SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Tamu Terselubung


__ADS_3

Rafi tertegun mendengar penuturan wanita yang saat ini sedang menelisik pandangannya ke seluruh ruangan kamar. Wanita itu bahkan terlihat tersenyum senang saat mengatakan hal yang seharusnya tidak mudah dikatakan oleh seorang wanita. Namun wanita itu malah mengatakan hal seperti itu tanpa ada rasa malu.


"Mbak bisa aja kalau bercanda," ucap Rafi sekalian menepis rasa terkejutnya. Namun diluar dugaan, wanita itu malah mendekat ke arah Rafi dan bergerak maju hingga Rafi terpojok ke dinding. Sudah pasti wajah terkejut dilayangkan oleh pemuda tersbut. Wanita itu benar benar terlihat sangat agresif.


"Emang kamu pikir aku sedang bercanda, Mas?" tanya wanita itu dengan senyuman nakal di hadapan wajah Rafi. Tangan wanita itu bahkan menyentuh wajah Rafi hingga si pemilik wajah terlihat sangat gugup.


Laki laki manapun pasti akan susah menolak jika diajak bermain ranjang dengan wanita yang saat ini sedang mengapit tubuh Rafi dengan tembok. Wanita itu cukup cantik dengan tubuh yang yang sangat indah. Dadanya juga terlihat tidak terlalu kecil. Rafi sendiri kalau tidak teringat ada Marisa disini, dia pasti akan sangat mau melakukan hubungan di atas ranjang dengan wanita itu.


Namun beberapa saat kemudian, terlintas dalam pikiran Rafi tentang cerita dari Nancy dan juga laporan dari Wildan tentang wanita yang ingin menjebak Rafi. Seketika pemuda itu juga teringat dengan rencananya bersama Dito untuk menjebak wanita itu. Tapi yang menjadi pertanyaan Rafi saat ini, apa wanita ini termasuk salah satu dari wanita yang diceritakan oleh Nancy?"


"Tapi kan penjaga di tempat kost ini ada dua orang. Mbak? Emangnya Mbak mau tidur bareng dua orang tersebut?" seketika mata wanita itu menyipit. Dia nampak terkejut dan langsung menghentikan pikiran nakalnya dan mundur beberapa langkah hingga tubuh Rafi bisa bebas dari himpitan.


"Memang yang menjaga tempat kost ini ada dua orang? Kok bisa?" tanya wanita itu agak terkejut. Rafi pun langsung mengiyakan saja. "Aku pikir penjaganya cuma satu?"

__ADS_1


"Tidak," Rafi mulai menjalankan dustanya. "Ada dua dan kami melakukannya sama sama. Tadi penjaga tempat kost yang satunya sedang pergi makan. Gimana? Mbak mau tidur bareng dengan dua cowok sekaligus?"


Di saat Rafi menuntut sebuah kepastian, wanita itu malah cengengesan. "Hehehe ... aku cuma bercanda kok, Mas."Rafi sontak mendengus.


"Kalau, Mbak jadi sewa kamar ini, boleh saya minjam identitasnya? Nanti biar saya serahkan ke Bang Rafi untuk mencatatnya. Karena setiap ada penyewa baru, ini bagian dari tugas Bang Rafi yang memang sudah lama kerja disni," Rafi sengaja berhobong untuk melihat reaksi yang ditunjukkan wanita itu.


Benar saja, reaksi wanita itu terlihat berbeda. Mendengar nama Rafi disebut, wanita itu kembali menatap Rafi dengan tatapan sedikit berbeda. Ada rasa terkejut tergambar di wajah wanita itu. "Ya udah, tapi kalau bisa, suruh penjaga yang namanya Rafi untuk mengembalikan identitasku ya? Sekalian aku ingin tanya tanya sesuatu dengan dia"


"Nggak sih, aku cuma mau memastikan sesuatu saja. Apa lagi yang namanya Rafi kan banyak. kali aja, Rafi yang di sini adalah orang yang aku kenal," terdengar tidak masuk akal mendengar alasan yang dibuat wanita itu. Tapi karena wanita itu berbicara dengan lancar dan Rafi juga tidak ingin terlihat sedang menaruh rasa curiga, Rafi pura pura percaya dan setuju saja dengan permintaan wanita itu.


Begitu wanita itu menyerahkan kartu identitasnya, Rafi segera pamit keluar dari kamar itu. Seperti yang sudah Rafi duga, wanita itu adalah salah satu dari dua wanita yang ingin menjebak rafi. Untuk memastikannya, Rafi langsung melakukan panggilan telfon dengan Nancy. Mendengar jawaban dari Nancy, Rafi semakin yakin kalau wanita itu memang berniat tidak baik.


Rafi kembali teringat rencananya bersama Dito. Dia pun segera melakukan panggilan dengan temannya itu. Dan secara kebetulan juga, Dito yang saat itu libur kerja juga ingin menemui Rafi bersama wanita yang katanya ingin menjual mahkotanya dengan harga mahal.

__ADS_1


Hingga beberapa waktu berlalu, kini marisa sudah kembali ke kamarnya dan dua pengawa Rafi masih berjaga di dalam post, Rafi sendiri sedang berbincang dengan Dito diruang tamu. Di sana juga ada seorang wanita muda yang akan menjual mahkotanya karena terdesak dengan kebutuhan.


"Ini identitas nama wanita itu, kamu ngaku aja kalau kamu bernama Rafi," Rafi mennyerahkan kartu identas pada Dito.


"Ceweknya cantik nggak?"


"Cantik banget, seksi lagi, kamu pasti suka."


"Wow!" wajah Dito terlihat berbinar. "Baiklah, aku ke kamar wanita itu sekarang," ucapnya, lalu Dito menoleh ke arah wanita yang datang bersamanya. "Din, aku tinggal dulu ya? Kamu silakan bicara secara jujur dengan Rafi."


Wanita bernama Dinda itu mengangguk pelan. Dito langsung begegas menuju kamar yang sudah ditunjukan oleh Rafi untuk melakukan aksinya.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2