SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Menjaga Anak Majikan


__ADS_3

Setelah kepergian dua pria tua beberapa menit yang lalu, kini rasa canggung menyelimti dua anak muda yang sedang duduk beerdua di ruang tamu. Keduanya belum terlibat pembicaraan serius sejak beberapa menit yang lalu. Sebagai pelarian, keduanya sibuk dengan ponsel mereka masing masing.


"Kalau begitu, Nona tunggu disini sebentar ya? Saya akan merapikan kamar yang akan digunakan untuk Nona," ucap Rafi dengan sopannya. Biar bagaimanapun wanita itu adalah anak dari seorang bos tempat dulu ayahnya bekerja, jadi Rafi tetap menaruh hormat kepadanya.


Setelah dipersilahkan, Rafi bergegas mengambil kunci kamar dan berjalan cepat menuju kamar yang akan digunakan oleh wanita bernama Marisa. Karena pada dasarnya kamar kosong yang ada di tempat kost tersebut memang sering dirapikan oleh Rafi tiap dia bersih bersih pagi. jadi pemuda itu tiak butuh waktu lama untuk membersihkan dan merapikannya kembali.


"Mari Nona, saya antar ke kamar," ucap Rafi begitu tugas merapikan selesai dan dia kembali ke tempat keberadaan Marisa. "Biar koper saya yang bawa," tawarnya lagi. Marisa kembali menunjukkan senyumnya lalu dia memberikan kopernya kepada Rafi. wanita itu melangkah mengikuti pemuda itu menuju kamar yang akan dia gunakan.


Begitu sampai di kamar, wanita itu langsung mengedarkan pandangannya kekamar yang akan dia gunakan untuk istirahat. Dia juga memperhatikan kamar mandi yang ada di sana serta melongok ke arah luar lewat jendela kamar yang bisa dibuka sebagai sirkulasi udara.


"Apa Nona suka dengan kamarnya?" tanya Rafi dengan sikap yang masih sangat canggung. Biar bagaimanapun Rafi takut wanita itu tidak menyukai tempat tinggalnya yang sekarang. Mengingat wanita itu orang kaya, pasti unuk urusan tempat tidur pun pasti juga memakai barang yang sangat mewah.


"Lumayan, nggak terlalu mengecewakan," ucap wanita itu. Meski nadanya terdengar angkuh, tapi jawaban yang terlontar dari mulutnya cukup membuat Rafi lega.


"Ya sudah, kali aja Nona mau istirahat, saya kembali dulu ke post jaga, permisi," pamit Rafi lalu berbalk badan.

__ADS_1


Namun saat dia hendak melangkah keluar, Rafi menghentikan gerakan badannya ketika wanita itu mengeluarkan suaranya, " Kamu nggak nemenin aku dulu?" Rafi tertegun lalu dia menoleh dan melihat wanita itu bersilang tangan di dadanya. "Aku disini nggak ada temen loh, masa kamu mau ninggalin aku begitu saja."


Rafi semakin heran, anita itu malah terlihat kesal sekarang. "Tapi aku harus kembali ke post jaga, Nona. Kalau Nona butuh temen ngobrol, Nona bisa turun saja ke psot jaga, saya ada di sana."


Wanita itu mendengus dan terlihat sangat kesal. "Aku pikir kamu akan tetap disini menjagaku. Ya udah sana pergi!"


Dengan tatapan bingung, Rafi keluar kamar. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Maksudnya apa ya? Apa dia ingin aku tidur sekamar dengan dia? Kalau emang benar ya aku sih mau aja, hihihi ..."


Sambil pikirannya berkelana kemana mana, Rafi mencoba memberi tahu sikap Marisa terhadap pak budi. Pria paru baya itu malah menanggapinya dengan tertawa. Dari mulut pak Budi, Marisa memang takut jika sendirian. Apalagi sejak ayahnya mendapat musibah, rasa takutnya semakin bertambah. Rafi diminta memaklumi dengan tingkah wanita itu.


"Ada kamar yang dekat dengan kamar kamu nggak? Aku nggak mau di kamar itu."


"Astaga!" Rafi langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mana mungkin ada kamar yang lebih dekat dengan tempat Rafi. Semuanya sudah terisi. Tinggal unit bangunan ketiga saja yang masih ada kamar kosong.


"Aku di kamar ini aja ya? Biar dekat kalau butuh kamu," Marisa menunjuk kamar yang digunakan Rafi.

__ADS_1


"Jangan! Ini kamar aku. Lagian kamar ini sempit, nggak ada kamar mandinya juga," jelas saja Rafi melarangnya.


Wanita itu bukannya menuruti kata kata Rafi, malah melangkah menuju kamar yang dia tunjuk dan memasukinya. "Nggak apa apa, nggak ada kamar mandinya. Yang penting aku ada temannya."


Rafi menghembus nafasnya secara kasar. "Kalau kamu butuh temen, coba kamu ajak siapa untuk menemani kamu disini. Atau kamu suruh saja pacar kamu kesini."


"Mana ada yang mau teman aku tinggal di tempat seperti ini, apa lagi pacarku. Ini aja kalau bukan karena demi keselamatanku, aku nggak mau tinggal disini."


"Ya uda terserah kamu, kalau nggak mau tinggal disini ya jangan dipaksa, ini kan untuk kalangan orang miskin," cetus Rafi yang tersinggung dengan ucapan wanita itu.


"Ya udah, kita tidur sekamar aja, gimana?"


"Waduh!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2