SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Informasi Dari Madi


__ADS_3

Dua orang yang saat ini sudah masuk ke dalam sebuah mobil masih menunjukkan kebahagiaanya dengan informasi yang baru saja mereka dapatkan. Tanpa mereka sadari, tak jauh dari keberadaan mereka, ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.


Dialah Madi. Begitu turun dari ojeg, pria itu melihat mobil yang sangat dia kenal terparkir di tepi jalan raya dekat dengan gang yang menjadi jalan maasuk ke komplek tempat tinggal Rafi. Dilihat dari wajah dua pria yang merasa senang, Madi yakin kalau mereka telah mendapatkan sesuatu yang mereka cari sampai mereka datang ke kampung ini.


Madi terus berdiam diri di tempat persembunyiannya. Dia menungggu, kira kira apa yang akan dilakukan dua orang itu selanjutnya. Madi berpikir mungkin saja dua orang itu telah mendapat informasi tentang dirinya. Namun setelah beberapa lama kemudian, mobil itu malah pergi meninggalkan komplek tempat tinggal Rafi.


Tentu saja hal itu membuat Madi cukup terkejut. Madi memperhatikan laju mobil itu dan arahnya menuju ke kota besar. Madi segera saja keluar dari persembunyiaannya begitu mobil yang dia kenal telah hilang dari pandangan. Dengan hati penuh diliputi tanda tanya, Madi melangkah memasuki setapak menuju tempat tinggalnya.


"Pak Madi," suara panggilan seseorang membuat pria yang sedang melangkah menuju rumah Rafi menoleh ke sumber suara. "Sini, Pak, ada yang akan aku omongin."


Kening Madi sektika berkerut, tapi dia memutuskan untuk mendatangi orang yang memanggilnya. "Ada apa, Bu?" tanya Madi begitu langkah kakinya berhenti di depan sebuah warung, dimana warung itu adalah tempat keberadaan orang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Tadi ada dua orang pria yang mencari Rafi, Pak," jawab Ibu penjaga warung itu.


"Siapa, Bu?" tanya Madi dengan wajah kembali dibuat terkejut.


"Nggak tahu, dua orang. Baru saja pergi. Katanya sih saudaranya."


Kening Madi kembali berkerut. Jelas saja selain rasa terkejut, pria itu juga merasa heran kenapa dua pria itu malah mencari Rafi, bukan mencari dirinya. Karena rasa penasaran yang cukup megganggu, Madi melempar beberapa pertanyaan dan salah satunya adalah untuk memastikan siapa yang dicari pria itu. Dari jawaban Ibu penjaga warung, Madi menyadari kalau dua pria itu memang mencari Rafi.


Di kota beasr sendiri, saat ini Rafi sedang menyantap makan siang bersama ayahnya. Seperti biasa, mereka menikmati makan siang disertai dengan obrolan ringan. Moreno merasa senang saat ini. Dari infromasi yang dia dapat melalui sang asisten, katanya Rafi mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam mempelajari ilmu tentang perusahaan yang akan Rafi pimpin.


"Sepertinya kamu sudah layak untuk memangku jabatan sebagai presdir, Nak," ucap Moreno disela sela menikmati santap siangnya. "Melihat perkembangan belajarmu, Daddy begitu kagum."

__ADS_1


Rafi nampak tersenyum lebar. "Ya aku cuma ingin membuktikan saja pada orang orang, Dad, kalau orang orang berpendidikan rendah juga mampu melakukan sesuatu yang setara dengan yang perpendidikan tinggi. Apa lagi di negara ini, banyak perusahaan yang mau menerima karyawan hanya dengan melihat selembar ijasah, bukan kemampuan."


"Daddy setuju dengan pendapat kamu. Tapi yang harus kamu tahu, di kantor Daddy tidak mempertimbangkan karyawan hanya dari selembar ijasah. Kamu bisa cek, kebanyakan karyawan Daddy berpendidikan rendah, tapi mereka memiliki pengalaman dan juga kemampuan yang memang Daddy butuhkan. Maka itu untuk ke depannya, kamu harus mengikuti langkah Daddy jika mencari karyawan baru, Nak."


"Pasti itu, aku akan berusaha untuk tidak menyecewakan Daddy." Moreno seketika tersenyum cukup lebar. Dua pria beda usia itu melanjutkan obrolan meraka sampai santapan keduaanya telah masuk semua ke dalam perut.


Seperti biasa, setiap selesai jam makan siang, Rafi diperbolehkan pulang terlebih dahulu. Hal itu masih berlaku selama Rafi belum resmi menjadi pemimpin perusahaan. Di dalam mobil, mata Rafi fokus menatap layar ponsel dan membalas beberapa pesan yang masuk.


Rafi cukup terkejut saat membaca pesan dari Madi. Tapi rasa terkejut itu tidak berlangsung lama. Rafi ingin tahu bagaimana reaksi keluarga dari ayahnya jika mengetahui kalau dirinya adalah anak dari anggota keluarga yang mereka usir. Saat Rafi sedang fokus membalas pesan, dirinya dikejutkan dengan suara yang cukup keras dari arah depan mobil.


Brak!

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2