Tentang Hati

Tentang Hati
Ungkapan Rasa


__ADS_3

Pantai...


Memang selalu identik dengan semilir angin yang dingin namun membawa kedamaian.Waktu liburan ini,benar-benar kami manfaatkan untuk saling mengukir kisah manis pada masa Muda.


Sehabis makan malam,kami berempat berkumpul di balkon resort kamarku dan Maya.Menikmati langit malam yang dihias bulan purnama dan ribuan bintang.


Dari kejauhan terdengar deru ombak yang memecah kesunyian malam.Dari sini terdengar tawa-tawa renyah yang berkawan aroma kopi yang menghangatkan.


"Sa, fokus banget liat lautnya?" usik Maya yang melihatku terpaku melihat pantai yang diterpa cahaya bulan


"Aku suka pantai.Memberiku ketenangan!" jelasku


"Pantesan betah banget tadi di pantai sampai habis maghrib!" terang Maya


"Yang bikin tenang pantai atau pelukannya Rud?" celetuk mas Rendra


"Jelas pelukanku lah,iya kan sayang?" balas mas Rud langsung memelukku yang kebetulan duduk disebelahnya


"Awwww...aku masih kecil,gak boleh liat adegan beginian!" gaya Maya sambil menutup mata


"Sini aku peluk! Harus belajar sejak dini!" ucap mas Rendra langsung memeluk Maya


Maya malu-malu tapi mau menerima pelukan mas Rendra.


"Foto-foto!" usul mas Rendra menyiapkan kamera HPnya


"Senyummm...! Perintah mas Rendra

__ADS_1


Cekrek ...1 Foto kenangan lagi bakal menambah koleksi album kenangan masa muda kami


"Bikin permainan yuk!" ajak Maya


"Jangan puter botol!" tolak mas Rud


"Gimana kalau main nama bicara!" usulku


"Yang gimana tuh mainnya? baru denger!" tanya mas Rendra sambil garuk-garuk kepala


"Jadi kita sebutkan 1 nama! Nanti tiap orang wajib nyebut kata yang berhubungan dengan kata tersebut tetapi harus berawalan huruf yang sama!" jelasku


"Boleh!" mereka bertiga serempak menjawab


"Yang gak bisa jawab apa hukumannya?" tanya mas Rud


"Gak mau! itu modus kesempatan dalam kemauan!" jawabku


"Yang gak bisa jawab harus ngegombalin yang dia suka di FB,gimana?" usul mas Rud


"gimana mas Ren?" tanyaku


"Yang lain...yang lain!" tolak mas Rendra


"hahaha...dia takut ketahuan tukang gombal!"mas Rud tertawa cekakakan


"Aku setuju!" ucap Maya penuh semangat

__ADS_1


"3 banding 1! lo kalah suara bro! fix ya hukumannya? ok! kita mulai!" terang mas Rud


"Aku duluan ya!" pinta Maya


Kami menyetujuinya.


"Maya!" ucap Maya menyebutkan namanya sendiri


"Mencintai!" jawabku pertama


"Muhammad!" jawab mas Rud kemudian


"Siapa Muhammad?" tanyaku penasaran


"Muhammad Narendra!" jawab mas Rud


"Mas Rendra?" aku memastikan


Mas Rud membenarkan lewat isyarat menaikkan alisnya dan lengkungan senyum dibibirnya.Aku mengerti ini adalah maksud terselubung dari mas Rud agar mas Rendra segera mengutarakan perasaannya pada Maya.


"Mas Ren belum jawab?" ingat Maya


"Mencintaimu!" jawab mas Rendra tegas sambil mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati yang berwarna merah


belum apa-apa pipi Maya sudah nampak bersemu merah.Tak bisa diingkari bahwa hatinya pasti berdegup begitu frontal.Perlahan mas Rendra membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah kalung.


"May...aku memang seorang pengagum wanita-wanita cantik.Aku mudah menebar gombalan pada sembarang wanita.Dan mungkin aku juga mudah jatuh cinta.

__ADS_1


Tapi...begitu aku mengenalmu,kegombalanku berhenti di kamu.Hatiku jatuh terperangkap tepat di hatimu.Aku tak bisa memungkiri,jika mencintaimu adalah akhir dari perjalanan panjang mencari wanitaku.May,bersediakah kamu menghabiskan sisa waktumu untuk menemaniku?" tembak mas Rendra sambil menatap Maya lekat


__ADS_2