SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Saat Dalam Perjalanan


__ADS_3

Jika tidak ada suara yang memanggil Angela, mungkin saat ini Rafi dan wanita itu bisa melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar permainan tangan Angela saja. Biar bagaimanapun efek dari sentuhan lembut tangan Angela pada batang Rafi membangkitkan jiwa liar pemuda itu untuk melakukan hal yang lebih dari itu. Tapi hal itu terhenti saat suara Mommy menggema memanggil nama anaknya.


Rafi hanya mendengus kesal karena Angela pergi begitu saja. Dengan menggerutu, Rafi kembali memasukkan batangnya ke dalam celana kolor yang dia pakai lalu bangkit menuju kamar mandi. Tidak ada niat untuk mengeluarkan beban dengan menggunakan tangan di kamar mandi. Rafi lebih memilih meredam hasratnya dan melampiaskannya nanti saat tidur bersama Marisa.


"Aron dan Maxi nggak jadi ke kantor Daddy?" tanya Angela beberapa puluh menit kemudian saat dia, Marisa dan Rafi hendak bersiap untuk pergi mencari baju untuk pesta sekalian jalan jalan menikmati suasana kota besar yang ada di negara ini.


"Tidak, kita akan ikut kalian," jawab Aron. "Di pikir pikir jenuh juga kalau terus terusan melihat kantor. Di rumah aja aku sama Maxi selalu ke kantor kan?" Aron dan Maxi adalah kakak Angela dan mereka adalah saudara kembar. Usia mereka lebih tua sedikit dari Rafi. Selisihnya sekitar dua tahun. Badan keduanya sangat tegap dan pastinya sedikit lebih tinggi dari Rafi.


"Ya udah, kalau begitu kalian yang nyetir mobil ya? Kita nggak perlu bawa orang," ucap Angela.


"Apa Rafi tidak pandai mnyetir?" tanya Maxi.


"Rafi belum ahli. Karena fokus urusan kantor jadi dia jarang berlatih," Marisa yang menjawabnya. Dengan adanya Marisa, Rafi merasa terbantu karena bahasa inggrisnya yang kurang lancar.

__ADS_1


"Udah, kalian aja yang nyetir. Kan kalian sudah beberapa kali ke negara ini, bukan?" Angela kembali bersuara.


"Baik baik."


Perdebatan pun usai dan mereka lantas segera saja berangkat tanpa membuang waktu lagi. Aron yang memegang kemudi sedangkan Rafi duduk di sebelahnya sebagai petunjuk jalan. Sedangkan sisanya duduk di bagian belakang.


Saat mobil yang mereka kendarai keluar dari gerbang rumah mereka, tidak jauh dari sana, dua mobil yang masing masing berisi beberapa orang di dalamnya langsung bersiap diri untuk mengikuti mobil yang dikendarai Rafi. Harusnya kelima anak itu membawa pengawal, tapi karena merasa yakin bisa menjaga diri, mereka memilih tidak menggunakan pengawal. Hal itu memudahkan mereka diikuti oleh kelompok yang mengincar salah satu dari lima orang yang ada di mobil itu.


"Kita mencari baju dulu atau main?" tawar Aron dengan mata fokus menatap ke arah depan.


"Kita ke butik langgananku saja. Di sana juga ada busana untuk pria dan kalau waktunya meped, kita masih bisa mendapatkan baju yang cukup bagus dan berbeda," kini giliran Marisa yang mengeluarkan suaranya dan semua setuju dengan usulan wanita itu.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar tiga puluh menit, mereka telah sampai di tempat tujuan. Setelah mobil terparkir dengan sempurna di tempatnya, kelima anak muda itu langsung berhambur keluar menuju bangunan berlantai tiga yang nampak sangat ramai.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada mata yang selalu mengawasi gerak gerik kelima anak muda itu. Mereka adalah orang orang yang sedari tadi mengikuti mobil yang dikendarai oleh Rafi. Tiga orang yang awalnya berada di dalam mobil yang terpisah, kini mereka berbaur menjadi satu mobil, dan mobil yang lain dibiarkan kosong di belakangnya.


"Bagaimana ini? Sepertinya target saat ini tidak sendirian?" tanya salah satu dari mereka.


"Jangan khawatir, justru itu akan menjadi jalan mudah untuk kita melumpuhkan target," jawab yang lain terlihat sangat yakin. "Lebih baik kalian beritahu yang lain untuk datang ke sini karena target kita ada di sini."


"Oke!"


Dan hampir dua jam berlalu, Rafi dan yang lain baru keluar dari butik setelah mendapatkan apa yang mereka cari. Sekarang mereka tinggal pergi ke suatu tempat. Mereka memutuskan untuk pergi keluar kota mencari tempat yang sejuk dan enak buat santai.


Awalnya perjalanan mereka cukup lancar dan terlihat baik baik saja. Namun saat mereka mulai memasuki perjalanan yang cukup sepi, mereka merasa aneh dengan dua mobil yang ada di depan mereka. Bukan hanya itu, saat diantara mereka ada yang menoleh ke belakang, mereka juga terkejut dan merasakan keanehan yang sama.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita! Lihat, mobil di depan kita. Dia seperti menghalangi jalan kita," ucap Aron saat matanya menangkap dua mobil yang jalannya melambat di depan mereka.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2