Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 150. Siapa Dia?


__ADS_3

Selamat Membaca..


Mereka selalu melepas rindu dan saling bercengkrama satu dengan yang lainnya. Mereka menghabiskan waktunya sambil berbincang-bincang santai, hingga ada anak kecil laki-laki yang tanpa sengaja menjatuhkan piring dan memecahkannya ke atas lantai keramik.


Semua mata tertuju pada sosok anak kecil itu. Amairah pun berjalan ke arah sumber suara kegaduhan tersebut karena hanya penasaran dengan apa yang terjadi, tapi baru selangkah kakinya melangkah ada yang memanggilnya.


"Amairah sayang," teriak orang itu.


Amairah pun menolehkan kepalanya ke arah belakang dan ternyata yang memanggil namanya adalah Nenek Masitha.


"Biarkan Nenek saja yang memeriksanya, Kamu cukup di sini bersama mereka," cegah Nenek Masitha kepada Amairah.


Amairah pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya Nenek Masitha berjalan ke arah dapur, karena beliau penasaran ingin mengetahui apa yang terjadi di dapur itu.


"Apa yang terjadi di sini tanya!!?" Nenek Masitha yang bertanya kepada semua orang yang berada di dalam dapur itu.


Ibu Sumartini yang mendengar suara tersebut langsung menengadahkan kepalanya ke arah Nenek Masitha, tapi apa yang terjadi wajah Emaknya Alif seketika pucat pasi tubuhnya bergetar ketakutan dan wajahnya sudah dipenuhi dengan keringat yang bercucuran.


" itu tidak mungkin? pasti aku salah lihat."


Ibu Sumartini menyembunyikan wajahnya dan semakin menunduk.


"Emak maafkan Alif, Alif tidak sengaja, Emak tidak boleh marah sama Alif yah," rengek Alif lalu memegang tangan Emaknya dengan penuh harap agar emaknya tidak memarahinya.


Wajah Alif semakin memelas dan air matanya menetes membasahi pipinya.


"Emak Alif tidak sengaja, tolong jangan marahin Alif yah," rengek Alif yang menggoyangkan tubuhnya Ibu Sumartini yang sedari tadi mematung di tempatnya dan tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya, tapi Alif mengira jika Emaknya terdiam dikarenakan marah dengan kecerobohannya.


Nenek Masitha yang melihat hal tersebut refleks mendekati Alif dan memeluk tubuh Alif Faturahman.


"Emak kamu mungkin tidak marah, jadi jangan sedih lagi yah, ada Nenek bersama Kamu kok," tutur Nenek Masitha dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya.


Nenek Masitha heran dengan sikapnya sendiri, karena hanya melihat kesedihan yang terpancar dari wajah Alif membuat hatinya bagaikan teriris sembilu.


Nenek Masitha pun memeluk tubuh kecil Alif dengan penuh kasih sayang. Alif yang diperlakukan demikian masih saja menangis hingga membalas pelukan dari Nenek Masitha yang lebih erat lagi.


"Bersihkan sisa pecah beling itu, Alif ikut Nenek yah," perintah Nenek Masitha yang tidak akan ada yang melanggar atau pun membantah perkataannya.

__ADS_1


Emaknya Alif hanya jongkok dan tidak tahu harus berbuat apa. Ibu Sumartini untuk menutupi rasa gugupnya segera membantu art yang lain untuk membersihkan lantai.


Nenek Masitha menggandeng tangan Alif lalu mereka berjalan hingga ke arah dalam tempat mereka berkumpul dan menikmati sajian yang ada.


Tante Hernita yang melihat Nenek Masitha berjalan beriringan dengan Alif refleks berdiri dari duduknya dan segera menyimpan piring kue yang tadi dipegangnya itu. Ibu Hermita langsung berjalan tergesa-gesa ke arah Nenek Masitha dengan wajahnya yang bahagia melihat Alif.


Air matanya pun menetes membasahi pipinya yang masih muda itu diusianya yang sudah kepala 5. Ibu Hernita segera berlutut dan memeluk tubuh Alif. Pelukannya yang sangat erat membuat Alif tidak nyaman.


"Axel, ini Oma sayang, apa Kamu lupa dengan Oma Hernita?" tanya Tante Hermita.


Semua mata kembali tertuju pada Alif sedangkan Amairah tidak ada di tempat itu soalnya Delisha merengek ingin ditemani tidur siang, padahal sudah sore hari. Sehingga Amairah tidak melihat kejadian tersebut.


Martin pun sudah meninggalkan tempat itu,karena ada kliennya yang meminta melakukan Meeting hari itu juga dan jika Martin menolaknya bukan hanya Perusahaannya yang rugi besar, tapi banyak perusahaan kecil yang bekerja sama dengannya ikut merugi dan otomatis jika mereka merugi banyak karyawan mereka yang terkena PHK. Oleh karena Martin dengan sangat menyesal terpaksa meninggalkan keluarga mereka demi nasib hidup orang banyak.


