Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 188. Kepulangan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Di mana kamu hanya perlu diam dan memperhatikan apa yang mereka perbuat meskipun itu menyakitimu, karena membalas dengan cara yang sama hanya akan membuatmu sama seperti mereka.


"Ohhhh, sial ternyata dia masih perawan," teriaknya lalu segera berdiri untuk memunguti semua pakaiannya lalu dengan tergesa-gesa memakainya.


"Tidak ada yang boleh lihat Aku berada di sini, Aku harus segera pergi dari hidupnya untuk selamanya.


Dennis meninggalkan kamar pribadi milik Liora di Apartemen yang cukup mewah itu. Dennis segera menelpon nomor adiknya untuk mempersiapkan perjalanan mereka ke Indonesia.


Awalnya mereka akan ke London, Inggris tetapi karena hari ini rencananya sudah berjalan sukses dan lancar sesuai dengan keinginannya.


"Hari ini adalah hari kehancuranmu, jadi bersiaplah untuk segera menangis darah, dendam dibalas dengan dendam pula."


Dennis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera kembali ke kediaman Kakeknya.


Dennis bersiul memasuki rumahnya yang ada di Amerika Serikat. Kebahagiaannya terpancar dari wajahnya. Dennis tidak bosannya memberikan senyuman termanisnya ke setiap orang yang berpapasan dengannya. Mulai di jalan hingga ke dalam rumahnya.


"Aku tidak sabar menunggu kehancuranmu, begitu lah jika harus hidup dalam kesedihan dan kehancuran dalam waktu bersamaan."


"Kakak barusan bilang apa?" seru seseorng yang berasal dari belakangnya.


Delisha mendengar sepintas perkataan dari kakaknya. Delisha berdiri di depan kakaknya, dengan tangannya bertumpu di atas dadanya.


"Aaahhh, telingamu terlalu sensitif, aku sedari tadi tidak bicara apa pun kok," jawabnya lalu memelintir lembut telinga adiknya.


"Aauuuhhhh sakit Kak," keluh Delisha yang memegang telinga kanannya yang dipelintir oleh Kakak kembarnya.


"Kamu terlalu melebih-lebihkan, masa hanya gitu saja sudah kesakitan?" Dennis menatap jengah kearah adiknya.


"Kakak apa Kita sebaiknya ke Inggris dulu sebelum ke Jakarta?" tanyanya yang tidak mengerti dengan pemikiran kakaknya yang baru kali ini Berubah-ubah untuk kali ini tidak seperti biasanya.


"Nanti jika kita memiliki waktu luang baru lah ke sana, Aku tahu Kamu sangat merindukannya, tapi untuk kali ini maafkan Kakak."


Denis kemudian berlalu dari hadapan adiknya yang penasaran dan tidak mengerti dengan alasan apa yang menyebabkan Dennis membatalkan keberangkatannya ke London, UK.


"Kakak sudah hampir tiga tahun Aku tidak melihatnya dan memeluk tubuhnya, Aku sangat merindukannya."


Delisha pasrah dengan keadaan dan tidak ingin lagi menentang atau pun protes dengan apa yang telah diputuskan oleh Denis.

__ADS_1


Ke esokan harinya, seseorang yang berada di dalam selimut tebalnya berteriak kencang dengan amarah yang menggebu-gebu.


Dia baru menyadari jika, pria yang telah merenggut kesuciannya adalah cucu kesayangan dari musuh bebuyutan Kakeknya. Setelah membaca sebuah informasi yang baru saja masuk ke dalam email-nya.


Matanya terbelalak sempurna, saat membaca dengan jelas isi dari Email yang dikirim oleh anak buah kepercayaannya.


"Pasti ada yang salah, aku yakin mereka salah kirim data email ke alamatku," dia terus menggelengkan kepalanya untuk tidak ingin mempercayai bukti fakta yang baru terkuak itu.


Dia tidak menyangka jika kemalangan ini akan menimpa hidupnya. Dia sangat marah dan kecewa dalam waktu yang bersamaan.


Dirinya terlalu mudah percaya dan jatuh cinta kepada pria asing yang baru hitungan hari dilihatnya.


"Aku sangat bodoh bisa ditipu olehnya!! aku akan membalas jika suatu saat nanti kita bertemu kembali.


Air matanya menetes membasahi pipinya. Dia tidak menyangka jika, kesucian dan kehormatannya, dia persembahan dan berikan kepada pria yang tidak tepat. Apa lagi dia mengetahui jika, pria itu adalah cucu ke dua dari pria yang sangat dibenci oleh kakeknya.


