
Rafi tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya begitu mendengar bisikan dari wanita yang saat ini sedang memainkan isi celana pria itu dengan tangannya. "Yang benar. Sha? Angela ngomong seperti itu sama kamu?" tanya Rafi untuk memastikan kalau saat ini dia sedang tidak salah mendengar.
"Ya benar lah, aku aja sempat kaget saat dia ngomong kayak gitu," ucap Marisa sambil teruss memijat batang Rafi sampai batang itu sangat menegang. "Gimana menurutmu, Fi?"
"Gimana apanya? Ya aku nggak tahu, Sha," balas Rafi sambil tangannya bergerak dan menjadikan tangan itu sebagai bantal dan memamerkan bulu ketiaknya di hadapan wajah Marisa. Wanita itu langsung saja menempelkan lubang hidungnya pada ketiak Rafi. "Otomatis aku sama Angela sekarang sudah jadi saudara, masa iya aku mengabullkan keinginannya. Apa kata Daddy nanti?"
"Kan kamu anak angkat, tidak memiliki hubungan darah. Kalau keinginannya tidak terkabul bagaimana? Nanti malah dia membenci kamu loh," balas Marisa tanpa ada niat untuk menakut nakuti. Namun ucapan wanita itu cukup membuat Rafi ketar ketir juga.
"Lah, kamu sendiri gimana? Emang kamu rela gitu aku tidur dengan teman kamu itu?" kini gantian Rafi yang melempar pertanyaan sebagai pengalih dari rasa khawatir yang melanda hatinya. Jelas saja Rafi sangat bingung dengan keadaan yang sedang menimpa hatinya saat ini.
Memang benar, Angela sangat cantik dan seksi. apalagi Rafi sempat melirik anak dari Moreno itu memiliki bukit kembar yang lebih besar dari milik Marisa. mungkin karena terbiasa hidup diluar negeri, wanita bernama Angela itu tadi memakai pakain yang dengan jelas memperlihatkan bentuk bukit kembarnya yang nampak kencang dan kenyal.
__ADS_1
"Ya kan kita sampai saat ini belum ada hubungan khusus, Fi. Aku nggak mungkin melarang kamu untuk berhubungan dengan siapapun dong. Apa lagi dengan Angela, yang sudah jelas akan tinggal satu rumah sama kamu selama aku pergi. Apa lagi angela sangat terpesona dengan wajah kamu, Fi."
"Tahu ah, Sha, aku bingung," Rafi malah merasa frustasi. "Kalau dia bukan anaknya Daddy, aku pasti bakalan wujudkan permintaan dia untuk tidur bareng Aku nggak enak sama Daddy, sama Mommy dan sama kakak kembarnya itu."
"Hahaha ..." Marisa malah terbahak. "Ya udah mending kita tidur, jangan terlalu dipikirkan."
"Gimana aku bisa tidur kalau isi celanaku tegang banget gitu, lemesin dulu dong," Marisa kembali tersenyum dengan lebar. Tanpa ada niat untuk menolak, wanita itu langsung menggeser kepalanya ke bawah perut Rafi dan seketika memainkan batang Rafi dengan mulutnya. "Permainan mulut kamu enak banget sih, Sha. Aku pasti nanti akan kangen banget saat kamu pergi."
Waktu berlalu begitu cepat dan kini hari sudah berganti lagi. Saat ini Rafi, Marisa dan juga seluruh keluarga Moreno sedang duduk melingkar sambil menikmati sarapan bersama. Suasana hangat lebih terasa dan semuanya nampak ceria saat obrolan ringan yang penuh tawa tercipta diantara mereka.
Lagi lagi Rafi dikejutkan dengan pakaian yang dikenakan anak perempuan Moreno. Mungkin mermang sudah menjadi kebiasaan wanita itu memakai pakaian yang selalu memperlihatkan keseksian tubuhnya. Seperti pagi ini, angela hanya memakai kain yang melingkar di dadanya dengan kencang dan juga celana yang begitu pendek. kain itu sendiri hanya menutupi sebagian bukit kembarrnya dan melingkar hingga ke punggung.
__ADS_1
Yang membuat Rafi semakin heran, tidak ada nassehat yang terlontar dari mulut orang tua Angela untuk anak gadisnya agar memakai pakaian yang lebih sopan. Biar bagaimanapun disitu ada Rafi yang merupakan laki laki normal dan memiliki jiwa liar seorang pria.
"Dad, nanti aku boleh nggak ngajak Rafi buat nemenin aku nyari baju pesta?" ucap Angela dan tentu saja dengan bahasa Italia. kalau memakai bahasa ingris, sedikit sedikit Rafi masih bisa mengerti berkat belajar dengan Marisa saat mempelajari tentang perusaahan.
"Katanya pergi sama Marisa?" Moreno malah melempar tanya kembali kepada anaknya.
"Ya kan agar rame, Dad, lagian kalau berdua dengan Marisa, belum tentu aman juga, meski membawa pengawal. Kalau dengan Rafi, dia bisa ikut masuk ke dalam tokonya."
Moreno terlihat terdiam sejenak sambil memuikirkan ucapan anaknya yang memang ada benarnya. "Bailklah," ucap Moreno dan dia langsung menyampaikan permintaan anaknya kepada Rafi. Angela nampak begitu senang saat Rafi menyetujuinya, sedangkan Rafi merasa kalau wanita itu ada niat yang tidak baik.
...@@@@@...
__ADS_1