
Sudah bukan rahasia umum lagi kalau di jaman sekarang banyak sekali hubungan gelap terjadi. Hampir dari berbagai kalangan, banyak yang menjalankan hubungan gelap, meski sudah memiliki pasangan atau pendamping hidup yang sah. Hubungan gelap itu terjalin dengan banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya hubungan gelap tersebut.
Seperti yang terjadi dengan Sergio, pria yang masih terlihat gagah di usianya yang hampir menginjak angka lima puluh tahun, kerap sekali melakukan hubungan gelap meski dirinya sudah memiliki pendamping hidup yang sah. Saat bersama istri pertama, pria itu beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita lain, sampai rumah tangganya hancur.
Saat ini Sergio kembali mengulang perbuatan dengan menjalin hubungan gelap dengan wanita yang berkerja di kantornya. Memiliki sekretaris yang selalu berpakaian seksi dan memperlihatkan lekuk indah setiap tubuhnya, membuat jiwa laki laki Sergio tak kuasa menolak pesona sang sekretaris. Beruntungnya, sang sekretaris yang usianya belum menginjak angka dua puluh tujuh tahun itu juga memiliki rasa terhadap sang bos dan tentu saja, hal itu menjadikan jalan mudah bagi Sergio untuk menjalin hubungan gelap dengan wanita itu.
Sudah tiga tahun wanita bernama Sabrina itu menjadi sekretaris Sergio dan hampir dua tahun wanita itu menjalin hubungan gelap dengan sang bos. Sabrina sendiri juga sebenarnya sudah memiliki pasangan, tapi yang namanya kebutuhan materi selalu mendominasi dan menjadi alasan utama wanita itu mau menjadi penghangat bagi sang bos.
Di saat Sergio dan Sabrina sedang menghabiskann waktu bersama di kamar yang ada di kantor Sergio, istri dari Sergio sendiri, saat ini sedang bercengkrama dengan orang tuanya. Dari wajah ketiga orang itu yang terlihat tegang, sepertinya mereka sedang membicarakan masalah yang cukup serius.
"Apa alasan kamu ingin menjerat Moreno, Pit? Bukankah Sergio saja sudah cukup?" tanya seorang wanita yang usianya sebenarnya sudah cukup tua. Tapi wanita itu selalu bersikap seakan akan dirinya masih sangat muda. Padahal jika dilihat dari tahun kelahirannya, usia wanita itu sudah hampir menyentuh angka tujuh puluh tahun.
"Karena Moreno lebih menjamin masa depan kita, Bu. Aku yakin Ayah juga akan lebih bisa membangkitkan perusaahan yang di kelola oleh Burhan agar lebh maju lagi," balas Lupita dengan sangat antusias.
__ADS_1
"Tapi kan kamu tahu, Moreno sendiri dengan tegas menolak Burhan. Bahkan dia menyerahkan segala keputusan kepada anaknya," sang ayah menimpali.
"Maka itu, Yah, kita harus lebih berusaha lagi mendekati Moreno. Jika aku berhasil menaklukan Moreno, sudah pasti pria itu akan selalu menuruti permintaanku termasuk untuk urusan perusahaan."
"Lalu bagaimana dengan Sergio? Bisa bisa dia ngamuk?"
"Urusan Sergio ya urusan belakangan, Bu. Kalau aku sudah memiliki kekuaasan yang lebih tinggi dari dia, Sergio tidak akan bisa berbuat apa apa. Apa lagi perusahaannya sudah nggak stabil gitu. Aku nggak mau hidup susah kalau Sergio nanti bangkrut."
Tanpa terasa waktu kini kembali bergulir dan saat ini malam telah menjelang. Di sebuah rumah mewah, Rafi, Marisa dan juga Moreno sedang menikmati makan malam. Seperti biasa, banyak hal yang mereka bahas jika sedang berkumpul di meja makan. Sama seperti malam ini, peerbincangan ringan juga sedang berlangsung.
"Jadi kamu akan menemui ayah kamu? Kapan?" tanya Moreno setelah memasukanm potongan daging bakar ke dalam mulutnya.
"Rencananya sih, dalam waktu dekat ini, Om. Nunggu kabar juga dari Mommy. Cari waktu yang aman," balas Marisa disela sela menikmati santapan yang tidak jauh berbeda dengan yang dimakan Moreno.
__ADS_1
"Terus, jika nanti pesta perkenalan Rafi sebagai pemimpin Folcano, kamu tidak ada di negara ini?"
"Ya pasti aku masih berada di negara ini, Om. Aku kan harus berperan menjadi pendamping Rafi juga."
"Ya baguslah. Memang itu yang saya inginkan. Nanti istri dan anak anak saya juga akan datang, aku harap Rafi bisa akrab dengan anak anak saya."
"Siap, Dad," balas Rafi yang sedari tadi lebih banyak diam.
"Oh iya, jangan lupa besok kamu mampir ke salah satu panti asuhan langganan perusahaan Daddy, yah. Tadi Daddy ke sana, katanya pimpinan pengurus panti sedang ada di rumah sakit karena kecelakaan."
Mendengar ucapan Moreno, kening Rafi sontak saja berkerut. "Apa jangan jangan ..."
...@@@@@...
__ADS_1