SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Kejutan Lainnya


__ADS_3

"Masuklah," perintah seorang pria setelah membuka pintu dan memerintahkan tiga orang yang berdiri di depan pintu untuk masuk mengikutinya. Tiga orang itu masuk dan saat matanya menangkap sesosok tubuh di atas ranjang, mata tiga pria itu berbinar dan pandangan mereka hampir tidak berkedip.


"Sayang, siapa mereka?" tanya wanita yang masih terbaring diatas ranjang dengan tubuh tanpa busana dan jari memainkan lubang miliknya sendiri.


"Mereka yang akan memuaskanmu, sayang," jawab pria bernama Dito dengan entengnya sembari mengenakan pakaiannya. Dito lalu menatap tiga pria yang sudah tergiur dengan tubuh indah yang masih dalam penangaruh obat perangsang. "Kalian sudah mempersiapkan semuanya, bukan?"


"Tentu, Tuan," jawab salah satu dari tiga orang itu dengan sangat antusias.


"Ya sudah, puaskan wanita itu dan jangan lupa, rekam aksi kalian tapi jangan sampai wajah kalian terlihat, mengerti!"


"Sangat mengerti, Tuan." Dengan antusias tiga pria yang memang sudah disiapkan oleh Dito sebelumnya langsung menghampiri wanita yang nampak terkejut dengan kedatangan mereka.


"Apa yang akan kalian lakukan?" Lupita ternyata masih memiliki kesadaran untuk bertanya, meski gejolaknya masih sangat menggebu.


"Tentu saja kami akan memuaskan anda, Nyonya," ucap salah satu pria dengan jari tangannya yang kasar mulai mendarat di tubuh Lupita.


"Tidak, jangan lakukan. Tidak!"

__ADS_1


Dito melangkah pergi, meninggallkan Lupita dengan tiga orang itu. Tiga orang yang Dito temukan di jalan saat menuju ke hotel. Ada pengamen, tukang parkir dan juga tukang ojek online. Dengan tawaran yang memnggiurkan dan jaminan keamanan yang tidak diragukan, membuat ketiga orang itu mau mengikuti ajakan Dito. Selain mendapat enak enak, tiga pria itu juga mendapat uang yang tidak sedikit.


Hingga beberapa jam kemudian.


"Eugh!" seseorang baru sadar dari tidurnya. Orang itu langsung memegangi kepala sambil perlahan membuka matanya. "Kepalaku pusing banget," keluh orang itu lalu dia berusaha bangkit dari tidurnya. "Kenapa lubangku juga sakit sekali?" orang itu meringis.


"Anda sudah bangun, Nyonya!" suara seseorang tiba tiba terdengar dan cukup mengejutkan wanita yang sepenuhnya belum sadarkan diri. Mata wanita itu terbuka dan dia terlihat semakin terkejut ssat melihat ada tiga pria duduk di sofa sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja.


"Kalian siapa?" tanya wanita itu dengan wajah bingung. Namun saat dia mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu. "Kalian! Kurang ajar!" wanita itu langsung mencari sesuatu untuk menutupi tubuh polosnya. Tapi sayang, tidak ada kain sehelaipun disekitarnya. Dengan terpaksa wanita itu menutup tubuhnya dengan menekuk lutut dan telapak tangannya. "Keluar kalian dari sini!"


"Hahaha ...tenang, nyonya. Nanti setelah makanan kita habis, kita akan pergi," jawab pria yang berprofesi sebagai tukang ojeg. "Tapi kalau Nyonya melarang kita untuk pergi dan meminta memuaskan Nyonya lagi, kami sangat bersedia, Nyonya." ketiga pria itu semakin terbahak.


"Laporkan saja, kami tidak takut, Nyonya," pria yang berprofesi sebagai pengamen mengeluarkan suaranya dengan santai. "Kami semua aman, kok. Tapi nggak tahu dengan anda, aman atau tidak."


"Maksud kalian?" tanya Lupita yang tertegun begitu mendengar ucapan salah satu dari tiga pria itu.


Ketiga pria itu menyeringai dan saling pandang sejenak. "Permainan panas yang kita lakukan tadi sudah kami rekam, Nyonya."

__ADS_1


"Apa!" Lupita memekik dengan mata membelalak.


"Nyonya bahkan memohon kepada kami, untuk minta dipuaskan dengan segera, ya kami tidak bisa menolak dong, Hahaha ..."


"Kurang ajar! Hapus video itu, cepat! Sebelum saya melakukan sesuatu yang membuat kalian menyesal!"


"Wahh! Maaf, Nyonya, kami tidak bisa menghapusnya. Videonya sudah kami kirim ke Tuan Moreno."


"Apa!" lagi lagi Lupita dibuat syok. "Tidak mungkin?"


"Benar, Nyonya. Nyonya tanyakan saja pada Tuan Moreno. Tapi kalau Nyonya juga ingin melihat permainan kita, di ponsel nyonya juga ada videonya."


Lupita membeku. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Dia ingin pergi dari kamar ini, tapi keadaannya tidak memungkinkan. Bajunya sendiri dia tidak ingat berada dimana. Belum lagi kabar yang baru saja dia dengar sungguh membuat Lupita terguncang sampai tak berkutik. Wanita itu tidak menyangka kalau Moreno ternyata semengerikan itu.


Di saat Lupita sedang termenung, matanya tiba tiba membulat saat melihat tiga pria yang masih memakai kolor, melangkah ke arahnya. "Apa yang akan kalian lakukan, hah!" firasat Lupita sudah tidak enak.


"Tentu saja kami akan meminta anda melayani kami lagi."

__ADS_1


"Tidak, tidak!"


...@@@@@...


__ADS_2