Cinta Yang Tulus

Cinta Yang Tulus
BAB. 173. Hadiah Dari Amairah


__ADS_3

Selamat Membaca...


"Ya Allah, terima kasih atas segala nikmat yang masih Engkau berikan hingga saat ini. Semoga aku tak pernah lupa untuk senantiasa mensyukurinya."


"Alhamdulillah. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."


"Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.


Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah."


Martin beserta keluarganya tidak hentinya mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya.


Semua orang yang hadir di acara tersebut dan mengucap terima kasih banyak kepada keluarga besar Martin atas segala pemberian yang mereka terima dari keluarga Martin.


Hingga sore hari kediaman Nenek Masitha masih ramai. Keluarga besar mereka yang berasal dari jauh terutama dari luar negeri dan luar daerah masih setia duduk santai dan berbincang-bincang.


Mereka saling berbagi cerita suka dan dukanya selama ini. Mereka bercanda bareng. Sehingga suasana semakin ramai dan penuh kekeluargaan.


"Kalian belum ada yang pulang kan?" Nenek Masitha menatap satu persatu wajah anggota keluarganya.


"Insya Allah, Kami akan di Jakarta hingga akad nikah dan pestanya Maya dan Dion selesai," balasnya.


"Baguslah kalau begitu," timpal Nenek Masitha.


Beberapa hari kemudian, hari yang dinanti oleh mereka akhirnya datang juga. Hari ini adalah akad nikah sekaligus pesta resepsi pernikahan Maya dengan Dion.


Kediaman keluarga besarnya menjadi tempat perhelatan akad nikahnya. Dion dan Maya sudah duduk bersanding di hadapan pak penghulu. Maya dengan gaun pengantin sangat cocok dan pantas di tubuhnya. Gaun pengantin itu membalut tubuh rampingnya Maya dengan sempurna.


Sedangkan Dion dengan jas dan warna senada dengan gaunnya Maya membuatnya sangat tampan dan penuh kharisma. Aura pengantin begitu kental terlihat dari ke duanya.


Hingga kata Sah mrnggema memenuhi ruangan tersebut. Ucapan selamat dan berbagai doa mengalir untuk ke dua pasangan pengantin baru tersebut.


Martin dan Amairah turut bahagia karena akhirnya Maya dan Dion menjadi pasangan suami istri.


Setelah mereka rela menunda pernikahan mereka hingga beberapa tahun lamanya, hingga Axel ditemukan dan Amairah kembali ke tanah air barulah hari ini bisa melaksanakan Pernikahannya.


"Selamat yah atas pernikahan kalian," Amairah memeluk tubuh Maya dengan penuh kasih sayang.


"Makasih banyak Mbak," jawabnya.


"Mbak berharap pernikahan kalian selalu diberkati oleh Tuhan, dan saqinah, mawadah warohmah."


"Kami berharap kalian segera diberikan momongan yang banyak," Martin tersenyum saat mengucapkan perkataan itu.


"Dion jangan kendor gas poll saja lah," Bryan tiba-tiba ikut menimpali percakapan mereka.


Dion yang sedang menikmati minumannya tersedak setelah mendengar guyonan dari Bryan.


"Huk... huk... huk..."


Maya sigap memukul pelan punggung suaminya yang baru beberapa jam yang lalu resmi menjadi suaminya itu.


"Baru minum air putih saja sudah keselek apa lagi yang itu," Martin tertawa terbahak-bahak saat berbicara seperti itu.

__ADS_1


Dion hanya menatap jengah ke arah Martin yang bahagia melihat Dion yang tersudut.


Setelah akad nikahnya, malam harinya Pesta yang sangat meriah itu dilaksanakan disalah satu gedung pencakar langit. Gedung serba guna itu disulap begitu megah dan mewahnya.


Maya dan Dion menjadi ratu dan raja dalam sehari. Senyuman tidak pernah luntur dari wajah keduanya. Hingga waktu yang ditentukan acara tersebut berlangsung.


Waktu terus berlalu hingga jam menunjukkan pukul 11 malam. Pengantin baru sudah meninggalkan tempat acara pelaksanaan resepsinya.


Dion membawa istrinya ke rumah baru mereka. Rumah yang satu tahun lalu dia beli. Hari ini menjadi hari pertama mereka menginap dan selamanya akan tinggal di rumah itu.


"Sayang,kok kita ke Sini, bukannya tadi bilangnya mau ke apartemen?"


Maya mengamati keseluruhan bentuk rumah itu. Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah mewah yang cukup besar itu dengan hanya dua orang penghuninya.


Rumah itu terletak di pinggiran kota Jakarta dan termasuk perumahan elit. Penjagaan di sekitar perumahan itu sangat lah ketat dan disiplin. Semua orang yang baru mengunjungi rumah itu pasti akan melalui beberapa tahap pemeriksaan.


