SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Ajakan Nancy


__ADS_3

Tiga orang yang masih duduk di ruang tamu itu masih terlihat obrolan seru. Bahkan Dito dan Nancy yang belum saling kenal satu sama lain, terlihat layaknya orang yang sudah kenal cukup lama. Mereka masih membahas tentang rencana dan juga asal usul dua wanita yantg katanya ingin menjebak Rafi dan memerasnya.


"Lalu bagaimana cara kita memancing mereka agar masuk perangkap kalian?" tanya Nancy di sela sela pembicaraannya. "Bukankah mereka sudah pernah gagal? Nggak mungkin kan kalau mereka akan mengulang dengan cara yang sama? Apa lagi aku juga nggak mungkin tiap hari bisa memantau pergerakan Sindi dan Melda."


Dua pria di hadapan Nancy saling pandang dan mereka sependapat dengan apa yang dikatakan wanita itu. Mereka tidak punya alibi agar bisa mendekati dua wanita yang katanya sering memanfaatkan pria pria kaya kecuali kalau mereka yang mendekat terlebih dahulu.


"Emang di kampus, kamu dan Lingze tidak biasa akrab sama mereka?" tanya Rafi.


"Kalau aku sih memang beda kelas. Maklum, mereka menganggap dirinya anak kaum elit jadi mana mau gaul sama aku. Kalau Lingze mungkin bisa, tapi kan dia memiliki genk sendiri yang sering kontra sama mereka, apa lagi Tania. Dia itu sering banget bertengkar dengan Melda soal berebut cowok."


Mendengar nama Tania disebut, kening Rafi sontak berkerut. Sejak dirinya dinobatkan sebagai calon presdir, nama wanita itu selalu mengitari hidup Rafi. Mungkin kalau silkap wanita itu sangat baik, Rafi masih mau menerima. Sayangnya, sikapnya yang terlalu bar bar dan cenderung menuju negatif, membuat Rafi muak dengan segala tingkahnya. Fakta yang membuat Rafi semakin membenci Tania adalah karena keluarga besar wanita itu yang ternyata adalah satu nenek dan kakek.


"Gini aja, kalau menurutku ya, kita biarkan saja mereka bergerak sesukanya dulu. Nanti kalau mereka ingin bertindak kembali untuk mendekati kamu ya, Raf, baru deh kita susun rencana. Ya, aku sih yakin jika dua wanita itu mendengar kalau kamu adalah calon presdir dari perusahaan kelas dunia, mereka pasti akan kembali mengusik kamu," Dito mencoba memberi usulan, dan nampaknya usulan pria itu cukup masuk akal. Nancy dan Rafi tentu saja sangat setuju dengan saran dari Dito.


di sela sela obrolan mereka yang semakin seru, Dito mendapat telfon dari keluarganya dan dia akhirnya memutuskan pulang. Kini di ruang tamu tinggal Nancy dan Rafi yang terlibat pembvicaraan.

__ADS_1


"Kamu tadi jauh jauh kesini naik apa? Kok nggak ngasih kabar? Bukankah kamu mermiliki nomer telfon aku?" tanya Rafi begitu Dito menghilang dari pandangan matanya.


"Aku naik motor," jawab Nancy. "ponsel lamaku rusak, Fi, dan setelah aku mendapat uang dari kamu, aku sudah tidak memainkan aplikasi kencan lagi, jadinya aku kehilangan kontak kamu,"lanjutnya.


"Ya syukurlah, kalau kamu memang sudah tidak main aplikasi itu. Aku sendiri juga sudah jarang banget ngebukanya sejak kesibukanku bertambah."


"Emang kamu masih suka melakukan hubungan satu malam, Fi?"


Rafi seketika menggaruk bagian belakang telinga yang tidak gatal. "Ya kadang suka iseng cuma chat biasa aja sih, cuma ya aku nggak pernah melakukan transaksi di sana. Terakhir chat ya sama kamu itu. Agak ngeri aja, takut sial."


"Tidak," jawab Rafi dengan cepat.


"Oh, kenapa? Dia cukup cantik loh?"


Rafi sedikit terbahak untuk mengalihkan kebingungannya dalam memberi jawaban. "Hahaha ... orang dianya belum mau. Nggak mungkin kan aku maksaain dia. Apa lagi dia anaknya orang kaya. Aku nggak mau dapat masalah."

__ADS_1


Awalnya kening Nancy nampak berkerut, namun tak lama setelahnya wanita itu terlihat menganggukan kepalanya beberapa kali sebagai pertanda kalau dia percaya dengan apa yang dikatakan Rafi.


"Kamu sendiri gimana? Apa kamu masih ada kendala soal keuangan?" kini Rafi yang melempar pertanyaan kepada wanita di hadapannya.


Nancy seketika tersenyum tanggung. "Ya masih lah, Fi. Cuma kan aku nggak mungkin jual lubang lagi. Walaupun berhubungan suami istri itu memang sangat enak, tapi aku nggak mau menggunakan jalan kotor."


"Kenapa nggak hubungi aku kalau kamu masih ada masalah keuangan? Aku kan pernah bilang kalau ada apa apa ngomong sama aku."


Nancy kembali menunjukkan senyum tipisnya. "Aku kan sudah cerita kalau ponselku rusak. Lagian masa iya aku tiba tiba minta uang sama kamu hanya gara gara kita pernah tidur bareng?"


"Ya kalau kamu hanya menjual ke aku ya nggak apa apa. Aku akan bantu kamu."


"Berarti kalau sekarang aku ngajakin kita berhubungan kembali, kamu mau melakukannya, Fi?"


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2