
"Permisi, Mas. Saya mau tanya?"
Dilempar pertanyaan seperti itu, Rafi masih terdiam dengan mata terpaku menatap punggung tangan salah satu pria yang saat ini berada di atas meja. Punggung tangan bertato tulang ikan dan bertuliskan huruf TGM membuat Rafi terperangah.
Melihat sikap Rafi yang tiba tiba diam tentu saja menyebabkan rasa heran pada dua pria yang baru datang dan juga Kalina yang sedang memperhatikannya. Wanita itu dengan cepat menjulurkan tangannya dan menepuk pantat Rafi dengan cukup keras agar Rafi tersadar dari diamnya yang mendadak.
"Eh iya, ada apa? ada yang bisa saya bantu?" tanya Rafi agak tergagap.
Beruntung dua pria yang ada di sana tidak mencurigai sikap Rafi barusan. Mereka malah saling tatap sejenak lalu senyum mereka langsung melebar. "Saya mau tanya, apa disini ada seorang wanita yang tinggal bersama anaknya?"
Rafi dan Kalina tentu cukup terkejut mendengarnya dan mereka saling pandang, seperti sedang berbicara lewat tatapan mata mereka. Tapi itu tak berlangsung lama dan Rafi kembali menatap dua pria yang berdiri di depan post. "Tidak, Pak. Di sini tidak ada wanita yang yang membawa anak anak."
Mendengar kebohongan Rafi, Kalina sontak berdiri. "Mas, aku numpang ke toilet ya."
Rafi kembali dibuat terkejut dengan ucapan Kalina, tanpa banyak bertanya dan juga merasa heran, Rafi mempersilakan wanita itu ke toilet. Kalina pun bergegas menuju ke toilet yang ditunjukkan oleh Rafi. Setalah Kalina pergi, Rafi baru menyadari kalau Kalina hanya pura pura ke toilet untuk menahan wanita dan anaknya yang ada di sana.
__ADS_1
"Tapi kemarin teman saya bilang, katanya temen saya mengantar seorang wanita dan anak kecil laki laki ke sini," ucap pria itu lagi. Dari ucapannya jelas sekali kalau pria itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Rafi dan berusaha untuk menjebaknya.
Rafi cukup terkejut mendengarnya. Bahkan kening pemuda itu langsung berkerut. "kemarin? maksudnya?"
"Iya, persis hari kemarin teman saya bilang kalau dia telah mengantar seorng wanita dan seorang anak ke sini. Kemarin siang sekitar pukul dua belas. Katanya dia sewa tempat disini."
Rafi ingin tertawa tapi dia mencoba menahannya. Jelas sekali kalau pria itu sedang berbohong. Rafi memasang wajah datar dan sempat mengangguk beberapa kali. "kalau begitu saya coba cek dulu cctv ya, Mas. Kali saja saya memang lupa."
Wajah kedua pria itu langsung berubah saat Rafi menyebut kata cctv. Salah satu dari pria itu pura pura memalingkan wajahnya sembari mendongak. Matanya sedikit membelalak saat melihat salah satu cctv terpasang di pojokan atap. Pria itu langsung mengalihkan pandangannya ke rekan yang satunya. "Mungkin benar mereka tidak ada disini. Sepertinya kita yang salah tempat."
Rekan yang satunya memasang wajah pura pura terkejut. "Benarkah? Wahh mungkin kita salah tempat. Ya udah, Mas, kalau begitu kami permisi dulu."
"Tidak usah. Kalau begitu saya permisi," pria itu langsung saja melangkah cepat menuju ke tempat motor mereka terparkir lalu langsung angkat gas hingga motor itu melaju. Rafi terkekeh melihat kepergiannya. Tak lama setelah dua orang itu pergi, sebuah mobil masuk ke area tempat itu dan penghuninya keluar begitu mobil terparkir.
"Permisi, Mas," sapa seorang pria begitu dia berada di depan pos jaga diamana Rafi berada.
__ADS_1
"Iya, Pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Mas, saya dari travel widuri, mau menjemput seseorang yang katanya minta dijemput di tempat ini."
"Oh iya bentar, Pak. Orangnya lagi di toilet," baru saja Rafi selesai menjawab, orang yang dia maksud malah pada datang. Tanpa menunggu lama lagi, Kalina dan seorang wanita beserta anaknya, segera saja naik ke mobil yang akan mengantar mereka ke kampung asal Rafi.
"Kalau ada apa apa segera telfon aku, jangan sungkan," ucap Rafi saat Kalina pamit.
"Iya lah, kalau bukan sama kamu, sama siapa lagi, Ya udah kami berangkat ya?" balas Kalina. Wanita yang bersama Kalina juga mengucapkan terima kasih pada Rafi karena telah membantunya. Tak butuh waktu lama, mobil yang membawa ketiga orang itupun melaju meninggalkan Rafi beserta tempat kost.
Hingga pagi menuju siang, satu persatu penghuni kost mulai berhamburan, keluar dari kamarnya untuk bersiap siap melakukan aktifitas seperti biasanya. Begitu tempat kost sudah sepi, Rafi mulai melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Setelah semua tugas selesai, Rafi masuk ke dalam kamarnya dan dia cukup terkejut saat melihat wanita yang semalam menginap di kamar itu sudah terbangun.
"Kamu udah bangun?"
__ADS_1
"Udah bangun dari tadi," jawabnya sambil bangkit dari rebahannya. "Gimana? Kita mau main sekarang?"
...@@@@@...