SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Menuntut Tanggung Jawab


__ADS_3

Waktu baru menunjukan pukul sembilan pagi lebih sedikit, tapi suasana tegang dan panas, cukup terasa di dalam ruangan pendingin yang dgunakan sebaga tempat kerja seorang atasan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Pria bernama Moreno itu terlihat begitu santai. Berbeda dengan tamunya yang tegang dan terlihat sangat panas. Tiga orang tamu itu menatap tajam ke arah pemilik gedung tersebut.


"Sepertinya ada hal yang sangat mendesak, sampai Tuan Gemilang mau meluangkan waktu sepagi ini untuk bertemu dengan saya," ucap Moreno dengan sangat tenang kepada pria yang menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


"Anda tidak perlu pura pura seperti itu, Tuan Moreno. Anda pasti sangat tahu, apa tujuan saya datang kesini," balas Gemilang, ayah dari Lupita, wanita yang saat ini juga menatap Moreno dengan rasa yang tidak bisa diartikan. Rasa kagum Lupita kepada Moreno, saat ini bercampur dengan rasa marah atas perbuatan pria itu kepadanya.


Moreno tersenyum dan terlihat sangat santai menghadapi tamunya. "Darimana saya bisa tahu tujuan anda datang kemari, Tuan. Kita tidak ada janji dan anda datang secara mendadak. Apa anda pikir saya Tuhan, yang bisa mengetahui isi hati anda?"


Silkap Moreno tentu saja membuat pria yang dipanggil Gemilang, semakin menunjukkan amarahnya yang telah berkobar sejak beberapa waktu lalu. "Baiklah, saya meminta pertanggung jawaban anda, atas apa yang anda lakukan kepada anak saya. Saya sebagai orang tuanya, sangat tidak terima dengan perbuatan anda kepada Lupita, anak saya."


Kening Moreno untuk sesaat berkerut. Dia cukup terkejut dengan permintaan pria yang saat ini nampak menyunggingkan senyum tipisnya. "Hahaha ..." tiba tiba suara tawa Moreno menggelegar dan itu cukup mengejutkan bagi tiga orang yang sedang menatapnya. "Hahaha ... anda lucu sekali, Tuan gemilang. Atas dasar apa, anda meminta pertanggung jawaban kepada saya? Saya tidak melakukan apa apa terhadap anak anda"


"Jangan menyangkal!" gertak Gumilang. "Saya yakin semua yang menimpa anak anda itu karena orang orang yang anda perintahkan?"

__ADS_1


Moreno sontak saja menyeringai. "Harusnya anda tanyakan dulu sama anak anda, apakah kelakuan anak anda sudah benar? Saya yakin, apa yang dilakukan Lupita kemarin, juga bagian dari rencana anda, bukan?"


"Apa maksud anda? Anda jangan memutar balikkan fakta!" Gemilang semakin meradang. Bukannya dia tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan oleh moreno, tapi dia meradang karena tidak mau kalah dengan sang tuan rumah. Yang pasti tuduhan Moreno memang benar, Gemilang sangat tahu dan mendukung rencana Lupita untuk menjebak Moreno.


Moreno kembali terkekeh. "Hehehe ... anda lucu sekali. Apa karena anda sangat terobsesi memiliki menantu seperti saya sampai anda lupa kalau anak anda masih berstatus istri dari Tuan Sergio?"


"Loh, kalau soal itu gampang, kita bisa menuntut sergio untuk menceraikan Lupita," kini istri dari Gemilang yang bersuara dengan entengnya.


"Hati hati dengan ucapan anda, Tuan! Anda benar benar telah menghina keluarga saya!" Gemilang malah berbicara dengan sangat lantang membuat Moreno menggelengkan kepalanya beberapa kali karena sangat heran dengan kelakuan keluarga yang tidak punya urat malu seperti ini.


"Sekarang saya tanya pada anda semua, dimana Sergio sekarang? Apa benar, Sergio dirawat di kamar hotel, seperti yang dikatakan anak anda kemarin?" pertanyaan yang keluar dari mulut Moreno, membuat tiga orang yang ada di hadapannya terkesiap. Mereka jelas sangat tidak tahu keberadaan Sergio sekarang dimana.


"Dimanapun dia berada sekarang, saya tidak peduli. Pria tidak bertanggung jawab, untuk apa dipertahankan," ucap istri Gemilang dengan lantang dan sangat ketus.

__ADS_1


"Apa karena Sergio kabur dengan membawa semua aset miliknya?" lagi lagi pertanyaan Moreno mengejutkan tiga orang yang ada di sana samai membuat Sergio terkekeh. "Hahaha ... saya tahu, dengan mendukung sandiwaraa anak anda, anda menginginkan saya akan terjebak dan mau menjadi suaminya agar kalian bebas menikmati harta saya, bukan? hahaha ..."


"Kau ..." gemilang tercekat.


"Kenapa? Kalian terkejut?" Moreno bertanya dengan santainya. "Saya tahu semuanya dan saya meneruskan rencana anak anda yang ingin menjebak saya di kamar hotel. Tidak salah bukan? Lagian, anak anda ini, hanya ingin menikmati harta dan isi celana saya bukan? saya sudah kasih bonus empat isi celana pria, agar anak anda puas."


"Kurang ajar!" bentak gemilang. "Kamu pikir anak saya wanita murah meriah, hah!"


"Oh, dia lebih dari sekedar itu. Hanya demi harta, anak anda rela menggunakan tubuhnya. Sayang sekali, saya tidak doyan dengan tubuh anak anda. Dan jika anda ingin menempuh jalur hukum, baik, saya akan sangat terima tantangan anda. Lagian, video anak anda melawan tiga pria jalanan masih saya simpan dengan sangat rapi, apa anda mau, saya sebarkan ke semua rekan bisnis anda?"


Deg!


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2