Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 10. Jalan Terbaik


__ADS_3

Selamat Membaca..


Adam tanpa tedeng alih-alih langsung menyerang Amairah dengan berbagai tuduhan dan hinaan setelah Amairah sadar.


"Ayo jujur Amairah siapa pria yang telah menghamili kamu, karena aku tidak mungkin Ayah dari anak tersebut, Aku sentuh saja tanganmu secara tidak sengaja gak pernah apa lagi aku mau melakukan hal itu padamu" ucap Adam yang berdiri dari tempat duduknya.


"Adam Mama mohon hentikan Nak, lihat lah kondisi dari Amairah yang terguncang dengan kenyataan yang ada" ucap Mama Mariah yang mengelus rambut panjang Amairah.


"Maafkan Adam Ma, Adam tidak bisa mempertahankan pernikahan Adam dengan perempuan murah*** ini, lagian Adam tidak sanggup hidup dan menanggung anak orang lain" ucap Adam yang sudah tidak memperhatikan perasaan dari Amairah.


Mama Mariah hanya bisa menangis tersedu-sedu dan tidak bisa menyanggah perkataan dari putranya dan bisa juga memaksakan kehendaknya kepada anaknya.


"Aku akan segera menelpon ke kampung untuk memberitahu semua kabar ini dan tentang pernikahan saya dengan Meeta, Saya tidak ingin berlama-lama hidup dengan dia" ucap Adam yang menunjuk dengan kasar ke arah Amairah.


"Mohon jangan katakan kepada keluargaku di kampung dengan apa yang terjadi kepadaku, Aku mohon Mas" ucap ratap Amairah yang sudah bersujud di kaki Adam.


"Mulai detik ini kamu bukan Istriku lagi, Aku talak tiga kamu" ucap Adam dan melepas paksa pegangan tangan Amairah dari kakinya.


Amairah sempat terlempar sedikit gara-gara dorongan dari kaki Adam. Mama Mariah tidak kuasa bertindak untuk mencegah keputusan Adam. Mama Mariah sangat Sedih melihat kondisi dari Amairah. Sedangkan Amairah sudah menangis meraung-raung meratapi nasibnya yang sudah menjadi janda dan hamil anak pria lain yang dia pun tidak tahu siapa pria tersebut.


"Mama tolong Amairah ma, Amairah sama sekali tidak selingkuh dibelakang mas Adam ma, bahkan Amairah tidak tahu Ma kenapa bisa amairah hamil" ucap amairah yang juga ikut bingung dengan nasipnya sendiri.

__ADS_1


"Mama tahu kamu itu gimana jadi mama tidak percaya dengan kenyataan yang ada, tapi kamu hamil nak dan itu tidak mungkin dokter yang salah memeriksa kamu" ucap Mama Mariah.


Amairah pun menjelaskan kepada Mama Mariah saat dirinya ada di Lombok. Mama Mariah pun tidak kuasa menahan tangisnya dan ikut menyesal karena ada andil dan campur tangannya sehingga Amairah mengalami hal tersebut.


"Ini semua gara-gara Mama andai saja mama tidak menyuruh kalian bulan madu pasti ini tidak akan terjadi" ucap Mama Mariah dengan penuh penyesalan.


Mereka pun menangis tersedu-sedu dan tidak tahu mereka harus gimana lagi. Takdir Hidup sudah berkata lain. Amairah harus bersabar dan tidak ingin sampai Anak yang ada di dalam kandungannya yang sama sekali tidak bersalah harus menanggung dosa besar dari perbuatan orang tuanya.


Pintu kamar perawatan Amairah terbuka dan masuklah kakek serta ke dua orang tuanya. Mama Mariah sangat khawatir Jika Mereka berbuat nekad terhadap Amairah. Amairah hanya tertunduk dan takut ke Dua orang tuanya dan kakeknya kecewa dengan kehidupan dan kesalahannya.


"Tidak perlu kamu terus menunduk, kakek sangat kecewa setelah mendengar kabar bahwa kamu sudah bercerai dengan Adam dan Kamu tidak pantas untuk menjadi cucuku lagi" Ucay kakeknya Amairah yang berusaha menahan tangisnya. Walaupun dirinya kasihan dengan nasib cucunya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Bapak sama ibu pun sangat kecewa dengan kelakuanmu, andai aku tahu kalau kamu hanya akan mencoreng nama baik keluarga besar dan mempermalukan kami, Aku pasti tidak setuju disaat pilihan istriku memungutmu di panti asuhan" ucap Bapaknya Amairah.


