Tentang Hati

Tentang Hati
Resepsi (GC WA)


__ADS_3

Pernikahan adalah puncak dari sebuah ikatan yang berlandaskan rasa cinta. Namun dari sinilah takdir baru perjalanan hidup akan dimulai. Panjang dan berlikunya hari akan dilewati jika suami istri berlapang hati untuk senantiasa belajar saling memahami. Dion sudah melakukan itu bahkan sejak sepuluh tahun lalu. Saat aku masih berpikiran picik tapi ia sudak berpikir bijak.


Kucuri pandang pada lelaki tampan di sampingku ini. Membuatku mengenang kembali bagaimana perjuangannya merebut hatiku hingga kini aku bisa ada di sampingnya, sebagai seorang istri, berdua di pelaminan.


"Mas," panggilku lirih sambil tetap melekatkan pandang ke arahnya.


Matanya yang baru saja melihat kerumunan teman-temannya, ia alihkan padaku. Sebuah senyuman ia sunggingkan sempurna. Tatapan lembutnya, menembus hangat pada perasaanku.


"Ada apa, Sayang?"


"Apa aku terlambat jika baru mulai belajar mencintaimu?" tanyaku ragu.


"Tidak ada kata terlambat untuk sebuah rasa. Dalam rumah tangga, kita akan selalu belajar tanpa henti," jelas Dion sambil menggenggam jemariku


"Apakah itu seperti seorang penulis yang akan tetap belajar tentang kepenulisan sepanjang kariernya?" tanyaku penuh rasa penasaran.


Dion kembali menatapku lembut. "Ia, Sayang."


"Baiklah, aku akan semangat belajar, memahami bagaimana hati suamiku tak pernah bisa melepaskan tautan hatinya pada hatiku," ujarku penuh keyakinan.


"Aku juga akan terus belajar, memberi bahagia padamu, aku dan anak-anak kita," terang Dion sambil tersenyum sempurna.


"Bukankah itu Tya Gunawan, Linanda Anggen, Intan, Syala Yaya, Nafasal, Samudra Lee, Liska Oktaviani, Kak EP, ... anak-anak GC WA," gumamku.


"Senengnya yang ketemu temen belajar bareng dan sahabat pena," goda Dion.


"Aku lebih seneng belajar bareng kamu, Mas," timpalku dengan maksud berbalik menggodanya.


"Nanti malem kita belajar bareng, sekarang belajarlah sama mereka," pinta Dion setelah author-author kece itu semakin mendekat ke pelaminan.


"Kak Lee ...," sapaku renyah pada lelaki tertampan di grup sahabat pena.


"Ini ya yang namanya Dion? Lelaki tampan teromantis di jagat NT," tanya Kak Samudra Lee, author femes Kontrak Pernikahan.


Mulutku baru mau membuka untuk menjawabnya, tapi seorang wanita yang sempat membuatku cemburu di Jogja kemarin, tiba-tiba menggamit lengan Dion tanpa canggung. "Kak Lee, Mas Dion ini lelaki nomor satu di hati Syala," ujar Syala Yaya, author PHP versi Depe.

__ADS_1


Ish ... nomor satu! Novelnya aja dikasih judul Istri Kedua Tuan Krisna, PD banget dia bilang Dion nomor satu di hatinya. Hai kamu, novelmu itu sebenarnya kejujuran hatimu. Kamu mau menjadi istri kedua Tuan Dion Wijaya, kan? Ish ... sorry!


Dionku, hanya akan punya satu istri selamanya, Rosa.


"Syala, jangan ganggu suami orang! Kamu mau nanti masuk koran dengan headline "Menikah Karena Skandal"?" nasihat Kak Lee sambil menarik tangan Syala menjauhi Dion.


Dengan terpaksa Syala menyeret langkahnya mengikuti Kak Lee. Namun, tatapan wajahnya menampakkan kegarangan maksimal. Bibirnya tak luput melontarkan makian. "Sepertinya itu menarik Kak, dan besoknya akan ada headline gempar di koran "Balas dendam Cewek Kampungan" sekuel kedua dari novel Linanda Anggen yang awalnya berjudul "Balas Dendam Cowok Kampungan" dan kini diganti jadi "Balas Dendam untuk Sang Mafia".


Dion yang ikut menyaksikan teman kecilnya yang sudah terobsesi dengan cintanya itu menggenggam tanganku. Memberikan penguatan agar aku tak menjadikan pikiran atas ucapan yang dilontarkan Syala Yaya. "Dia, Sahabatku."


