan Lupita dan Rafi juga seketika pamit pada Moreno lalu dia segera saja pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dua wanita yang ada di sana berusaha menahan rasa geram dengan sikap Rafi.


"Maafkan putra saya. Dia memang seperti itu, kalau tidak suka sama seseorang," moreno berkata begitu Rafi menghilang dari pandangannya. Dua wanita yang ada di sana, nampak tersenyum kecut. Setelah berbasa basi sejenak, keduanya lantas pamit karena misi yang mereka rencanakan gagal total. Sepanjang perjalanan kedua wanita itu terus mengeluarkan amarah yang mereka pendam dengan segala umpatan dan makian yang tertuju pada Rafi.


"Apa dimata dia, saya tidak cantik? sialan, berani beraninya dia nolak aku," umpat Tania dengan segala kekesalannya. "Baru kali ini ada cowok yang terang terangan menolak aku tanpa basa basi."


"Iya, benar benar kurang ajar! Kalau bukan orang kaya juga tante ogah ngajakin kamu ketemu sama dia," Lupita tak kalah kesalnya.


"Terus gimana, Tan? Apa yang akan kita lakukan? Apa tetap pada rencana kita?"


"Iya lah, kamu harus bisa menaklukkan Rafi."

__ADS_1


"Oke, kita lihat aja, jangan panggil aku Tania kalau tidak bisa membuat pria itu bucin sama aku nantinya," tekadnya penuh keyakinan.


...@@@@@@...


__ADS_2