SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Setelah Pagi Terlewati


__ADS_3

Waktu kini sudah menunjukan pukul tiga siang lebih beberapa menit. Rafi baru saja membuka matanya di jam segitu. Di sebelahnya juga ada seorang wanita yang masih terlelap. Baik Rafi ataupun wanita itu, keduanya masih dalam keadaan tanpa busana. Rafi sejenak mengulas senyum dan membelai rambut wanita yang sedang memunggunginya.


Entah berapa ronde permainan yang Rafi lakukan bersama Dinda siang itu. Rafi dan Dinda memejamkan matanya setelah ronde terakhir mereka lakukan. Mungkin karena didera rasa lelah, jadi keduanya memilih langsung tidur di siang itu daripada harus melakukan kegiatan lain setelah permainan panas mereka selesai.


Rafi meraih dua ponsel yang dia simpan di tas slempang kebanggaannya. Yang pertama Rafi cek adalah ponsel jadul yang berisi pemberituhan tentang keberhasilan sistem yang dia jalani. Lagi lagi sejumlah uang dengan nominal yang cukup tinggi Rafi dapatkan. Bukan itu saja, Rafi juga kembali mendapatkan hadiah misterius. Sampai detik ini Rafi bingung, hadiah misterius apa yang dia dapatkan? Karena hingga saat ini hadiah itu tidak ada tanda tandanya sama sekali.


Begitu selesai melakukan interuksi seperti biasa yang diberikan oleh sistem, selanjutnya Rafi membuka pesan yang ada di ponssel barunya. Ada beberapa pesan yang masuk di sana, salah satunya dari Wildan. Pemuda itu memberi kabar kalau dia dan Kalina sukses menjalanan rencananya. Saat ini pasangan kekasih itu sedang dalam perjalanan pulang dan diperkiarakan akan sampai dalam waktu tiga jam berikutnya.


Setelah tidak perlu ada yang di cek lagi, Rafi memilih bangkit dari berbaringnya. Dia hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Tapi sebelum dia benar benar bangkit dari atas kasur, Rafi terlebih dahulu memberi kecupan pada pundak wanita yang masih terlelap.

__ADS_1


"Loh, kamu masih di sini?" tanya Rafi begitu dia selesai dengan urusan kamar mandi dan sudah keluar kamar dengan badan yang lebih segar. Saat Rafi turun dari lantai dua, matanya menangkap sosok Dito sedang ngobrol dengan salah satu pengawal Rafi yang ada di post jaga.


"Ya masih lah, orang aku nungguin kamu," jawab Dito.


"Ya udah kita bicara di ruang tamu saja," balas Rafi lalu dia melempar tatapan kepada pengawal dan melempar sebuah pertanyaan yang dijawab kalau pengawal itu sudah makan dan sudah melakukan apapun yang ditanyakan Rafi. Setelah itu Rafi dan Dito langsung saja beranjak menuju ruang tamu yang letaknya di belakang bangunan post jaga.


"Gila! Sekarang kamu sudah naik pangkat menjadi Tuan muda, Fi?" tanya Dito dengan rasa terkejut yang belum hilang. Pria itu memang tadi sangat terkejut saat mendengar percakapan Rafi dan pengawalnya. Apa lagi sang pengawal memanggil Rafi dengan sebutan Tuan muda. Hal itu membuat Dito semakin takjub luar biasa.


Bukan kecewa yang Dito tunjukan karena pertanyaanya tidak di jawab, tapi pria itu malah tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali. "Kan aku udah cerita kalau wanita itu maniak. Namanya Melda, tadi pagi saat aku kembali ke kamar, aku tuh tidur lagi, eh saat sedang tidur, aku di gangguin dia. Padahal aku tadi sempat pakai baju dan celana kan? Celanaku dilepaskan oleh si Melda. Kuat banget itu cewek, ngeri."

__ADS_1


Rafi yang menyimak dengan baik ucapan pria di hadapannya itu ikutan terkekeh. "Lah terus kamunya sendiri kayaknya juga nggak cape?"


"Ya capek lah, setelah paginya main dua ronde juga aku tidur lagi dan bangun jam dua tadi. Melda malah meminta aku nanti malam main ke kamarnya lagi. Parah banget kan?"


Kali ini Rafi tersenyum tipis. "Ya udah, kamu nginep lagi aja," Rafi memberi saran tapi dtolak mentah mentah oleh Dito karena malam nanti dia harus kerja. "Terus, kamu dapat info penting nggak?" tanya Rafi lagi.


"Dapat dong," ucap Dito terlihat antuias. "Saat tadi aku hendak mandi, aku menemukan beberapa kamera kecil yang dia taruh di beberapa tempat. Sepertinya Melda sengaja merekam permainan kita. Aku yakin kalau rekaman itu akan dijadikan alat untuk memeras korbannya, Fi."


Rafi nampak manggut manggut. "Bisa jadi itu. Sakarang kita tinggal tunggu aja aksi wanita itu dalam melakukan pemerasan. Aku penasaran, bagaimana reaksi dia saat tahu kalau aku adalah Rafi yang sebenarnya."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2