"Bukan, Cinta Masa Lalu, kan?" selidikku menyebutkan beruntun dua judul novel karya Candy Tohru yang kebetulan sedang sibuk berbincang dengan anaknya "Dinda " yang suka mulung kotak hadiah di gc mewakili ibunya.


"Ketika aku memintamu untuk Menikahlah Denganku, maka tak ada tempat untuk Sang Penggoda," yakin Dion dengan segenap ketulusan yang terpancar dari bening matanya.


Kalimatnya itu berhasil membuatku menemukan Dionku yang romantis. Suami yang mengajakku "Pacaran Setelah Menikah (HALAL), menjadikan Dion yang awalnya hanya Perfect Stranger, berubah jadi Sang Penggoda cinta seorang Rosa yang dilabeli sebagai "Introvert Girl's".


Apakah itu berarti jika ingin mengambil hati suamiku hanya akan menjadi Derita Seorang Pelakor? Cinta kami sudah memiliki dunia sendiri seperti Dunia Abimanyu yang bernama dunia cinta Dion dan Rosa. Dan juga rasa Dion hanya untuk Rosa, persis judul karya Kiki Rizki "Cinta Untuk Zahra".


Rasanya itu sungguh manis. Bersama Dion detik waktu yang berlalu selalu indah. Cinta Yang Hilang, kini aku temukan lagi. Dion yang sempat pergi, datang lagi dan tak akan kubiarkan untuk pergi lagi.


"Hai, Biksu Tong," balasku dengan menyebut nama lainnya.


"Go kong, udah siap kan menikmati malam sama yang lincah dan berbulu?" goda Anggen yang punya nama alias Wu Ching.


"Sssstttt ...!" ucapku tak enak jika perbincangan somplak kami didengar Dion.


Tya si panglima Tian Feng alias Pat Khai yang sibuk menjepret sana-sini ikutan nyaut. "Dion sih banyak bulunya, tapi lincah gak?"


"Apa sih yang berbulu dan lincah?" Intan ikut nimbrung.


"Anak kecil diem dulu, deh!" perintah Anggen pada Intan yang kepo.


Aku hanya tersenyum melihat kelakuan absurd mereka. Masih saja terkenang dengan jargon berbulu dan lincah pada episode di London kemarin. Sepertinya kalimat ambigu itu sudah jadi bahasan berkepanjangan yang tak usang dimakan zaman.


Keasyikan berkumpul dengan banyak teman membuat resepsi yang harusnya terasa melelahkan justru menjadi suatu kebahagiaan tiada terkira. Banyak cinta untuk Dion dan Rosa adalah kado terindah untuk pernikahan yang harus melewati lika-liku perasaan.

__ADS_1


Tak ada perjuangan yang sia-sia. Jika cintamu tulus maka akan ada akhir terindah yang Tuhan hadiahkan. Mencintai itu masalah hati tapi dicintai kadang menjadi beban di hati. Saling mencintai, itulah cinta yang hakiki.


Berbahagialah Dion dan Rosa. Karena sejatinya cinta kalian itu disemai, beradaptasi dan mematri seiring dengan waktu panjang yang kalian lalui.


******


Terimakasih untuk teman-teman grup WA. Maaf jika nama kalian tidak dapat Depe sebutkan satu per satu. Namun kalian tetap terkenang sebagai teman seperjuangan.


Depe menyayangi kalian!


Sebelum terkenal sebagai Trio Somplak, Aldekha Depe, Tya Gunawan dan Linanda Anggen punya grub di GC WA BELAJAR BARENG dengan nama "GENK MENCARI KITAB SUCI KE BARAT". Genk konyol ini dikomandoni Intan sebagai Biksu Tong karena dia adalah guru muda yang cantik di GC BELAJAR BARENG. Dari dialah kami belajar kepenulisan, makanya dia dipilih sebagai guru dari ketiga murid konyol yang terdiri dari :


**1. Aldekha Depe sebagai Sun Go Kong



Tya Gunawan sebagai Pat Khai


Linanda Anggen sebagai Wu Ching**



Begitulah, banyak cerita dari grup WA. Ada persahabatan yang tercipta dan ada keluarga baru yang bahagia.


GC WA SAHABAT PENA




GC WA BASECAMP AUTHOR



__ADS_1


__ADS_2