SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Sebelum Berangkat Ke Pesta


__ADS_3

Mobil mewah yang di dalamnya ada rafi beserta supirnya kini terlihgat memasuki halaman rumah mewah dimana Rafi tinggal. Setelah mobil terparkir di tempatnya, Rafi segera turun dari mobil. Saat dia hendak bergegas masuk menuju rumah, Rafi melihat Moreno sedang bermain catur dengan dua pengawal yang disediakan sang Daddy untuk menjaga Rafi dan Marisa. Rafi mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah. Dia memilih bergabung bersama Moreno.


"Daddy kok sudah di rumah?" tanya Rafi begitu dia mendekat. Salah satu pengawal berdiri dan mempersilakan Rafi untuk duduk di tempat yang tadi pengawal itu duduki. "Emang main golf nya nggak sampai sore?"


Moreno menoleh sejenak ke arah Rafi dan keningnya sedikit berkerut melihat keadaaan Rafi yang nampak segar, lalu dia kembali menatap papan catur. "Mana ada main golf sampai sore. Lagian tadi permainanya membosankan, jadi Daddy memilih cepat pulang," jawab Moreno. "Kamu darimana? Kok pergi nggak bawa pengawal?"


Rafi seketika langsung memasang wajah terkejut dan saat itu juga dia menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal serta wajahnya berubah menjadi terlihat bingung. "Tadi habis jenguk orang yang kemarin aku tolong, Dad," Rafi agak ragu untuk menjawabnya.


Moreno seketika tersenyum penuh arti lalu memerintahkan dua pengawal untuk pergi karena dia ingin ngobrol berdua dengan anak angkatnya. "Yakin cuma ke rumah sakit? Lalu kenapa jam segini sudah pulang? Bukankah kamu bilang akan pergi ke tempat kost?"


Mendengar rentetan pertanyaan dari Moreno membuat Rafi kembali dilanda rasa terkejut kemudian dia memalingkan arah pandangannya karena bingung mau memberi jawaban seperti apa. Lagi lagi Moreno tersemyum tipis. "Kok bisa pagi pagi sudah main di hotel."

__ADS_1


Mata rafi sektika membulat, mendengar celetukan Moreno. Namun saat matanya bertemu dengan tatapan mata Sang Daddy, Rafi langsung cengengesan. "Daddy tahu dari mana?"


Moreno malah terkekeh. Melihat sikap Rafi, dirinya teringat saat dia juga masih muda. Sering keluar masuk hotel dengan wanita yang berbeda. "Kamu tidak perlu tahu, yang jelas Daddy heran aja, kenapa kok main ke hotel pagi pagi? Nggak malam aja?"


"Kalau malam aku nggak bisa, Dad. Daddy kan tahu Marisa tidak bisa tidur sendirian. Lagian aku takut nanti dia agak gimana kalau tahu aku nginep di hotel dengan cewek lain," jawab Rafi apa adanya.


"Emang hubungan kamu sama Marisa sudah sejauh mana? Bukankah tiap malam kalian tidur bareng?" tanya Moreno penuh selidik. "Lagian tadi di hotel karena apa? Apa karena misi juga?"


Rafi sontak mengangguk, lalu dia menceritakan alasannya kenapa dia jam sembilan pagi sudah berada di hotel. "Aku nggak tega dong, Dad, jika tidak menolong mereka. Ya udah aku ngajak wanita itu ke hotel. Sedangkan aku sama Marisa yang memang belum ada ikatan khusus, Dad. Cuma ya aku merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaganya."


"Nggak lah, Dad. aku takut nggak dapat restu dari tuan Alexander. Aku pernah merasakan hubungan tidak direstui, aku nggak mau itu terjadi lagi."

__ADS_1


"Nggak akan, Alexander nggak mungkin nolak kamu. Apa lagi kalau dia tahu kamu anak Daddy. Daddy yakin, Alexander akan dengan senang hati menerimanya."


Seketika wajah Rafi terlihat langsung dilema. "Gampanglah, Dad. Aku juga takut Marisa tidak mau menerima aku karena aku memiliki sebuah misi yang bisa saja membuat dia sakit hati jika tahu misi yang aku jalani. Meski aku pernah cerita, kalau aku pernah tidur dengan wanita, tapi Marisa tidak tahu kalau aku tidur dengan wanita dalam rangka menjalankan misi, bukan karena hobby atau apa."


Moreno nampak manggut manggut. Pria itu cukup mengerti dengan alasan yang diutarakan oleh Rafi. "Ya udah kalau mau kamu seperti itu. Lebih baik sekarang kita bersiap siap untuk berangkat ke pesta."


"Baik, Dad." keduanya lantas beranjak beriringan melangkah menuju rumah.


Sementara itu dilokasi yang akan menjadi tempat terselenggaranya pesta, semua persiapan telah selesai hampir seratus persen. Dari panggung, hiasan serta makanan dan yang lainnya benar benar telah disiapkan dengan matang oleh pihak penyelanggara. Bukan hanya persiapan yang terlihat oleh mata saja yang sudah terkonsep dengan sempurna, rencana terselubung dibalik pesta itu juga sudah dipersiapkan dengan matang. Tentu saja mereka menargetkan tamu istimewa yang belum lama datang ke negara ini serta pemuda yang dianggap sebagai anak dan juga wanita muda yang masih ada hubungan keluarga dengan salah satu pihak penyelanggara.


"Nanti malam, saya tidak mau ada kegagalan dalam rencana yang sudah tersusun rapi. Saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun, mengerti!"

__ADS_1


"Mengerti, Bos!"


...@@@@@@...


__ADS_2