
Singkat cerita, waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa 1,5 tahun belalu.Rhea masih bersama Anjar, dia menjatuhkan hati terlalu dalam kepada Anjar.Saat ini Rhea sudah memasuki tahun terakhir di sekolah menengah kejuruan, 4 bulan lagi menuju ujian akhir sekolah.Dan ini adalah awal dari kepedihan, kekecewaan, dan penyesalan hatinya.
Waktu yang semakin dekat dengan ujian akhir membuat Rhea semakin sibuk, latihan ujian praktek yang menguras tenaga dan waktu atau latihan ujian tertulis setiap hari membuat Rhea mengesampingkan waktu untuk Anjar. Sampai pada suatu hari Rhea dihubungi seorang pria melalui pesan sms, pria itu mengaku teman sekaligus tetangga Anjar, namanya Nanto.
kringgg kringg...nada pesan masuk dari hp Rhea
"maaf ini benar nomornya Rhea" Nanto memulai chat
tidak lama kemudian Rhea membuka pesan di hp, dia baca dan membalas
"iya ...maaf ini siapa ya" balas Rhea
"aku Nanto teman Anjar, maaf aku tau nomor kamu dari Pipit, pacarnya Alam" jelas Nanto
"ow yaa maaf, pipit gak bilang kalo ngasih nomer ku ke kamu, jadi aku gak tau" balas Rhea
"aku yang seharusnya maaf karena aku yang maksa pipit buat ngasih nomermu,, ada hal yang harus kamu tau sebelum terlambat" jelas Nanto
"tentang apa" tanya Rhea singkat
" kapan kamu ada waktu, kita ketemu aja kalo di sms ceritanya gak enak, ini tentang Anjar" balas Nanto
melihat nama anjar disebut, Rhea kaget dan bertanya tanya, ada masalah apa sampai Anjar di sebut sebut.
"ya besok aku kabari kita bertemu di taman sekolah aja besok siang" kata Rhea,
"sipp" balas nanto singkat mengakhiri chatnya
Di sekolah
"Pit, tunggu " Rhea sedikit berteriak, karena pipit berjalan agak jauh di depannya, Rhea menghampiri sambil berlari
"Kenapa Re, tentang Nanto kan" jawab pipit sambil tersenyum
" ada apa sih pit, jadi penasaran," kata Rhea
"kamu dengeein cerita Nanto aja, dia udah cerita belum" tanya Pipit
" belum, nanti kita mau ketemu siang ini pulang sekolah, di taman samping sekolah" kata Rhea
__ADS_1
sejenak Pipit menghela nafas
"mau aku temenin Re nanti" tawar pipit
" gapapa pit, aku sendiri aja" kata Rhea
"kamu gak marah kan Re,, aku kasih nomer hp kamu ke Nanto" kata pipit
" gapapa pit" jawab Rhea
"ini semua demi kamu Re, aku ga mau kamu tau saat kamu benar benar terjerat lebih jauh dengan laki laki sebr*ngsek dia" batin pipit
***
*Dear Diary...
Rasanya sangat sakit dear,,,
Rasanya aku tidak percaya satu katapun
Aku merasa bingung, sedih, kecewa, hancur, tapi aku juga merasa tidak percaya, masih berharap itu hanya karangan,,, ahhh aku ingin berteriak
Untuk apa tujuannya memberiku harapan yang nyatanya hanya luka besar
Untuk apa dia membuat bunga cinta bersemi, dan akhirnya dia menyiram bunga dengan air garam
Untuk apa dia membuat nyaman, kalau kenyamanan itu awal dari kekecewaan
Dear......
Aku harus apa*
Rhea menulis diary dengan perasaan hancur, dia merasakan sakit hati.Dia tidak menyangka sahabatnya menyembunyikan semuanya darinya. Bahkan dalam waktu cukup lama, jika Pipit mengatakan semua ini dari awal maka dia memilih untuk tidak melanjutkan kedekatannya dengan Anjar.