"Aku harus bagaimana lagi? aku tidak mungkin memberitahu Kakek semua ini, tapi gimana caranya aku menutupi dan menyembunyikannya? pasti Kakek akan tahu juga."


Barang-barang yang ada di hadapannya menjadi sasaran dari amukannya. Dia bahkan tidak ingin membiarkan benda yang berada di dalam kamar pribadinya menjadi pengingat apa yang telah terjadi hari ini padanya.


"Tidak!!!!!!!"


Suara benda jatuh silih berganti menghantam dinding. Satu persatu barang-barang itu, akhirnya hancur berkeping-keping di atas lantai keramik.


"Aku pasti akan membalasnya, aku akan mencarimu hingga ke ujung lubang semut pun."


Pesawat Jet Pribadi yang dipakai oleh Delisha dan saudara kembarnya, sudah tinggal landas dari Bandara Internasional London menuju Airport Soekarno Hatta.


Kali ini kepulangan mereka kembali ke tanah air tercinta tidak bersama dengan Aisyah Akyurek. Sudah hampir 6 tahun dia memilih dan menetap di salah satu Kota terkecil yang ada di Inggris.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Jakarta."


Dennis berjalan mendahului Delisha yang memilih berjalan lebih santai tapi, kepalanya sesekali melirik ke arah Dennis berada. Dia akan melakukan apa pun itu untuk kebahagiaan adiknya. Dan kali Ini dia sudah berhasil menghancurkan semua keegoisan dan keangkuhan dari Liora.


Delisha hanya terdiam dan mengikuti langkah Kakaknya yang tersenyum penuh arti ke arah Delisha.


"Ya Allah entah kenapa perasaanku yang mengatakan bahwa ada sesuatu hal besar yang ditutupi oleh Kakak? tapi apa kira-kira hal itu yah."


Delisa berjalan ke arah pintu masuk kediaman ke dua orang tuanya. Kepulangannya kali ini menjadi kepulangan terakhirnya dan akan kembali menjadi warganegara Indonesia setelah beberapa tahun lamanya menetap di Amerika dan Inggris.

__ADS_1


Amairah yang akhir-akhir ini hanya menghabiskan waktunya dibalik kompor untuk menciptakan dan memasak makanan yang lezat mendengar suara anaknya, segera mematikan kompornya dan melepas apron yang melekat di tubuhnya.


Kebahagiaan membuncah di dalam hatinya ketika melihat kepulangan anak-anak kembarnya.


"Assalamu alaikum Ma," ucap keduanya dengan berbarengan.


"Waalaikum salam," jawabnya lalu memeluk tubuh ke dua anak kembarnya.


"Syukur alhamdulillah, kalian sudah pulang, Mommy sangat bahagia nak, semoga kepulangan kalian kali ini akan menetap di Indonesia.


"Insya Allah moms, Aku sama kakak sudah memutuskan untuk tinggal di Jakarta saja," jawabnya.


"Alhamdulillah, pasti Daddy dan Nenek kamu bahagia jika mendengar kabar baik ini."


Amairah memeluk putrinya dengan sangat kuat. Mereka sama-sama bahagia karena akan berkumpul seperti dahulu sejak mereka masih kecil dahulu.


"Kami juga bahagia Moms saat sudah berada di Tanah Air, Delisha setiap saat merindukan masakan Mommy yang sangat lezat itu."


Air mata membasahi pipinya. Amairah tak kuasa menahan tangis bahagianya. Dia kembali teringat enam tahun lalu saat putrinya terpuruk dan hancur gara-gara musibah dan ujian yang mengguncang stabilitas keluarganya dulu.


"Dennis merindukan Mommy dan Daddy sangat, dan setelah Kakek mengijinkan Kami untuk pulang, serasa itu hanya mimpi bunga tidur seperti biasanya," timpal Dennis.


"Gimana kabarnya Kakek sayang?" tanya Amairah ketika mereka jalan beriringan akan menemui nenek Masitha di dalam kamarnya.


"Alhamdulillah Kakek baik-baik saja, Kakek sering bertanya tentang Mommy, katanya beliau merindukan kue buatan Mommy."


Kalau menginginkan buatan kue moms, kenapa enggak datang saja ke sini."


Percakapan mereka terhenti ketika mereka melihat Axel menghampiri mereka. Wajah Axel seperti sedang menyimpan sesuatu yang membuat Amairah mengerutkan keningnya.


Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


...********To Be Continued********...


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Takalar,SulSel, Senin, 04 Juli 2022...

__ADS_1


__ADS_2