Tentang Hati

Tentang Hati
Resepsi (GC Aldekha Depe)


__ADS_3

Selesai bukan berarti membuka semua yang harus diketahui. Menutup rapat dan mengendapkan rasa penasaran bisa jadi keputusan terbaik yang harus diambil. Misteri biarlah menjadi misteri. Tetap menjadi cerita tapi tak akan bisa merusak kisah yang sudah tertulis indah. Perjuangan panjang pasti akan menemui masa bahagianya.


Dion dan Rosa, begitulah takdir indah itu tertulis di sana. Menjadi sepasang suami istri dalam singgasana cinta. Pertautan dua hati yang dikaitkan oleh tali jodoh yang Tuhan ciptakan. Perjalanan panjang yang penuh liku akhirnya berpadu di atas pelaminan.


Dua anak cucu Adam dan Hawa, dengan tawa bahagia menjamu tamu yang sedang menghadiri resepsi. Kamilah sejoli itu, Dion Wijaya dan Rosalia Citra Atmadja.


"Sayang, Aku bahagia," bisik Dion di telinga kananku.


"Aku paling bahagia," akuku sembari menatap lembut manik matanya yang hanya berjarak satuan cm dari bening indra penglihatanku.


"Kami semua ikut bahagia," seru serombongan tamu yang tiba-tiba sudah mengambil posisi di pelaminan, yang diketuai oleh Candy Tohru.


"Kakak Kania Rizky," sapaku pada seorang wanita cantik berhijab yang merupakan pendatang pertama di GC Aldekha Depe.


Dion yang melihatku dipeluk Kakak pertama di GC, sedikit cemburu. Namun itu tak berlangsung lama, karena kemudian seorang lelaki tampan yang lekat diingatannya bernama Gustaf Abdiel, datang memeluknya juga.


"Makasih, ya, Bro! Kamu udah jauh-jauh datang dari Jogja hanya untuk menghadiri resepsiku," ucap Dion pada sahabat masa kecilnya itu.


"Kita adalah sahabat, mana mungkin aku melewatkan begitu saja hari bahagiamu. Cepat beri aku keponakan yang banyak, ya! Kita bikin kesebelasan, regenerasi tim sepak bola zaman kita dulu," ujar lelaki itu dengan senyumnya.


Dion melirikku dengan nakal. "Aku bakalan bikin yang lebih tampan dari si Nadeo Argawinata."


"Abang Nadeoku paling tampan, Mas Dion bikin yang cewek aja," seorang Veyona, temanku yang sama-sama tergila-gila dengan kiper tampan itu menimpali ujaran Dion.


"Kalian dibutakan Nadeo, jelas-jelas aku lebih tampan darinya," tutur Dion dengan PDnya.


Seorang wanita berdarah Pacitan tapi bermuka etnis sebelah tiba-tiba menggamit mesra lengan kanan Dion. "Hu uh, nih. Mas Dion lelaki tampan paling romantis sejagad NT, iya kan Mas?"


"Min, jangan ganjen, ya! Ingat Lee Min Ho di rumah," peringatku pada Rancy, Mimin GC paling the best versi Tya Gunawan.


Ucapanku ketus sejalan dengan tanganku yang menepis gamitan manja pada lengan Dion. Entah kenapa Dion yang biasanya anti bersentuhan dengan lawan jenis itu, hanya diam saja. Sengaja memancing emosiku rupanya. Baiklah nanti kalau ada lelaki tampan aku gantian manas-manasin dia.


"Abang ...," seruku penuh manja saat Pak Aryan mendekati untuk memberikan selamat.


Dengan senyum termanis, Pak Aryan lebih mendekat ke arahku. Sementara di sebelah sana, Mimin Rancy masih bergelayutan manja. "Aku gak mau jadi tameng balas dendammu," celetuk Pak Aryan yang memahami sikap manjaku.


"Bapak gak seru," sebelku dan beralih memanggil Tya Gunawan yang baru datang sendirian.


Mendengar nama yang kupanggil, kupikir Pak Aryan akan pergi menghindar. Tak tahunya ia tetap santai dan tak terpengaruh sama sekali. Tya juga datang dengan santai tapi dengan sikap yang berkebalikan. Jika biasanya meliuk-liuk menggoda, kali ini dia terkesan jual mahal dan bahkan sok gak kenal.

__ADS_1


"Selamat ya, Pe! Kamu beruntung dicintai seorang Mas Dion. Pejuang tangguh yang awalnya kujadikan panutan untuk mengejar seseorang, tapi sekarang sudah aku lepaskan. Tak ada guna mengejar lelaki yang tak ingin dikejar," sindir nyata Tya pada Pak Aryan yang masih berdiri di sebelahku.


Suasana canggung itu harus segera kucairkan. Tya yang meradang dan Pak Aryan yang tenang membuatku menjadi gemas. Untung situasi itu segera membaik saat Linanda Anggen datang dengan seorang pria tampan di sampingnya.


"Hai hai, semua!"sapa Anggen dengan sangat ceria.


Saat cupika-cupiki, aku semangat menggoda Anggen. "Siapa tuh? Kenalin dong!"


"Kak Erik, ini Depe, ini Tya," kenal Anggen seraya menunjukku dan Tya bergantian.


Setelah mengenalkan diri padaku dan Tya, gebetan baru Anggen itu memilih mengobrol dengan Dion dan Pak Aryan. Mimin ganjen, sudah lenyap entah kemana. Ya sudahlah, biarkan dia enyah.