Pipit tau jika setelah Rhea mengetahui semua kebenaran tentang Anjar, maka Rhea akan marah padanya. Tapi apa boleh buat, pipit menjaga perasaan Rhea karena dulu Rhea sulit untuk menjalin hubungan, sebenarnya banyak yang mendekati Rhea, tapi sepertinya Rhea tidak menaruh hati pada seorangpun pria yang mendekatinya. Sampai pada suatu hari Rhea bercerita kalau ada pria yang membuat dia jatuh cinta, pria br*ngsek itu. Pipit tidak bercerita tentang pria itu pada Rhea karena Pipit melihat Rhea bahagia, dan dia tidak mau melihat sahabatnya putis harapan, dan berharap Anjar merubah sifatnya, tapi apa? dia malah semakin menjadi.
Saat Rhea bertemu dengan Nanto di taman samping sekolah, diam diam Pipit mengajak sahabatnya yang lain, Fatin dan Sekar ke sebuah warung mie ayam, dekat rumah Sekar. Pipit memilih tempat itu karena tempatnya lumayan luas dan ada lesehannya, jadi pipit leluasa bercerita.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, mereka memesan makan dan minuman lalu duduk di lesehan yang lumayan lega dan agak sepi.
__ADS_1
"kok Rhea gak ikut sih pit, aku kan jadi pulang sendiri nanti, trus haris naik angkutan sendiri...huft" rajuk Fatin
"iya gak seru tau ga ada Rhea" sekar ikutan menyalahkan pipit
"udah, nanti kamu tak anter pulang , trus soal Rhea, dia lagi ketemuan sama Nanto, tetangga Alam, nantivhabis makan aku cerita" pungkas Pipit
Tidak lama kemudian pesanan datang,
setelah pelayan meletakkan gelas dan mangkuk di meja, mereka berdoa, lalu menikmati makanan yang sudah tersaji.
"aku merasa bersalah sama Rhea guys," kata pipit
"kita asik asikan makan, disana Rhea pasti lagi sedih" lanjut pipit dengan wajah muram
"jangan jangan diapa apain sama si Nanto Nanto itu ya ampun pit, kok kamu malah kenalin Rhea ke dia sih malah ketemuan lagi, padahal kan kita gak tau gimana Nanto itu" cerocos Sekar
"Nanto itu baik, Anjar yang br*engsek, dia ba**ngan" umpat Pipit
"ehh pit istighfar,, emang kenapa sih pit kok kamu sampe ngomong gitu" tanya Fatin
"aku mau kalian tau sesuatu, di lain tempat Nanto yang cerita ke Rhea di sini aku yang cerita ke kalian, biar kita bisa kuatin Rhea besok"kata pipit
Sekar dan Fatin hanya diam mendengarkan ucapan pipit
"awalnya aku seneng Rhea punya pacar, dia kelihatan begitu bahagia, sampai pada akhirnya aku tau nama pacarnya,
aku tau semua tentang pria itu, dia tidak sebaik yang dipikirkan Rhea" kata pipit
Pipit menceritakan semua kepada Fatin dan Sekar, mereka hanya bisa diam tidak percaya, yang ada di pikiran mereka hanya bagaimana perasaan Rhea saat tau kebenarannya.
"kenapa pit, kamu gak bilang sama Rhea dari awal"kata fatin lirih
"aku gak pengen Rhea patah hati setelah dia jatuh hati" jawab pipit dengan nada bergetar
"aku ga sanggup bilang sendiri, makanya aku minta tolong Nanto, waktu itu dia lagi main ke rumah Alam, aku juga ada di sana, aku denger saat Nanto dan Alam ngobrolin Anjar, aku kasih nomer hp Rhea ke Nanto, karena aku pikir lebih baik begitu, Nanto orangnya baik dia juga bijak menurutku, jadi biar dia yang cerita ke Rhea" lanjut Pipit
"udah pit kamu ga salah, Rhea juga ga salah, kamu ga pengen Rhea patah hati secepat itu, Rhea juga ga tau kalau Anjar sebr*ngsek itu" kata sekar menenangkan pipit
"aku dulu sempat berpikir kalau pria itu bisa berubah, tapi nyatanya sekarang......hhhh"pipit menghela nafas
__ADS_1
next episode, Kebenaran Anjar