"Hentikan bualanmu itu Hasan, cukup jangan banyak bicara lagi, gimana pun Amairah adalah anggota keluarga besar Haris Nasution dan sampai kapan itu tidak akan berubah" ucap Pak Haris kakek Amairah.


Sedangkan ibunya Amairah hanya bisa menangis tersedu-sedu dan memeluk tubuh putrinya yang sudah dua besarkan dengan penuh kasih sayang walaupun Amairah bukan lah darah dagingnya tapi kasih sayangnya tidak pernah berubah sampai detik ini.


"Tolong jangan pulang ke rumah lagi dan cari lah jalan hidupmu sendiri, hubungan kita cukup sampai di sini" ucap pak Haris sebelum pergi dari ruangan Perawatan Amairah.


Mama Mariah pun ikut bersedih melihat kondisi dari Amairah seperti pepatah yang mengatakan sudah jatuh tertimpa tangga pula. Seperti itulah keadaan yang dialami oleh Amairah sekarang.

__ADS_1


"Maafkan Amairah yah Ma" ucap Amairah disaat Mama Mariah pamit dulu untuk pulang.


"Amairah tidak punya salah apa pun sama Mama malahan Mama lah yang punya salah sama kamu nak" ucap Mama Mariah disaat mereka berpelukan.


"Kalau kamu butuh sesuatu tolong telpon Mama dan ingat jangan berbuat nekat" ucap Mama Mariah dan pamit pulang.


Amairah kembali menangis tersedu-sedu dan tidak kuasa menahan lagi Tangisan.


Ke Esokan Harinya, Amairah sudah bisa pulang dan Amairah sudah memutuskan untuk meninggalkan ibu kota dan juga tidak akan kembali ke rumah Adam karena mereka sudah bercerai. Amairah keluar dari rumah sakit dan mencari ojek yang bisa mengantarnya sampai ke terminal bus menuju kota S. Amairah memilih untuk ke kota S saja dan di sana Amairah akan memulai hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalunya. Amairah sempat terlintas di benaknya untuk mencari pria tersebut tapi bagaimana caranya dan jika mereka bertemu apa yang akan dikatakan Amairah bisa saja dia akan menolak dan menghina Amairah.


Karena itu lah Amairah memilih untuk mengjauh dari hidup mereka semua. Amairah tidak sempat membawa tasnya tapi Amairah ke kantor polisi membuat laporan kalau dompetnya dicuri dan ingin mengambil tabungannya di Bank sehingga Amairah terpaksa untuk melakukan hal itu. Karena hanya itu Jalan satu-satunya yang Amairah punya. Amairah tidak mungkin menjual cincin yang dia pakai karena cincin itu lah kelak yang akan menjelaskan kepada anaknya nanti jika bertanya siapa Ayahnya.


Pihak Bank mempermudah jalan Amairah dan membantu Amairah untuk mencairkan semua tabungan Amairah yang Cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama beberapa tahun. Tabungan tersebut ada karena sewaktu Amairah masih gadis dirinya bekerja dan menabung setiap dirinya gajian.


Amairah membeli beberapa potong pakaian dan susu formula khusus untuk ibu hamil dan beberapa perlengkapan dan kebutuhannya nanti di jalan. Amairah pun membeli tiket ke kota S.


"Selamat tinggal" ucap Amairah yang meneteskan air matanya ketika bus sudah perlahan-lahan meninggalkan terminal bus.


Ke Esokan Harinya, Bus yang dipakai oleh Amairah mengalami kerusakan dan mekanik serta supir bus tersebut sudah berusaha untuk memperbaiki tapi hasilnya masih sama tetep rusak. Sehingga beberapa penumpang memilih untuk mencari bus lainnya termasuk Amairah. Baru beberapa jam perjalanan yang ditempuh oleh bus Sinar jaya, Semua yang ada di atas kaget mendengar kalau bus yang tadi mereka tumpangi ternyata mengalami kecelakaan karena bannya meletus dan jatuh ke dalam jurang. Amairah kaget mendengar berita tersebut.


"innalilahi wa innailaihi rojiun, untung saja aku memilih untuk pindah bus, makasih banyak ya Allah engkau masih menyayangiku" ucap Amairah yang merasa lega karena bisa lolos dari kecelakaan maut itu.

__ADS_1


Bersambung..


Fania sudah crazy up nih... yuck Baca CT dan ditunggu masukannya Yah kakak Readers 🙏


__ADS_2