"Ini rumah baru kita hadiah pernikahan untuk istriku tercinta dan yang paling cantik sedunia."


Ke dua matanya berbinar setelah mendengar penjelasan dari Dion.


"Benar ini adalah rumah kita?" dengan wajah yang penuh kegembiraan dan takjub melihat rumah itu.


Dion hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Maya. Dion mematikan mesin mobilnya dan bergegas berjalan ke arah pintu keluar yang ada di samping Maya.


"Silahkan tuan Putri."


Dion membuka pintu dengan gaya ala pengawal kepada tuan putrinya.


"Makasih banyak suamiku," Maya tersenyum manja ke arah suaminya.


Maya menciumi punggung tangan istrinya dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Maya menjerit kecil saat dirinya digendong secara tiba-tiba dengan ala bridal style.


Maya refleks mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Dion sedari tadi tersenyum penuh arti.


"Malam ini adalah malam pertama Kita sayang, jadi Mas mohon bersiaplah dengan sebaiknya."


Dion mengucapkan perkataan itu tepat di telinganya Maya yang membuat bulu halusnya meremang seketika itu juga.


Jantung Maya berdetak kencang seakan-akan genderang mau ikut perang. Maya sudah ketakutan menghadapi malam pertamanya.


"Kamu pasti bisa menghadapi malam pertama Kamu dengan baik, Maya berusaha lah, tenang dan nyaman serta rileks."


Maya mengajarkan hal-hal positif kepada dirinya sendiri agar ketakutannya hilang. Debaran jantungnya dirasakan oleh Dion dengan jarak mereka yang sangat dekat.


Dion tersenyum saat melihat wajah Maya gugup dan mulai ada keringat bercucuran di kening istrinya.


Kamar mereka berada di lantai dua sehingga Dion bekerja ekstra untuk menggendong tubuh istrinya ke dalam kamarnya.


"Tubuh Kamu setiap hari Mas perhatikan semakin seksi saja."


Nafasnya ngos-ngosan saking lelahnya mengendong tubuh istrinya itu. Dengan langkah kaki yang pasti. Mereka sudah sampai ke lantai dua tepat di depan pintu kamar pengantin mereka.


Dion membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kakinya karena tangannya tidak bisa.

__ADS_1


Kamar tidur mereka sudah dipenuhi dengan bunga mawar merah yang sangat cantik hingga aroma wanginya bunga mawar tersebut langsung menyeruak ke lubang hingga masuk ke rongga-rongga terdalam hidung keduanya.


Wangi bunga bercampur dengan aroma terapi membuat Maya perlahan menjadi rileks dan normal kembali seperti sedia kala.


Dion menciumi kening Istrinya dengan penuh kemesraan. Tubuh langsing dan ramping itu dibaringkan di atas ranjang king size-nya.


Di tengah-tengah ranjang terdapat dua boneka sepasang angsa putih yang memadu kasih. Di sisinya di taburi beberapa kelopak bunga mawar yang begitu cantiknya.


"Sayang apa Kamu sudah siap?"


Ke dua bola matanya Dion sudah bersinar menandakan ada sudah gelombang gairah yang muncul di dalam dirinya. Tetapi, Maya tidak mengetahui hal tersebut. Maklumlah ini pengalaman pertamanya jadi dia tidak tahu apa-apa.


Maya teringat dengan petuah pernikahan yang diberikan oleh Amairah sebelum mereka menikah. Maya segera bangun dari baringnya.


"Mas Aku harus ganti pakaian dulu yah, gak bebas dan gerah juga."


Maya langsung ngacir ke dalam kamar mandi sebelum Dion membalas perkataannya. Dion hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya yang seperti anak ABG saja.


Maya bersandar di balik pintu toilet dengan memegang dadanya. Maya mengingat jika Amairah tadi memberikan satu paper bag sebelum mereka berangkat ke Gedung.


Maya meraih paper bag itu dan memeriksa apa yang ada di dalamnya. Maya menjerit saat melihat apa yang ada di dalam Paper bag pemberian Amairah.


Maya segera menutup mulutnya agar suara teriakannya tidak kedengaran hingga ke luar. Maya menjinjing benda itu di depan matanya hingga sejajar dengan matanya.


"Ya Allah ini apa? kok modelnya seperti ini?"


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan kepada semua Kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Cinta Yang Tulus, Fania minta maaf karena tidak bisa sebut satu persatu nama kakak 🙏🥰


Tetap Dukung CYT dengan:


Cara Like setiap Babnya


Rate bintang lima


Gift Poin atau Koin


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.


Silahkan ramaikan juga novel Lainku dong Kakak, yang masih sepi sesepi hatiku ini 👌✌️.


Judulnya:



Sang Penakluk


Bertahan Dalam Penantian


Tidak ada Jodoh yang Tertukar



...********To Be Continue********...

__ADS_1


...by Fania Mikaila AzZahrah...


...Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, 26 Juni 2022...


__ADS_2