
Mas Rendra PoV
"Pagi pak manajer, gimana kencannya semalem?" sapaku.
Bukannya jawaban, yang terdengar justru suara timpukan kertas yang mengenai kepalaku.
"Pagi-pagi jangan berisik, kerja sana!" usir lelaki berkemeja putih dihadapanku.
"Rud, beneran lo suka sama Rosa?" aku menggoda lelaki berkemeja putih tersebut, yang tak lain adalah mas Rud.
"Ini di kantor, kalau gak ada yang penting silakan keluar!" usirnya kali kedua.
"Pak manajer galak!" vonisku sambil berlalu meninggalkan ruangan Rud.
*****
Jam makan siang sudah memanggil-manggil. Tapi, aku masih harus menyelesaikan kerjaanku yang deadline siang ini.
"Makan yuk!" Maya mengajak.
"Kamu makan sendiri aja ya, aku dikejar deadline nich," seriusku.
"Aku tungguin!"
"Maaf, aku gak bisa makan siang denganmu kali ini. Habis ini aku mau ketemu temen, sekalian makan siang dengannya." jelasku sambil menelungkupkan tangan isyarat meminta maaf.
"OK kalau gitu!" Maya pun lantas pergi.
*****
Maya PoV
Tumben sekali, siang ini kantin begitu sepi. Hanya ada 4 meja yang terisi orang-orang yang memanjakan perutnya.
"Mas Rud, aku duduk disini ya!" izinku setelah melihat mas Rud makan sendirian.
__ADS_1
"Sendirian?" tanya mas Rud.
"Iya nih, pada makan diluar."
Aku pun lantas menikmati semangkuk sop iga pesananku. Sambil sesekali menyeka keringat, aku melihat kalau Mas Rud juga bermuka kusut tanpa senyum kali ini.
"Kamu, gak ikutan Rosa makan diluar?"
"Gak enak mas, dia makan sama temennya."
Mas Rud hanya ber-oh- menanggapi jawabanku.
"Ya udah May, aku duluan ya!" mas Rud pergi setelah menyelesaikan makannya.
Aku pun kembali sendirian. Benar-benar gak enak makan tanpa teman. Aku pun buru-buru menghabiskan makananku dan kembali ke meja kerjaku.
*****
Mas Rendra PoV
"Akhirnya kamu pulang juga mas, aku kesepian gak ada Rosa," terang Maya.
"Gak ada Rosa atau gak ada aku?" godaku.
Maya hanya bisa menjawabnya dengan senyum.
"Makannya di ruangan Rud aja yuk!" ideku.
"Ini kan jam kerja mas?" ingat Maya.
"Udah ayo!"
Aku menuju ruangan Rud. Maya mengikutiku sambil membawa 1 box pizza.
Tanpa mengetuk pintu, Aku langsung nyelonong masuk.
__ADS_1
"Wkwkwkwk ... ternyata disini ada yang kesepian!" ejekku.
Rasanya wajar Rendra melakukan itu, karena ketika kami masuk, Rud sedang senderan di kursinya sambil memejamkan mata. Rud nampak menghela nafas mendalam.
"Kalau mau bikin rusuh, mending keluar aja!" tegas Rud.
"Kami mau pacaran bos disini, jangan iri ya!" Aku semakin niat ngerjain mas Rud.
"Sayang, nih aku suapin," Aku mengambil 1 slice pizza dan menyuapi Maya.
Habis itu, ku gigit pizza bekas gigitan Maya. Kami sengaja memasang ekspresi dimanja-manjain. Sengaja biar Rud makin panas.
"Sa, sini makan pizza sama kami,"
Ucapanku tadi langsung membuat Rud mengarahkan pandangannya ke pintu.
"Wkwkwkwk ... masuk jebakan!" tawaku meledak.
"Keluar ... keluar ... kalian ngapain sih masih disini?"
Bukannya marah karena diusir, Aku dan Maya justru makin suap-suapan pizza dihadapan Rud.
"Nih makan, jangan uring-uringan! Sebentar lagi Rosa juga balik kantor."
"Siapa yang nyariin dia?" tukasnya.
Dia pun langsung berdiri mengambil kunci mobilnya, dan hendak berjalan keluar ruangan.
"Apa susahnya sih, ngaku kalau kangen Rosa, pakai uring-uringan segala?" ucapku.
"Bodo," ucapnya sambil berlalu.
"Tuh kan, dah Rosa banget omongannya," Maya ikutan menggoda.
Tapi yang digoda sudah menghilang dibalik pintu.
__ADS_1