Tentang Hati

Tentang Hati
Simpan kembali Untukku


__ADS_3

Cermin...


Ku terduduk di depan meja riasku.Menatap cermin yang menampakkan diriku.Pandanganku tertuju pada anting yang tersemat manis di kedua telingaku.Benarkah anting ini cantik ketika ku pakai? Ataukah emang aku sudah cantik walaupun tak memakai anting ini? Atau emang aku akan semakin cantik ketika memakai anting yang cantik ini? Dion dan mas Rud sama-sama memujiku karena aku memakainya semalam.Dion wajar melakukannya, karena dia yang memberikannya.Tapi mas Rud? Dia memujiku? Apakah dia menyukaiku?


"Segera tidur!" WA masuk dari Mas Rud.


"Aku bahkan belum mengganti pakaian dan membersihkan make up mas," balasku.


"Apa yang kamu lakukan?" WAnya lagi.


"Bercermin," balasku kemudian.


"Cermin tidak bisa menjawab kegelisahanmu. Tanya padaku maka kamu akan mendapat jawaban!" chatnya lagi.


Aku membenarkan buah pikiran mas Rud.Haruskah aku bercerita padanya? Aku baru mengenalnya.Tapi rasanya aku sudah sangat dekat dengannya.Apa karena sifat dewasanya? Dia tak sedewasa itu! Dia sering bertingkah kekanak-kanakan jika kami berdua,sok perhatian,gombal dan lembut. Tunggu,apakah dia benar-benar menyukaiku?


"Kenapa diam?" WA Mas Rud kemudian.


"Aku lagi mikirin kamu!" balasku polos.


"Apa?" Mas Rud penasaran.


"Aku lupa belum mengganti uang kebaya kemarin!" jawabku.


"Bisakah kamu segera tidur! Ku rasa kamu mulai mengigau!" suruh Mas Rud.


"Baiklah, aku akan menyimpan antingku dulu baru tidur," balasku lagi.

__ADS_1


Aku meletakkan HPku dan hendak membuka anting. Tiba-tiba ada video call masuk dari Mas Rud.


"Ada apa?" angkatku.


"Antingmu, apakah Dion yang memberikannya?" selidik mas Rud.


"Pentingkah untuk kamu mengetahui asal-usul anting ini mas?" tanyaku.


"Ternyata benar!" segera simpan kembali anting itu, aku lebih suka melihatmu tanpa anting!"


"Cepatlah tidur! Aku tutup dulu teleponnya," ucapnya panjang lebar.


"Kenapa nih orang?" batinku.


*****


"Sa!" mama melongok di depan pintu kamarku.


"Ada apa, Ma?" tanyaku sambil mempause film yang sedang ku tonton.


"Temenin mama yuk!" ajak mama.


"Kemana, Ma?" tanyaku.


"Nemenin tante Ani nyari baju untuk tunangan anaknya."


"Buruan ganti baju ya! Tante Ani sudah di depan," perintah mama lantas beranjak pergi.

__ADS_1


Mamaku kebiasaan banget begitu.Main todong aja buat ngajak pergi.Untung aku udah mandi.Segera ku mengganti pakaian.Celana jeans panjang warna hitam ku padukan dengan kaos berwarna putih.Rambut panjangku ku kuncir kuda.Yess..siap berangkat!


"Tante," sapaku pada tante Ani sambil menghambur kepelukannya.


"Berangkat sekarang aja ya," pinta tante Ani.


Aku, mama dan tante Ani segera ke halaman depan. Ada sebuah mobil yang sedang menunggu disana.


"Kamu di depan aja, Sa, temenin keponakan tante!" pinta tante Ani.


Aku mengiyakan permintaan tante Ani.Langsung ku buka pintu depan dan...


Upssss!


Loh kok ada dia? batinku


Aku ingin bertanya.Tapi mengingat di bangku belakang ada mama dan tante Ani, jadi aku mengurungkannya.Aku bersikap seolah kami gak saling kenal.Untuk itu aku menyibukkan diri dengan bermain HP.


"Sa, mama kamu bilang kalau kamu sudah kenal sama Rud. Kok kalian diem-dieman aja?" tutur tante Ani.


Aku hanya tersenyum mengiyakan.Selanjutnya suasana tetap didominasi oleh suara mama dan tante Ani.


*****


"Kenapa ke butik ini?" batinku.


"Loh, ini bukannya mas dan mbak yang beberapa hari lalu kesini membeli kebaya couple an ya?" ingat mbak-mbak berseragam yang membawakan kebaya n jas untuk pertunangan anaknya tante Ani.

__ADS_1


Aku dan Mas Rud hanya saling pandang dan tersenyum. Tante Ani yang mendengar itu menatap kami dengan pandangan penuh tanda tanya.


__ADS_2