
Mas Rendra PoV (2)
Maya membalikkan badannya.
Cup!
Dia mengecup pipi kananku. Belum sempat berpikir jernih atas ulah Maya, aku sudah kembali terkejut dengan bisikan Maya di telingaku.
"Ini ciuman terakhir dariku sebagai teman!"
Aku yang hampir terbang kini terjatuh lagi. Senyum yang sudah 1/2 tersungging kini kembali datar. Aku memandang Maya yang masih berdiri di depanku. Hatiku semakin sakit, aku beranjak pergi namun terhenti setelah Maya memegang tangan kiriku daaannn ....
Cup!
Maya mengecup pipi kiriku.
"Ini ciuman pertama dariku sebagai mantan teman," bisik Maya di telinga kiriku.
Aku sudah tak mau tertipu lagi. Aku melangkah tanpa menghiraukan Maya.
Maya menarik lengan kiriku sampai berbalik kehadapan Maya. Jarak diantara kami begitu dekat. Maya berjinjit sehingga wajah kami teramat dekat. Helaan nafas yang berhembus hangat sama-sama membius kami. Maya semakin mendekat ke wajahku.
"Aku menerima lamaranmu, Mas," ungkap Maya sambil menatap mataku.
__ADS_1
Detik pertama berjalan, hanya deru nafas yang terdengar. Aku masih terpaku mendengar pengakuan Maya.
"Mas," Maya memanggilku lembut.
Maya memelukku, menyandarkan kepalanya di dada bidangku. Kehangatan pelukan Maya seolah membawa kembali kesadaranku. Aku membalas pelukan Maya. Tiada kata yang terucap dari bibirku. Kami terhanyut dalam penyatuan cinta yang begitu menguras emosi.
Ku lihat Rosa tersenyum ke arah kami. Dia Ikut terbawa emosi yang sengaja diciptakan oleh Maya untuk mengacak-acak perasaanku. Sementara Rud rupanya dari tadi sibuk merekam adegan pengungkapan cintaku.
"Kamu nakal, ya!" gemesku sambil menyentil hidung Maya.
"Aku gemes, Mas! Bosen kamu PHPin mulu," aku Maya sambil bergelayut manja di lengan kiriku.
"Video siap edar,"
"Coba gue liat!" aku mengambil alih Hp dari tangan Rud.
Maya masih nempel manja. Harap maklum aja ya! Lagi anget-angetnya! Eh ... bukan! Lagi panas-panasnnya malah!
"Upload! Aku pas cantik-cantiknya!" ungkap Maya dengan senyum maksimalnya.
"Gimana, Bro? Sudah siap ditinggalkan fans-fans lo?" goda Rud padaku.
"Upload!" Gue gak butuh fans! Maya sudah cukup menjadi kenyataan terindah di masa depanku!" yakinku.
__ADS_1
Semua wajah berlapis senyum mendengar keputusanku. Ini adalah keputusan termanisku yang berkaitan dengan wanita dan cinta. Melabuhkan cinta pada 1 wanita dan mengumumkannya.
*****
Liburan kali ini benar-benar bukan sekedar liburan biasa. Ada cinta yang tertaut, ada juga kegundahan yang mereda.
"Sudah selesai kan, belanja oleh-olehnya?" Mas Rud mencari jawaban untuk segera OTW pulang.
"Siap berangkat!" jawab Maya yang langsung saja membuka pintu belakang dan duduk manis di sana.
"Ayo pulang!" ajakku sambil membuka pintu belakang untuk berencana duduk disamping Maya.
Belum sempat masuk, Mas Rendra sudah mendahuluiku masuk.
"Kamu, di depan aja Ya! Temenin Rud nyetir!" pinta Mas Rendra sambil cengengesan.
"Baik, Tuan yang dimabuk Cinta!" ucapku sambil membungkukkan badan ala film-film yang berkisah tentang tuan dan nyonya muda.
"Sayang, kok di depan?" tanya Mas Rud yang baru saja selesai mengangkat telepon.
"Ada Tuan dan Nyonya di belakang!" jawabku.
"Nih," Mas Rendra membuka kaca dan menyerahkan kunci mobilnya.
__ADS_1
Tanpa komentar Mas Rud langsung mengambil alih tugas sebagai sopir dan menjalankan mobil ke arah pulang. Suasana sepi, aku mengantuk dan memilih untuk perlahan melaju ke dunia mimpi. Sementara dari bangku belakang tak ada suara-suara yang bergemuruh. Hanya saja adegan-adegan manja rasanya lebih mendominasi.