
Selamat Membaca..
...Amairah memulai hidup barunya di kota S. Amairah tidak ingin masa lalunya selalu menghantui hidupnya. Amairah mencari rumah sederhana yang bisa Dia sewa karena tidak mungkin dirinya terus terusan tinggal di Hotel Yang pasti butuh biaya yang banyak pula. Amairah datang ke Kota tersebut hanya mengandalkan modal nekat saja dan beberapa jumlah tabungannya....
Amairah menginap di hotel yang termurah untuk menghemat biaya sementara dirinya mencari rumah kontrakan. Tapi sampai tiga hari Amairah di kota S, Amairah belum menemukan rumah kontrakan yang cocok dengannya.
Hari ke empat Amairah di kota S, Amairah merasakan sedikit mual dan pusing, sehingga Amairah mengurungkan niatnya untuk pergi keluar untuk mencari kontrakan. Amairah hanya berbaring sampai sore hari, Amairah merasa bosan dan jenuh karena tidak tahu mau ngapain lagi. Amairah pun mengambil jaketnya dan mengikat cepol rambut panjangnya.
Amairah setelah mengetahui kalau dirinya hanya lah anak angkat, Amairah tidak berniat untuk mencari ke dua orang tuanya karena menurut amairah mungkin mereka sudah meninggal atau mereka jauh di luar kota sehingga Amairah belum ada keinginan untuk mencari keberadaan mereka hidup atau mati.
Amairah berjalan kaki untuk mengelilingi kota S, Amairah berharap dengan cara ini ditemukan dirinya bisa segera menemukan rumah kontrakan yang pas dengannya. Amairah melihat ada tulisan di tiang listrik. Amairah segera memeriksa tiang tersebut dan langsung membaca tulisan tersebut.
Saking gembiranya Amairah loncat-loncat kecil di tempatnya berdiri.
"Alhamdulillah akhirnya ada rumah yang cocok aku sewa, semoga belum ada yang menyewanya" ucap Amairah.
Seseorang tersenyum di Atas mobilnya yang tanpa sengaja melihat tingkah Amairah yang seperti anak kecil saja yang mendapat permen dan boneka sekaligus. Amairah segera berjalan ke arah jalan sesuai petunjuk yang ada di dalam kertas tersebut.
Sesampainya di depan rumah tersebut, Amairah kagum dengan arsitektur bangunan rumah tersebut. Sederhana tapi terkesan elegan, sejuk dan bersih. Rumah itu kentara jika sang pemilik rumah tersebut mencintai tanaman dan bunga-bunga serta sangat menjaga kebersihan rumah tersebut. Amairah baru saja ingin membuka pagar rumah tersebut, Tapi Amairah kaget dengan suara seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang Amairah. Amairah langsung menoleh ke belakang.
"Assalamu alaikum Nak" Ucap seorang ibu-ibu yang sudah nampak tua yang jelas nampak keriput di wajahnya, tapi masih kuat untuk berdiri tegak dan berjalan. Hanya rambutnya yang memutih.
"Waalaikum salam Bu" ucap Amairah yang langsung mengambil tangan nenek tersebut untuk dia cium.
__ADS_1
"Maaf apa kamu yang menelpon ke nomor handphone ibu??." tanya Ibu tersebut.
"Betul sekali Ibu, sebelum Saya ke sini saya menelpon Ibu untuk memastikan saja" ucap Amairah yang berjalan masuk mengikuti langkah kaki ibu Masitha.
"Panggil saja Ibu Masitha" ucap Ibu Masitha.
"Baik ibu Masitha". jawab Amairah yang masih berjalan mengikuti langkah ibu Masitha untuk mengecek langsung rumah tersebut.
"Harga sewa rumah ini pertahunnya cukup bayar 3 juta saja dan furniture di dalam rumah ini masih lengkap Kalau pun ada yang kurang kamu beli saja" ucap Ibu Masitha.
Amairah kaget mendengar harga sewa rumah tersebut yang terbilang sangat murah dan fasilitasnya cukup lengkap dan posisi rumah itu pun sangat strategis.
"Ini kunci rumahnya Nak" ucap ibu Masitha sambil menyodorkan kunci rumah.
"Kamu bisa menempati rumah ini langsung" ucap Ibu Masita.
"Makasih bu, tapi aku ke Hotel dulu untuk mengambil beberapa barang-barangku" ucap Amairah dan langsung ingin pulang.
Tapi langkah kaki Amairah terhenti setelah Ibu Masitha berucap sesuatu.
"Sudah berapa bulan kandunganmu?." tanya Ibu Masitha.
Amairah kaget karena tidak menyangka kalau Ibu Masitha yang baru pertama kali bertemu dengan dirinya mengetahui kalau dirinya sedang hamil.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah jalan 4 bulan Ibu" jawab Amairah yang tersenyum menanggapi pertanyaan dari Ibu Masitah.
"Jaga baik-baik kandunganmu Nak insya Allah Anakmu ini akan membawa kamu ke jalan yang selama ini kamu ingin tahu" ucap Ibu Masitha yang langsung mengelus perut Amairah dan perlahan berjalan meninggalkan Amairah sendiri di rumah tersebut.
Amairah tidak ingin berlama-lama dan segera ke Hotel untuk cek out dan mengambil beberapa barang-barangnya. Amairah sangat senang akhirnya bisa tidur nyenyak tanpa harus memikirkan hal untuk mencari rumah kosan lagi.
Amairah masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa membaca do'a untuk kelancaran Hidupnya untuk ke depannya. Amairah menaruh barang-barangnya dan merubah posisi beberapa barang yang menurutnya kurang pas. Tanpa sengaja Amairah melihat bingkai foto yang berisi foto seorang bayi laki-laki yang ada di dalam gendongan bersama ke dua orang tuanya. Amairah tersenyum melihat foto tersebut dan bermimpi jika dia sudah melahirkan dan menggendong anaknya.
"Mommy sangat sayang kamu nak dan bantu Mommy yah Nak" ucap Amairah yang mengelus perutnya yang masih nampak rata. Ke Esokan harinya, Amairah segera ke Super market untuk berbelanja beberapa kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari-harinya. Amairah membeli banyak barang khusus untuk satu bulan kemudian. Karena Amairah tidak punya kendaraan untuk bolak balik ke Supermarket untuk membeli beberapa barang.
Waktu terus berjalan, Hingga tidak terasa perut Amairah sudah besar dan pergerakan Amairah sudah terbatas. Amairah menanti kelahiran buah hatinya yang jenis kelaminnya masih rahasia karena setiap kali Amairah USG pasti Anaknya tidak menampilkan gambar jenis kelaminnya seakan-akan ngumpet dari Amairah.
Amairah belum berencana untuk mencari pekerjaan karena dirinya masih hamil Sehingga Amairah hanya beraktivitas menjaga dan merawat kebun yang ada di depan rumahnya. Sudah 5 bulan Amairah tinggal di rumah tersebut, tapi selama itu pula dirinya belum pernah bertemu dengan pemilik asli dari rumah tersebut dan juga dengan Ibu Masitha.
Ada rasa rindu yang dirasakan oleh Amairah kepada sosok ibu Masitha padahal mereka hanya baru satu kali bertemu. Hari-hari terus berlalu, Amairah menjalani harinya dengan penuh semangat dan optimis.
Bersambung...
Typo Mohon dimaklumi 🙏🙏🥰
Mata sudah kabur jadi Updatenya nanti besok lagi tapi kalau dapat digunakan ide mungkin bisa lanjut Update lagi 🙏✌️.
Makasih banyak untuk Readers yang sudah mampir baca 🙏.
__ADS_1