Kami bertiga pun memulai kesomplakan bersama.


"Nemu di mana? Bibirnya uhuy, Nggen," celetukku dengan menaikturunkan kedua alisku.


"Anaknya Mamak Nafasal," aku Anggen malu-malu bangga.


"Pesenin satu dong!" celetuk Tya mulai kelihatan sifat aslinya, gemetar lihat cowok tampan.


"Manajer tampan mau diduain?" tanya Anggen tanpa mengetahui jika Tya sudah ditolak bahkan sebelum menyatakan perasaan.


Tya hanya diam. Anggen bingung tapi segera mengerti bahasa tubuh yang kuperagakan. Secepat kilatan cahaya, ia segera menguasai situasi.


Binar bahagia terpancar dari wajah Tya. Mereka pun segera beranjak mencari mangsa. Kuacungi jempol untuk kehebatan Anggen membolak balik perasaan Tya.


"Akhirnya Sa, kamu gak ikutan lucknut kayak Sheryl," ujar si cantik Ruby yang baru datang setelah kepergian Anggen dan Tya.


"Untung dia pindah ke lapak sebelah, jadi virusnya gak jadi menyebar," sindirku pada Sheryl, suhu lucknut yang pindah ke si kuning.


"Rosa gak lucknut, tapi ikut pindah yuk ke lapak sebelah?" bujuk Khanza yang terkontaminasi virus pindah ke lain hati.


"Mas Dion adalah lapak terindah, buat apa pindah?" balasku tak tergoda rayuan mereka.


Tiga dara itu, membuat mataku mencari pelengkap mereka, Bang Dirga Mahesa Wijaya. Satu-satunya lelaki tampan di geng mereka yang masih ada ikatan darah dengan Dion Wijaya. Mataku berhenti saat mendapati keturunan wijaya itu tengah saling berbincang, bukan hanya berdua, tapi ada Gavriel Wijaya, putra sulung Abang Dirga yang tampan paripurna.


Aku pun bergabung dengan keluarga jauhku itu. Sengaja untuk menggoda si Gav, remaja yang Dion ceritakan sedang mencari jawaban dari kegusaran hatinya tentang sebuah rasa.


"Gav, apakah kamu butuh sepuluh tahun juga seperti sepupumu ini, untuk mengejar wanitamu?" godaku yang hanya disambut senyum kecil.

__ADS_1


Dion menggamit pinggangku. "Jangan lelah untuk berjuang sampai wanitamu kau dapatkan," pesan Dion untuk sepupu kecilnya itu.


"Hn," gumaman khas pewaris tahta keluarga Dirga Mahesa Wijaya itu membuat Dion semakin semangat berceloteh.


"Mencintai bukan berarti menjadi musuh bagi yang tidak dicintai. Jadilah seperti Karlina Sulaiman, meskipun ia pemujanya Mas Rud tapi ia tetap nimbrung jika ada pembahasan tentang Dion," terang Dion sambil menunjuk pada gadis manis yang berusia sekitar 18 tahun yang sedang asyik selfi.


Nasihat Dion tak ditanggapi oleh Gavriel, ia malah serius mendengarkan medley lagu Naff yang berjudul "Akhirnya ku menemukanmu" yang dinyanyikan oleh Sita Azzaky. Dilanjutkan asa_bernisle_tih dengan judul "Sekali ini saja"nya mendiang Glen Fredly. Dan diakhiri oleh senandung S3lly dengan Januarinya.


Tak hanya Gav yang terpaku dengan sendunya lagu-lagu yang disenandungkan Trio GC Aldekha Depe, aku dan Dion pun ikut terhanyut. Meresapi syair yang indah seindah kisah perjalanan kami saling menemukan cinta saat kesempatan sekali ini saja berawal di bulan Oktober dan jangan sampai berakhir di bulan Januari. Semoga cinta ini selamanya abadi.


*****


GC Aldekha Depe, mungkin adalah GC paling somplak di NT/MT. Di miliki oleh author doyan guyon yang menularkan kegesrekan pada sebagian penghuni. Yang gak ikut somplak, selamat ya! hehehe


GC ini punya Mimin terkeren yang lebih peduli dengan GCnya ketimpang authornya sendiri. Selain itu, di sini juga ada penyanyi keren dengan suara membahana yang sampai disuruh diem sama emak n mbahnya sangking menggelegarnya itu suara. Suaranya ruar biasa. Selain penyanyi pop, campursari dan spesialis lagu india pun ada. Lengkap pokoknya.


GC ini santuy aja mau tikung menikung kotak? silakan! Toh kalau ditikung malah dapat ganti yang lebih banyak. Tuh aneh, kan?


Berbulu dan lincah, motto GC yang selalu bikin kegelian yang selalu dikangenin.


Pokoknya, kita semua merasa bertemu saudara dengan kesomplakan yang sama. Aku pasti akan merindukan kalian saat Tentang Hati sudah pensiun.


Maafkan untuk nama yang tidak aku masukkan ke dialog ya, karena kalian lebih suka mendengarkan jadi kita kurang akrab. Kalau ada nama yang mau aku tambahkan, silakan tinggalkan komen, nanti aku edit. Namun percayalah kalian selalu di hatiku tanpa ada perbedaan. Mulai sekarang ayo semua bergabung dalam obrolan, jangan malu-malu!


Terimakasih sudah menjadi keluarga Tentang Hati. Aku sayang kalian semua.








__ADS_1




__ADS_2