
Saatnya pesta di mulai. Di sana di sebuah gedung yang merupakan bagian dari hotel mewah yang ada di kota besar, pesta akbar sebuah perusahaan kini sedang berlangsung. Sebuah perusahaan yang sebenarnya tidak terlalu besar, bahkan entah berada di urutan keberapa jika dilihat dari data banyaknya perusahaan di negera ini.
Dalam layar yang dijadikan panggung, tertulis dengan sangat jelas tentang tema acara pesta pada malam hari ini. Malam perayaan ulang tahun pernikahan pemilik perusahaan dan peresmian cabang baru Pt cahaya gemilang, itulah tema yang tertera pada layar yang terbentang lebar di atas panggung.
Seiring berjalannya waktu, para tamu undangan mulai berdatangan. Dari tamu tamu tersebut sebenarnya lebih banyak rekan dan juga kenalan dari adik ipar yang lebih memiliki nama besar daripada tuan rumah yang mengadakan pesta mewah ini. Tapi sang tuan rumah yang lebih akrab di panggil Burhan, memanfaatkan san adik ipar agar dia bisa lebih dekat dengan orang orang yang memiliki perusahaan ternama, baik kelas dalam negeri ataupun kelas luar negeri.
"Mana Tuan Moreno? Kenapa dia belum datang?" tanya Burhan kepada adik iparnya yang tak lain adalah Sergio. Entah kenapa, keturunan Walington itu sangat patuh kepada keluarga istri mudanya meski dia tahu usia Burhan lebih muda dari dirinya dengan selisih usia yng cukup banyak yaitu sekitar sepuluh tahunan.
"Sebentar lagi, Mungkin dia sedang dalam perjalanan," balas Sergio dengan sedikit berbisik karena saat ini dia sedang berbincang dengan salah satu orang penting untuk menarik perhatian agar orang itu bersedia investisai di perusahaan milikk Sergio sendiri.
__ADS_1
Di tempat yang sama, para wanita juga terlihat tidak sabar menunggu tamu yang paling spesial dalam acara tersebut. Mereka mulai kasak kusuk dengan mata sesekali menatap ke arah pintu masuk, berharap bisa menyaksikan kedatangan tamu penting dalam acara malam itu.
"Ini Moreno beneran datang tidak sih?" gumam Lupita sedikit cemas. Pasalnya, wanita itu sudah menpersiapkan ide bagus. Dia akan menjerat pria yang masih kelihatan gagah diusia tuanya itu, agar bisa menjadi bagian dari keluarganya. Biar bagaimanapun, jika Sergio mengalami kebangkrutan, Lupita tidak perlu bersusah payah ikutan bangkrut juga.
"Mungkin lagi di jalan, Tante. Sabar aja. Kita pasti kali ini bisa mendapatkan mangsa kita," Tania berkata dengan penuh rasa percaya diri.
"Ya harus. Kita harus bisa mendapatkan salah satu dari tamu penting kita agar nama kita bisa diperhitungkan di kalangan kelas atas. Lihat ayah kamu, kalau bukan karena Sergio, mana mungkin pestanya akan di datangi orang orang penting seperti mereka."
Merasa tersindir oleh ucapan Tania, Lupita langsung melirik tajam ke arah keponakannya yang kini mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Kamu menyindir Tante? Kalau mau ngomong tuh ngaca dulu, Tania. Kamu aja saat ini bersedia membentangkan pahanya agar bisa mendapatkan Tuan muda Rafi bukan? Dasar bocah, kalau ngomong suka tidak tahu diri."
__ADS_1
"Loh, siapa yang nyindir Tante?" bantah Tania. "Aku itu sedang ngomongin orang lain, kenapa malah Tante yang tersinggung? Bukankah sekaarang banyak wanita yang mau membentangkan kakinya tanpa busana di atas ranjang pria pria berduit demi sebuah harta? Siapa yang sedang nyindir tante sih?"
Lupita hanya bisa mendengus kesal. Walaupun alasan yang dikatakan Tania cukup masuk akal, tapi tetap saja Lupita bagian dari salah satu wanita yang memakai tubuh dan lubang nikmatnya untuk menjerat pria kaya seperti Sergio. Lupita menenggak minuman yang dia pegang sampai benar benar habis.
Tak lama waktu berselang, tamu yang paling ditunggu pun terlihat memasuki ruang pesta. Kehadiran Moreno, Rafi dan Marisa, tentu saja langsung disambut oleh para tamu yang beberapa diantaranya adalah orang orang yang cari muka demi bisa lebih dekat dengan pemilik perusahaan kelas dunia, Moreno Anderson Fox. Bukan hanya tamu laki laki, para tamu wanita juga tidak sedikit yang berusaha mencari simpati pria yang sudah sangat matang usianya tapi masih memiliki aura yang luar biasa sebagai laki laki.
Selain Moreno, kedatangan Rafi sebagai orang yang dianggap keluarga Moreno, juga menjadi sorotan para mata yang terpesona dengan aura yang terpancar pada wajahnya. Banyak yang memandang iri kepada Marisa karena wanita itu berada dalam gandengan tangan Moreno dan Rafi.
"Apa itu, putra dari pemilik kerajaan bisnis Folcano grup? Kok wajahnya agak beda dengan ayahnya?"
__ADS_1
...@@@@@@@...