SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Madi Beraksi


__ADS_3

"Aku harus memulainya dari mana?" gumam seorang pria dari dalam toliet. Dialah Madi, pria yang ingin terlepas dari jaringan yang telah membelenggunya. Jarinang yang telah membuatnya menjadi seorang penjahat hanya demi sejumlah uang. Pria berusia tiga puluh tahu itu, kini ingin memperbaiki keadaan hidupnya setelah dirinya demi keluarga kecil yang sangat pria itu idamkan.


Madi berpikir keras, mencari cara agar dia bisa dengan mudah keluar dari jeratan jaringan tersebut sekaligus melumpuhkan pergerakan lima orang yang sekarang sedang dalam pengaruh alkohol. Alkohol yang diminum kelima orang di dalan satu ruangan tersebut, bukan alkohol biasa. Madi telah mencampur alkohol tersebut dengan cairan obat tidur yang memiliki dosis lumayan tinggi. Semua ilmu itu dia dapatkan selama bergabung menjadi jaringan tulang ikan TGM.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harus melumpuhkan bos bawor dulu," gumamnya. Madi memang harus melumpuhkan sang pemimpin jaringan tersebut. Dengan keberanian penuh, pria itu keluar dari toilet dan bersiap untuk melaksanakan aksinya.


Matanya mengawasi keadaan, ternyata begitu Madi kembali di tempat mereka berkumnpul, semuanya sudah tergeletak di sekitar sofa yang ada di sana. Bahkan sebagian lagi sudah menempati tempat tidur yang ada di dalam ruang tersebut. Dengan kewaspadaan penuh, Madi berjalan mendekat ke arah target utama.


"Mana ponsel Bang Bawor?" mata Madi celingukan mencari benda pipih tersebut. Namun di saat bersamaan Madi mendengar benda yang berdering dan bergetar, getarannya itu berasal dari kolong sofa. Madi langsung berjongkok untuk memeriksanya dan ternyata benda pipih yang Madi cari ada disana. Madi lantas meraih benda itu.


"Duh malah dikunci lagi," keluh Madi begitu ponsel sudah berada di tangannya. Namun itu tak berlangsung lama. Karena ada tanda sidik jari dalam layar ponsel berarti ponsel itu bisa dibuka dengan sidik jari dari pemiliknya. Madi dengan hati hati mencoba meraih tangan Bang Bawor yang sudah tidak sadarkan diri dan menempelkan beberapa jarinya untuk membuka ponsel tersebut.

__ADS_1


"Dapat!" Madi terlihat girang, lalu dia segera saja mencari sesuatu yang bisa digunakan senjata untuk menghancurkan jaringan TGM. Saat Madi mengecek menu pesan dan chat, dirinya tercengang dengan beberapa chat dan pesan yang terdapat dalam ponsel tersebut. Ternyata ada rencana mengerikan yang akan dilaksanakan oleh jaringsan TGM atas perintah seseorang.


"Sergio Walington? Siapa dia?" gumam Madi dalam hati dan dia mencatat nama dan nomer tersebut dan mengscreenshot percakapan itu lalu di kirim ke konselnya. "Aman. Sekarang aku tinggal hapus jejakku."


Tanpa terasa waktu terus bergulir dan kini pagi telah menjelang. dalam sebuah kamar terdengar dering ponsel yang cukup memekakan telinga hingga penghuni kamar tersebut yang masih terlelap harus terusik karena bunyi ponsel yang sangat berisik itu.


Dengan berat hati, penghuni kamar itu membuka matanya. Namun mata yang perlahan terbuka itu seketika menjadi membulat saat dia menyadari kalau di dalam sana dia tidur sendirian. "Kemana Nona Marisa?" gumam orang itu tampak begitu terkejut. Dia langsung bangkit dan dengan sedikit sempyongan orang itu bergegas keluar dari kamarnya.


"Astaga! Kirain dia kabur!" pekik Rafi. Begitu matanya menangkap sosok yang sedang melakukan senam di salah satu sisi halaman dari tempat kost tersebut, Rafi terlihat sangat lega. Dia lalu mendudukan pantatnya di atas tembok yang ada di post.


Seperti biasanya, Rafi menjalani waktu pagi dengan melaksanakan tugas tugasnya sebagai penjaga kost. Meski tempat itu sebentar lagi akan menjadi miliknya, tapi Rafi tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. saat Rafi sedang menyapu lantai, berbagai celetukan kerap sekali menghampirinya.

__ADS_1


"Ya elah, Mas, pacarnya ganti lagi? Cantik benar."


"Hahaha ... aku kalah sama penjaga kost euy! ternyata Mas Rafi seorang suhu."


Rafi hanya membalas setiap celetukan yang tertuju padanya dengan sebuah senyuman. Meski kadang dia juga menyangkal, nyatanya menyangkal bukan senjata yang ampuh untuk membuat para penjaga kost percaya kepadanya.


"Fi, emang benar, kamu sering gonta ganti cewek?" tanya Marisa saat mereka sedang duduk berdua begitu tugas Rafi selesai.


"Kata siapa? enggak lah. Bohong itu," sangkal Rafi.


"Huu! Pasti benar tuh. Ternyata kamu pemain juga ya? Wajar sih mainannya juga aplikasi kencan."

__ADS_1


"Hih, sok tahu!" sungut Rafi. Di saat Rafi sedang berdebat, nada pesan terdengar dari ponsel pemuda itu. Dia lantas langsung membuka ponsel tersebut dan wajahnya terlihat sangat terkejut saat membaca pesan yang baru saja masuk.


...@@@@@...


__ADS_2