
"Tidak! Jangan mau, Bu! Dia hanya cucu dari seorang anak pungut!" teriakan lantang seseoang pria kembali membuat heboh semua yang datang pada acara pesta malam itu. Sudah bisa dipastikan kalau semua mata akan langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah sumber suara yang baru mengeluarkan kata katanya dengan lantang.
Rasa terkejut juga sangat terlihat dari si pemeran utama dalam acara pesta tersebut. Mata Rafi sama seperti yang lain, langsung mengarahkan tatapannya kepada pria yang sedang berdiri di salah satu sisi dengan tatapan penuh amarah kepada pemuda itu. Yang membuat Rafi terkejut bukanlah siapa yang berteriak lantang, tapi apa yang diteriakan oleh orang itu.
"Anak pungut? Maksud anda?" Tanya Rafi dengan sikap yang sebenarnya sudah sangat tidak tenang. Ada gemuruh dalam hatinya yang semakin berkobar setelah mendengar ucapan tersebut.
Sementara itu dua pasang suami istri yang sedari tadi berada di atas panggung juga tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Bahkan dua orang yang usianya sudah di atas enam puluh tahun itu langsung menatap tajam kepada orang yang berteriak lantang, yang tak lain adalah anaknya sendiri. "Jangan asal bicara kamu, Burhan!" salah satu dari dua orang itu langsung memberi peringatan dengan keras.
"Siapa yang asal bicara, Pak? Bukankah itu kenyataannya?" Burhan sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam orang tuanya. Dia lebih takut jika posisinya sebagai pemimpin di perusahaan Cahaya gemilang akan digantikan oleh Rafi. "Aku hanya bicara apa adanya. Bukankah itu benar, kalau Rafi adalah cucu dari anak pungut Bapak?"
__ADS_1
Tidak sedikit orang yang matanya membulat mendengar ucapan Burhan. Begitu juga Rafi. Ada rasa perih dalam hati pria itu begitu mendengar sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan. Pikiran Rafi seketika melayang saat dimana dengan sangat kejam dua orang yang mengaku sebagai nenek dan kakeknya menolak keras memberi bantuan pada orang tuanya.
"Apa benar yang dikatakatan dia, Nek? aku hanya cucu dari anak pungut yang kalian pelihara?" pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Rafi. Dengan segala amarah yang sudah sangat bergejolak, Rafi trus mencoba agar tetap bisa bersikap tenang menghadapi orang tua yang sekarang berdiri di hadapannya.
Dua orang tua yang tadinya menunjukkan wajah terkejutnya untuk sejenak mereka saling pandang. Seperti sedang membuat kesepakatan melalui tatapan mata mereka, keduanya kembali menatap Rafi dengan sangat tenang. "Yah, mau gimana lagi, kamu sudah tahu kenyataannya. Benar, kamu bukan cucu dari anak kandung saya. Kamu hasil dari anak pungut."
Untuk kesekian kalinya Rafi merasakan hatinya seperti sedang dihantam oleh benda keras. Sebuah kenyataan yang sangat tidak terduga harus Rafi dengar malam ini. Moreno dan orang orang yang peduli pada Rafi langsung memberi nasehat serta dukungan agar Rafi bisa lebih tenang. Namub, Rafi bisa lebih tenang beberapa saat kemudian. Bahkan dia kembali menunjukan senyum liciknya.
"Harusnya kamu tetap menerima jabatan itu sebagai bentuk balas budi untuk kami karena telah membesarkan ayah kamu dari kecil," sebuah jawaban yang tidak terduga keluar dari mulut wanita tua yang ada di sana. "Kamu harus tahu, tidak sedikit uang yang harus aku keluarkan untuk merawat ayah kamu selama dua puluh tahun."
__ADS_1
Tidak ada yang tidak terkejut saat mendengar ucapan wanita itu. begtu juga dengan Rafi. "Jadi dengan kata lain, anda meminta imbalan karena sudah membesarkan ayah saya?" mendengar pertanyaan Rafi, mata wanita itu langsung membulat dan menatap lakat pada pemuda di hadapannya.
"Yakin kamu mau membayarnya?" tanya wanita tua itu tanpa ada rasa ragu. Dengan sendirinya semua jadi tahu kalau wanita itu hanya mau menerima Rafi karena sebuah jabatan. "sudahlah, kamu saja suda batal menjadi presdir, jadi buat apa aku membujukmu kembali." Wanita itu langsung saja mengajak suaminya pergi dengan perasaan yang cukup geram.
Rafi langsung menyeringai dan kembaali menatap para tamua. "Maaf atas drama yang baru saja anda saksikan. sebenarnya tadi saya hanya ingin menguji dua orang yang mengaku keluarga saya, dan hasilnya sesuai dengan apa yang saya pikirkan."
Langkah dua oang yang mengaku nenek dan kakek Rafi sontak berhenti dan mereka berpaling kembali menatap rafi dengan tatapan yang menunjukkan kalau dua orang itu sangat terkejut.
"Saya akan tetap menerima jabatan yang Daddy berikan sebagai presiden direkur Falcano grup!"
__ADS_1
...@@@@@...