"Axel lihat Oma sayang, lihat baik-baik wajah Oma," ucap Oma Hernita adiknya Pak Heri.


Alif semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Alif memandang ke seluruh ruangan. Alif lalu melepas dengan paksa pelukan dari Neneknya.


"Maaf, Saya bukan Axel Nenek nama Saya Alif Faturahman putra tunggalnya Ibu Sumartini yang bekerja di Apartemennya Mbak Maya," jelasnya.


Pak Heri dan lainnya yang sudah mengenal Axel merasa heran dan tidak menyangka jika ada anak kecil yang mirip dengan cucu dan anggota keluarga mereka yang sudah lama menghilang dan berdiri di hadapan mereka dengan status dan kehidupan yang berbeda.


"Maaf, sepertinya ada kekeliruan dan kesalah pahaman yang terjadi di sini, Alif ini putra satu-satunya yang aku miliki dan hanya dia yang aku miliki dalam hidupku Nyonya," ucap Ibu Sumartini yang membantah jika Alif adalah anggota keluarga mereka.


Ibu Sumartini semakin memeluk tubuh Alif yang sudah bergetar ketakutan jika Alif akan direbut oleh mereka untuk selamanya.


"Ya Allah ternyata Alif adalah anggota keluarga mereka, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau kehilangan Alif, Alif adalah putraku."


"Hernita sayang, apa yang dikatakan oleh Emaknya adalah benar, tidak mungkin dia adalah Alif putra sulungnya Martin," ucap Pak Agung Suaminya Ibu Hermita.


Ibu Hernita memeluk tubuh suaminya dengan erat dan kecewa karena apa yang beliau rasakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


"Apa aku harus pergi dari apartemennya Mbak Maya? Aku sudah lelah yah Allah untuk selalu bersembunyi dan lari dari kejaran orang-orang yang aku tidak tahu siapa mereka yang menginginkan nyawa Alif, atau Aku bilang saja sama mereka bahwa Alif bukanlah putraku saja?"


Nenek Masitha sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari emaknya Alif. Nenek Masitha pun mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Hernita. Maya yang melihat situasi yang sudah tidak kondusif segera menengahi mereka


"Maafkan Tanteku yah Bu Sumartini, mereka mengira jika putra ibu adalah keluarga Kami yang menghilang saat diculik oleh seseorang yang dendam dengan Kami sedari dahulu," ujar Maya yang membantu untuk meluruskan kesalahpahaman mereka.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Mbak wajar saja terjadi seperti itu, dan terus terang banyak yang berkata seperti kalian yang menganggap putraku adalah anaknya," jelas Ibu Sumartini yang menimpali perkataan dari Maya majikannya.


Nenek Masitha segera bertindak untuk memastikan dugaannya itu salah atau benar apa adanya. Nenek Masitha segera memberikan kode kepada Bryan Adams untuk segera mengikuti langkahnya. Bryan yang diberikan kode langsung cepat tanggap untuk meninggalkan tempat itu.


"Maafkan Kami Bu, hal itu Kami lakukan karena terlalu gembira melihat Alif yang wajahnya mirip dengan cucu Kami Axel Aiden Lee ternyata bukanlah cucu Kami dan Kami sangat menyesal dan tidak bermaksud apa pun itu, jadi Kami mohon jangan dimasukkan dihatinya ibu," terang Nenek Masitha.


"Saya bisa memakluminya, hal itu wajar Kok Nyonya," ucap Ibu Sumartini yang selalu menundukkan kepalanya sedari tadi jika mereka mengajaknya berbincang-bincang.


"Sepertinya ada yang aneh dan disembunyikan oleh Ibu Sumartini, sejak kejadian Alif menjatuhkan piring raut wajahnya dan sikapnya sungguh tidak seperti biasanya, sejak itu Ibu Sumartini selalu nampak grogi dan ketakutan, bahkan tak jarang Aku lihat banyak peluh keringat yang membasahi wajahnya."


Bryan yang diserahi tugas segera bertindak untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa sebenarnya Alif dan Ibu Sumartini.


Syukur Alhamdulillah Fania bersyukur karena masih ada yang berminat untuk baca novel recehanku ini, Fania ucapkan Makasih Banyak atas dukungan kalian, dukungan kalian sangatlah berarti untuk Cinta Yang Tulus 🥰


...Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg lainnya judulnya:...


...1.Bertahan Dalam Penantian...


...2.Sang Penakluk (Kisah anaknya Martin dan Amairah)...


...3.Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...Tetap Dukung CYT dengan cara:...


...Like Setiap Episodenya 👍...


...GIFT Poin atau Koin bagi yang Punya seikhlasnya 🎁...


...Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐...


...Favoritkan ♥️...


...Vote jika masih memiliki Vote gratisannya 💙....


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Takalar, SulSel, Senin, 13 Juni 2022


__ADS_2